Emergency Position Messaging pada Kapal Menggunakan SMS Gateway berbasis mikrokontroler

Emergency Position Messaging on Ship Using SMS Gateway based on Microcontroller

Muhammad Islakhuddin (6911040024)


Abstrak

ABSTRAK Keselamatan penumpang dan awak kapal adalah prioritas utama. Saat ini sudah tersedia EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) menggunakan frekuensi radio akan diterima oleh satelit kemudian dilanjutkan ke Local User Terminal (LUT) untuk proses data posisi, encode, dll. Data tersebut kemudian dikirimkan ke Mission Control Centre (MCC). Pada penelitian ini, dibuat alat serupa dengan kelebihan lebih murah, menggunakan Accelerometer sebagai sensor antisipasi kapal sesaat setelah kapal capsize, dan alat ini digunakan khusus pada kapal antar selat dan kapal yang terkena jaringan handphone. Kontrol utama alat ini menggunakan Arduino. Proses otomatis menggunakan Sensor Accelerometer untuk mengirim data sumbu Y ke mikrokontroler. Kemudian GPS akan menentukan latitude dan longitude kapal capsize dengan bantuan SMS Gateway, latitude dan longitude kapal beserta nama kapal dan waktu kapal tenggelam akan dikirimkan melalui SMS ke petugas SAR. Alat ini dilengkapi juga dengan tombol manual. Dengan posisi kapal yang telah di SMS tersebut tim SAR menentukan tempat kapal tenggelam. Hasil dari penelitian Tugas Akhir ini, Alat ini dapat mengapung di permukaan air dengan massa jenis lebih kecil dari massa jenis air sebesar 0,43414947 gr/cm3, dari lima kali pengujian dengan tingkat keberhasilan 100%. Dapat membaca latitude dan longitude dengan GPS yang telah diuji di lima tempat berbeda,dengan toleransi radius sebesar 5 meter dengan keberhasilan sebesar 100%. SMS gateway mengirim SMS secara otomatis mengunakan accelerometer dengan ketentuan kemiringan point of vanishing stability sebesar ?80?^o, dari tujuh kali pengujian menghasilkan keberhasilan 100%. SMS gateway mengirimkan sinyal bahaya, nama kapal, latitude, longitude, tanggal, dan jam berupa SMS dari sepuluh kali pengujian dengan delay selama 4 detik sampai 6 detik menghasilkan keberhasilan sebesar 95%. Dapat bekerja secara otomatis menggunakan sensor air, dari lima kali pengujian dengan delay sebesar 0 detik menghasilkan keberhasilan 100%. Dapat bekerja secara manual menggunakan Push Button dari lima percobaan dengan delay sebesar 2 detik menghasilkan keberhasilan sebesar 100%. Kata kunci : Kapal, Capsize, SMS Gateway, EPIRB, Point Of Vanishing Stability.


Abstract

ABSTACT Passenger and ship crew safety is the first priority. EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) using radio frequency which is accepted by satellite and then transferred to the Local User Terminal (LUT) to processing ship position, encode data, etc. Those data will be sent to Mission Control Centre (MCC). This final project will made a resemble tool of EPIRB which is cheaper, uing accelerometer as the ship anticipation sensor at the time when the ship is going to be capsized. This tool is specially used for strait ship and sailing in handphone signal area. Major control is handled by arduino. Automatic process useaccelerometer sensor to send Y axis to microcontroller. Then GPS will decide latitude and longitude of capsized ship with SMS gateway. Next latitude and longitude of ship with ship name and sinking time will be sent by short message service to emergency team. This tool is completed by manual button. With known ship position and sinking time, emergency team can decide where is the latest position of ship Result of this research, this device can float on the water surface with smaller density than water (only 0.4341497 gr/?cm?^3), from five times testing with 100% rate of success. It also can read latitude and longitude with GPS which is already tested in five diffenrent areas with a radius tolerance of 5 meters and 100% success. SMS gateway can send short message service automatically using accelerometer with point of vanishing stability ?80?^0, of seven times testing results 100% success. Sms ateway sends a distress signal, ship name, latitude, longitude, date, and time, with ten times testing and 4-6 seconds delay, can results 95% success. It can work automatically using a water sensor, five times the test with a delay of 0 second and 100% success. It can work manually using a push button of five trials with a delay of two seconds and results 100% success. Keywords : Ship, Capsize, SMS Gateway, Microcontroller, EPIRB, Point Of Vanishing Stability.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rona Riantini
Dosen Pembimbing 2 : Catur Rakhmad Handoko

Program Studi : D4 - TEKNIK OTOMASI
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.