SISTEM KONTROL PENGGILINGAN TEBU DAN PEMANASAN NIRA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 (STUDY KASUS DI PTPN XX)

CANE MILLING AND HEATING NIRA CONTROL SYSTEMS ATMEGA MICROCONTROLLER 16 (CASE STUDY IN PTPN XX)

Fikry Yafi Masya (6910040048)


Abstrak

Pada PT. XX yang merupakan pabrik gula memiliki beberapa permasalahan yang sering dihadapi dalam mengambil sebuah keputusan untuk mematikan proses penggilingan dan konveyor diantaranya adalah sulitnya menentukan waktu tangki nira benar-benar sudah penuh atau belum dan tidak menghambat proses sehingga kerja menjadi optimal Pada pengerjaan tugas akhir ini akan dibuat system penggilingan tebu dan pemanasan nira yang dilengkapi dengan konveyor yang membawa tebu ke penggilingan, pengendalian level nira dengan menggunakan sensor ultrasonik, yang mana hasilnya akan dijadikan input dan diolah untuk menentukan proses pembandingan dengan set-point. Apabila sesuai dengan set-point maka tidak dilakukan perbaikan, apabila terdapat perbedaan maka akan di klasifikasikan berdasarkan penambahan waktu. Hasil dari penelitian ini adalah apabila sensor LDR mendeteksi tebu senilai 94 ADC akan menghidupkan konveyor dan penggiling. Selanjutnya tangki pertama yang terisi nira dari gilingan apabila penuh dan terdeteksi sensor ultrasonik senilai 29, maka akan membuka valve pertama dan dipompa menuju tangki pemananas. Nira harus dipanaskan sampai 80 derajat selsius untuk tahap selanjutnya, apabila termometer menunjukkan 38.4 valve kedua akan membuka`dan nira menuju tangki terakhir yang akan dimasukkan ke drum drum sementara untuk proses selanjutnya. Alat ini dimonitoring melalui PC menggunakan software Visual Basic.Net. yang mana hasil akhirnya diharapkan dapat menentukan secara tepat waktu penggilingan nira dan meningkatkan hasil gilingan lebih tepat dan efektif.


Abstract

At PT. XX is the sugar mills have some problems that are often encountered in taking a decision to turn off the grinding process and conveyor them is the difficulty of determining the time actually sap tank is full or not, and do not hinder the process so that the work becomes optimal. In this final project will be made systems and heating sap sugar mill equipped with a conveyor that carries the cane to the mill, juice level control using ultrasonic sensors, of which the results will be used as input and processed to determine the benchmarking process with the set-point. If in accordance with the set-point then not be repaired, if there is a difference it will be classified based on the addition of time. Results from this study is that if the LDR sensor detects cane worth 94 ADC will turn conveyors and grinders. Furthermore, the first tank filled with sap from the mill when full and detected ultrasonic sensors worth 29, it will open the first valve and is pumped into the tank pemananas. Sap must be heated to 80 degrees Celsius for the next stage, when the thermometer showed 38.4 second valve will last membuka`dan sap into the tank that will be incorporated into the drum while the drum for the next process. This tool is monitored via a PC using the software Visual Basic.Net. which is expected to determine the outcome in a timely manner and increase yields sap grinding mill is more precise and effective.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Hendro Agus Widodo
Dosen Pembimbing 2 : Didik Sukoco

Program Studi : D4 - TEKNIK OTOMASI
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.