FIRMANSYA, ANDRYANO DUTA (2026) ANALISIS PENGARUH TRAVEL SPEED DAN INTERPASS TEMPERATURE TERHADAP NILAI KEKUATAN, NILAI KETANGGUHAN DAN METALOGRAFI PADA JOINT SEISMIC FORCE RESISTING SYSTEM (SFRS) MENGGUNAKAN FCAW AUTOMATIC. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
|
Text
0722040014 - Andryano Duta Firmansya - Analisis Pengaruh _i_Travel__i_ _i_Speed__i_ dan _i_Interpass__i_ _i_Temperature__i_ terhadap Nilai Kekuatan, Nilai Ketangguhan dan Struktur Mikro pada _i_Joint__i_ _i_Seismic__i_ _i_Fo.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Struktur kilang minyak lepas pantai berpotensi menerima beban seismik sehingga sambungan yang termasuk dalam Seismic Force Resisting System (SFRS) harus memenuhi persyaratan kekuatan dan ketangguhan AWS D1.8. Permasalahan di PT X adalah belum diterapkannya kombinasi travel speed dan interpass temperature yang tepat pada pengelasan sambungan SFRS. Kedua parameter tersebut memengaruhi heat input, struktur metalografi, serta sifat mekanik logam las. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi travel speed dan interpass temperature terhadap kekuatan, ketangguhan, dan struktur micro sambungan SFRS menggunakan FCAW otomatis. Material yang digunakan adalah baja S355G7+M tebal 25 mm dengan filler metal E71T-1 dan gas CO₂ 100%. Variasi travel speed sebesar 250 dan 95 mm/min dikombinasikan dengan interpass temperature 60 dan 235 °C, menghasilkan heat input 1,28 dan 3,34 kJ/mm. Pengujian meliputi visual, radiografi, makro, mikro, all-weld tension, dan impact. Seluruh spesimen memenuhi kriteria visual, radiografi, dan impact, dengan energi rata-rata 134,0– 148,8 J. Nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada travel speed 95 mm/min interpass temperature 235°C sebesar 681,88 MPa. Hanya travel speed 95 mm/min interpass temperature 235°C dan travel speed 95 mm/min interpass temperature 60°C yang memenuhi kekuatan tarik minimum 490 MPa. HAZ terkecil terdapat pada travel speed 250mm/min interpass temperature 60°C sebesar 58,87 mm² dan terbesar pada travel speed 95 mm/min interpass temperature 235°C sebesar 70,77 mm². Struktur HAZ dan weld metal terdiri atas ferrite, pearlite, dan acicular ferrite. Penurunan travel speed meningkatkan heat input, memperluas HAZ, dan meningkatkan kekuatan tarik, sedangkan nilai impact dipengaruhi oleh kombinasi kedua parameter.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | FCAW otomatis, travel speed, interpass temperature, SFRS |
| Subjects: | TL - Teknik Pengelasan > Pengelasan (Welding) |
| Divisions: | Jurusan Teknik Bangunan Kapal > D4 Teknik Pengelasan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repository@ppns.ac.id |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 03:50 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 03:50 |
| URI: | http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8421 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
