ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PROYEK EPCI WELL FACILITIES WILAYAH KERJA KAMPAR RIAU PADA SUMUR MERBAU 48 DENGAN METODE CRASHING

LARASATI, MONICA (2026) ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PROYEK EPCI WELL FACILITIES WILAYAH KERJA KAMPAR RIAU PADA SUMUR MERBAU 48 DENGAN METODE CRASHING. Diploma thesis, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

[img] Text
0822040019 - Monica Larasati - Analisis Waktu dan Biaya Proyek _i_EPCI Well Facilities__i_ Wilayah Kerja Kampar Riau pada Sumur Merbau 48 dengan Metode _i_Crashing__i_-3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (976kB) | Request a copy

Abstract

Proyek EPCI Well Facilities Sumur Merbau-48 di Wilayah Kerja Kampar, Riau merupakan proyek pembangunan fasilitas produksi minyak mentah yang mengalami keterlambatan penyelesaian dari durasi rencana 74 hari menjadi 114 hari. Keterlambatan tersebut berdampak pada waktu pelaksanaan dan biaya proyek sehingga diperlukan analisis sebagai referensi untuk proyek sejenis berikutnya, yaitu Gemuruh-20. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan proyek dan menentukan alternatif percepatan durasi yang paling efisien dari segi waktu dan biaya tenaga kerja. Identifikasi penyebab keterlambatan dilakukan menggunakan Fishbone Diagram dan Metode Reinke. Selanjutnya disusun Work Breakdown Structure (WBS), dilakukan penjadwalan proyek serta penentuan lintasan kritis menggunakan Precedence Diagram Method (PDM). Aktivitas pada lintasan kritis dianalisis menggunakan Metode Crashing dengan dua alternatif percepatan, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (lembur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab keterlambatan adalah keterbatasan jumlah tenaga kerja, keterlambatan kedatangan material, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja. Penerapan metode Crashing berhasil mempercepat durasi proyek dari 114 hari menjadi 98 hari dengan efisiensi 14,04% dengan biaya normal sebesar Rp333.640.000,00. Alternatif penambahan tenaga kerja menghasilkan biaya total tenaga kerja sebesar Rp311.961.333,33 dengan efisiensi biaya 6,50%, sedangkan penambahan jam kerja menghasilkan biaya total sebesar Rp317.547.139,58 dengan efisiensi biaya 4,82%. Dengan demikian, penambahan tenaga kerja merupakan alternatif percepatan yang paling efektif dan efisien untuk diterapkan pada proyek sejenis

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Fishbone, Keterlambatan, PDM, Crashing, Durasi
Subjects: TPP - Teknik Perpipaan > Piping Risk & Management
Divisions: Jurusan Teknik Permesinan Kapal > D4 Teknik Perpipaan
Depositing User: Unnamed user with email repository@ppns.ac.id
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:17
Last Modified: 27 Jul 2026 07:17
URI: http://repository.ppns.ac.id/id/eprint/7422

Actions (login required)

View Item View Item