Emergency Position Messaging Pada Kapal Menggunakan Radio Frekuensi berbasis Mikrokontroler

Emergency Position Messaging On Ship Use Radio Frequency based on Microcontroller

Jovan Firstiawan (6912040046)


Abstrak

Penggunaan Emergency Position Indicating Radiobeacons (EPIRBs) sudah banyak dipasang pada kapal besar. EPIRBs menggunakan frekuensi radio 406MHz yang dikirimkan ke satelit internasional Cospas-Sarsat kemudian dilanjutkan ke Local User Terminal (LUT) untuk proses data posisi, encode, dll. Pada penelitian ini, penulis ingin membuat alat serupa dengan kelebihan lebih murah, dan menggunakan Accelerometer sebagai sensor antisipasi kapal sesaat setelah kapal capsize. Kontrol utama alat ini menggunakan Arduino. Proses otomatis menggunakan Sensor Accelerometer untuk mengirim data sumbu Y ke mikrokontroler. Kemudian GPS akan menentukan latitude dan longitude kapal capsize dengan bantuan Radio Frekuensi, latitude dan longitude kapal beserta waktu kapal bahaya akan dilanjutkan ke petugas SAR. Alat ini dilengkapi juga dengan tombol manual. Dengan posisi kapal yang telah di ketahui tersebut tim SAR akan cepat menentukan tempat kapal capsize. Hasil dari penelitian Tugas Akhir ini, Alat ini dapat mengapung di permukaan air dengan massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis air sebesar 0,109970 gr/cm3, dari lima kali pengujian dengan tingkat keberhasilan 100%. Dapat membaca latitude dan longitude dengan modul GPS, rata ? rata error dari keseluruhan error pembacaan modul GPS sebesar 3,83m.Komunikasi radio frekuensi mengirimkan pesan bahaya secara otomatis, rata ? rata delay dari keseluruhan delay pengiriman data sebesar 1,6325 detik dengan jarak efektif untuk pengiriman 80m. Radio frekuensi mengirimkan sinyal bahaya,latitude, longitude, tanggal, dan jam dan ditampilkan di visual studio dan masuk di database excel. Dapat bekerja secara otomatis menggunakan sensor akselerometer dengan rata ? rata error dari keseluruhan error pembacaan sebesar 28,111 dan sensor air denganrata ? rata error dari keseluruhan pembacaan sensor air sebesar 6,25. Dapat bekerja secara manual menggunakan push buttondengan tingkat keberhasilan 100% dan delaypengiriman data ke visual studio 2010 sebesar 1 detik.


Abstract

The use of Emergency Position Indicating Radiobeacons (EPIRBs) have been installed on the many big ships. EPIRBs use radio frequency 406MHz which delivered to the international Cospas-Sarsat satelliteand then proceed to the Local User Terminal (LUT) to process the data position, encoding, etc. In this study, the authors wanted to make a similar tool with the advantages of cheaper, and using the Accelerometer sensor as the anticipation of the ship shortly after the ship capsize. The main control this tool using the Arduino. An automated process using an Accelerometer Sensor to send data Y axis to the microcontroller. Then the GPS will determine the latitude and longitude of the ship capsize with the help of Radio frequency, latitude and longitude of the ship along with the time ship the danger will be submitted to the SAR officials. This tool is also equipped with a manual button. With the position of the ship who has the SAR team in the know will quickly determine the place of the boat capsize. The results of the Research these days, it can float on the surface of the water with a density of objects smaller than the density of water 0.109970 gr/cm3, from five times the test with a success rate of 100%. Can read latitude and longitude with a GPS module, the mean average of the overall error and error reading GPS module of 3,83m. Communications radio frequency to send messages automatically, the hazard ? median delay of overall delay sending data of 1.6325 seconds with effective range for delivery of 80 m. Radio frequency signal danger, latitude, longitude, date, and hour and displayed in visual studio and entered in an excel database. Can work automatically using an accelerometer sensor with an overall average of error ? error reading of 28.111 and sensors water with an average error of the whole ? reading of the water sensor of 6.25. Can be worked manually using the push button with a 100% success rate and delay sending data to visual studio 2010 amounted to 1 second.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Adianto
Dosen Pembimbing 2 : Rona Riantini

Program Studi : D4 - TEKNIK OTOMASI
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.