RANCANG BANGUN OTOMATISASI GLUE MIXER BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC UNTUK PROSES PENGOLAHAN STARCH GLUE

THE GLUE MIXER AUTOMATION DESIGN BASED ON PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER USING FUZZY LOGIC METHOD FOR STARCH GLUE PROCESS

Idaman Tata Guna (6911040034)


Abstrak

PT.Gudang Garam Direktorat Grafika merupakan salah satu anak perusahaan Gudang Garam yang bergerak dibidang packaging yang digunakan sebagai penunjang kebutuhan produksi PT Gudang Garam, baik pabrik Kediri maupun Gempol. Produksi PT. Gudang Garam Direktorat Grafika mencakup outer rokok, slop, maupun box(kardus). Khusus untuk pembuatan box, diperlukan bahan perekat berupa starch atau kanji yang digunakan untuk merekatkan antar lapisan. Proses pembuatan lem di PT. Gudang Garam Direktorat Grafika yang biasa disebut Glue Mixer menggunakan beberapa komposisi bahan. Bahan-bahan yang digunakan antara lain air, tepung tapioka, boraks, asetic soda, dan katalis. Pencampuran dan penimbangan bahan-bahan tersebut bisa dikatakan masih semi-manual, dikarenakan proses penimbangan dan pengadukan belum terintegrasi secara otomatis. Sehingga diperlukan integrasi antara berbagai proses yang ada dalam sistem Glue Mixer tersebut untuk memudahkan operator dalam monitoring maupun kontrol. Otomatisasi proses glue mixer dengan menggunakan PLC(Programmable Logic Controller) dapat memudahkan operator ketika proses sedang berlangsung. Monitoring dan kontrol dapat dilakukan secara maksimal. Operator dapat mengendalikan dan memantau proses kerja sistem dengan menggunakan interface yang telah dirancang sedemikian rupa pada HMI(Human Machine Interface). Data dari sensor yang berupa loadcell, sensor suhu, dan rotary encoder diterjemahkan oleh PLC ke aktuator yang telah terpasang, yaitu motor dc, solenoid valve, dan pompa wiper. Logika fuzzy digunakan untuk kontrol kekentalan lem agar dicapai kekentalan lem yang sesuai dengan standart. Kontrol kecepatan motor digunakan agar lem tidak rusak saat diaduk. Dengan error hasil penimbangan loadcell yang relatif kecil yaitu 12,5% dan 12,7%, untuk loadcell 500 gr dan 5 kg serta akurasi sensor suhu LM35 yang mendekati suhu aslinya yaitu dengan error 1,27% dan ketepatan rotary encoder dalam pembacaan kecepatan motor dengan error 0,5972% maka dapat dikatakan bahwa plant sudah berjalan dengan baik. Sedangkan untuk himpunan fuzzy, error rata-rata data dari himpunan fuzzy amat sangat kecil, hal ini menunjukkan bahwa performansi dari himpunan fuzzy berjalan dengan baik. Error rata-rata yang hampir mendekati nol, yaitu 1,7 %.


Abstract

PT. Gudang Garam Direktorat Grafika is one subsidiary company of PT. Gudang Garam which engaged in packaging that is used to support the needs of production of PT. Gudang Garam both plant Kediri and Gempol. Production of PT. Gudang Garam Direktorat Grafika include outer, slop, and also box. Especially for the manufacture of boxes, necessary materials such as starch used to glue between the layers. The process of making glue in PT Gudang Garam Direktorat Grafika commonly called Glue Mixer uses some of material composition. The materials such as water, tapioca starch, borax, soda asetic, and catalysts. Mixing and weighing of such materials can be said to be semi-manually, because the process between mixing and weighing has not been integrated automatically. So that needs integration between different processes that exit in the Gue Mixer system to facilitate the operator in monitoring and control. Glue mixer process automation using PLC (Programmable Logic Controller) can facilitate the operator when the process is underway. Monitoring and control can be performed optimally. The operator can control and monitor the work processes using the system interface has been designed into HMI (Human Machine Interface). Data from sensors such as loadcell sensor, temperature sensor, rotary encoder, and current sensor is translated by the PLC to the actuator has been installed, such as dc motors, solenoid valves, and pump wiper. Fuzzy logic is used to control the viscosity of glue so that the glue viscosity is achieved in accordance with the standard. Motor speed control is used so that glue is not broken when stirred. With error data of loadcel are relatively small at 12.5% and 12.7% for loadcell 500 gr and 5 kg and LM35 temperature sensor accuracy approaching with real temperature that is with error 1.27% and a precision of rotary encoder in the motor speed measuring with error 0.5972% then it can be said that the plant has been running well. As for the fuzzy set, the average error data from fuzzy set very small, it indicates that performance of fuzzy set goes well. Average error that is almost close to zero, that is 1.7%.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Edy Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Urip Mudjiono

Program Studi : D4 - TEKNIK OTOMASI
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.