ANALISIS PENGARUH TINGKAT SOLUBLE SALT SETELAH SANDBLASTING DAN KETEBALAN INTERMEDIATE COAT TERHADAP ADHESIVITAS, KETAHANAN IMPACT COATING, DAN LAJU KOROSI PADA MATERIAL BAJA KARBON SS400

PRASETYO, ILHAM TEGUH (2026) ANALISIS PENGARUH TINGKAT SOLUBLE SALT SETELAH SANDBLASTING DAN KETEBALAN INTERMEDIATE COAT TERHADAP ADHESIVITAS, KETAHANAN IMPACT COATING, DAN LAJU KOROSI PADA MATERIAL BAJA KARBON SS400. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

[img] Text
0722040044 - Ilham Teguh Prasetyo - Analisis Pengaruh Tingkat _i_Soluble Salt__i_ Setelah _i_Sandblasting__i_ dan Ketebalan _i_Intermediate Coat__i_ terhadap Adhesivitas, Ketahanan _i_Impact Coating__i_, dan Laju Korosi pada.pdf

Download (3MB)

Abstract

Baja karbon SS400 merupakan material yang banyak digunakan pada industri fabrikasi, namun rentan mengalami korosi sehingga memerlukan sistem coating yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar soluble salt (<20 mg/m², 20–50 mg/m², dan >50 mg/m²) serta ketebalan intermediate coat (200 μm, 300 μm, dan 400 μm) terhadap adhesivitas, ketahanan impact, dan laju korosi pada baja karbon SS400. Pengujian meliputi Pull-off Test, pengamatan topografi dan X-cut, Impact Test, serta pengujian laju korosi menggunakan metode weight loss yang dilengkapi perhitungan surface coverage dan inhibition efficiency. Data adhesivitas dianalisis menggunakan metode Two-Way ANOVA. Hasil adhesivitas tertinggi 15,55 MPa diperoleh pada spesimen dengan kadar soluble salt 20–50 mg/m² dan ketebalan intermediate coat 200 μm, sedangkan terendah 9,69 MPa diperoleh pada kadar soluble salt >50 mg/m² dan ketebalan 400 μm. Pengamatan topografi menunjukkan kegagalan cohesive failure, sedangkan pengujian X-cut klasifikasi 5A pada ketebalan 200 μm serta 4A dan 3A pada ketebalan 300 μm dan 400 μm. Impact tertinggi 6,178 J diperoleh pada ketebalan intermediate coat 400 μm, sedangkan terendah 4,413 J pada ketebalan 200 μm. Laju korosi terendah 0,0009 mm/year dengan surface coverage 0,9932 dan inhibition efficiency 99,32%, sedangkan laju korosi tertinggi 0,0099 mm/year diperoleh pada kadar soluble salt >50 mg/m² dan ketebalan 200 μm. Hasil Two-Way ANOVA menunjukkan ketebalan intermediate coat berpengaruh signifikan terhadap adhesivitas (Sig. = 0,000), sedangkan kadar soluble salt (Sig. = 0,070) dan interaksi variabel (Sig. = 0,640) tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, ketebalan intermediate coat merupakan faktor yang dominan dalam meningkatkan performa sistem coating dibandingkan kadar soluble salt

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Soluble salt, intermediate coat , adhesivitas, impact, laju korosi, SS400
Subjects: TL - Teknik Pengelasan > Pengelasan (Welding)
Divisions: Jurusan Teknik Bangunan Kapal > D4 Teknik Pengelasan
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 11 Sep 2026 02:48
Last Modified: 11 Sep 2026 02:48
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/8101

Actions (login required)

View Item View Item