PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN TIO2 SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ASAM SITRAT SEBAGAI CROSSLINKER PADA BIOPLASTIK BERBASIS MIKROKRISTAL SELULOSA TONGKOL JAGUNG

Zhanty, Aprilia Diah (2026) PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN TIO2 SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ASAM SITRAT SEBAGAI CROSSLINKER PADA BIOPLASTIK BERBASIS MIKROKRISTAL SELULOSA TONGKOL JAGUNG. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

[img] Text
1022040014 - Aprilia Diah Zhanty - Pengaruh Variasi Penambahan TiO2 sebagai Antimikroba dan Asam Sitrat sebagai _i_Crosslinker__i_ pada Bioplastik Berbasis Mikrokristal Selulosa Tongkol Jagung.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Limbah tongkol jagung Indonesia memiliki kandungan selulosa yang dihidrolisis menjadi mikrokristal selulosa berpotensi menjadi bahan baku pembuatan bioplastik. Penambahan 4% Carboxymethyl Cellulose (CMC) sebagai pengental dan gliserol sebagai plasticizer. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi TiO2 (0%, 0,5%, 1%, dan 1,5%) serta variasi asam sitrat (10%, 20%, dan 30%) terhadap nilai kuat tarik, elongasi, swelling, biodegradasi, antimikroba dan karakteristik bioplastik. Nilai kuat tarik tertinggi sebesar 0,41 MPa pada bioplastik variasi 0,5% TiO2 dan 30% asam sitrat dengan nilai elongasi sebesar 118%. Nilai swelling tertinggi terdapat pada bioplastik dengan penambahan TiO2 0,5% dan asam sitrat 30%. Seluruh sampel bioplastik mengalami peningkatan persen degradasi pada hari ke 15 dengan persen degradasi tertinggi 76,92% pada bioplastik dengan TiO2 1,5% dan asam sitrat 30%. Aktivitas antimikroba menunjukkan diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus Aereus dan Escherchia Coli masing-masing memiliki rata-rata 24,96 mm dan 26,43 mm yang dikategorikan sangat kuat dalam menghambat bakteri. Karakteristik SEM bioplastik menunjukkan bioplastik memiliki permukaan padat namun masih terdapat aglomerasi. Karakterisasi XRD menghasilkan puncak daerah 14,94°; 17,56°; 19,80° yang merupakan karakteristik khas selulosa tipe I dengan refleksi utama pada 2θ = 19,8017°. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, C=O, C- O, C-H, C-O-C, β-glikosidik, dan Ti-O-Ti. Variasi TiO2 dan asam sitrat berpengaruh signifikan terhadap kuat tarik, elongasi, dan swelling bioplastik tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap degradasi

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Mikrokristal Selulosa, CMC, Gliserol, TiO2, Asam Sitrat.
Subjects: PL - Teknik Pengolahan Limbah > Analisa limbah padat
Divisions: Jurusan Teknik Permesinan Kapal > D4 Teknik Pengolahan Limbah
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 04 Sep 2026 04:17
Last Modified: 04 Sep 2026 04:17
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/7934

Actions (login required)

View Item View Item