EVALUASI SISTEM DUCTING KAMAR MESIN KMP BINAUL 150GT

Evaluation of Ducting System KMP Binaul 150GT's Engine Room

Ahmad Eko Pambudi (6812040004)


Abstrak

KMP Binaul milik Kementrian Perhubungan yang berjenis kapal ferry dengan kapasitas 150GT. Kapal ini melayani penyeberangan antar pulau di Pontianak. Kamar mesin merupakan salah satu kompartmen yang paling penting. Kamar mesin memiliki main engine yang berfungsi sebagai penggerak kapal, dan equipment penunjang lainnya seperti pompa. Saat semua equipment beroperasi, maka akan melepaskan panas ke udara, jika udara di dalam kamar mesin tidak disirkulasi akan mengakibatkan kenaikan temperatur. Berdasarkan permasalahan di atas perlu adanya analisa ventilasi udara mekanik pada kondisi desain awal. Sistem ventilasi menghasilkan aliran sirkulasi udara yang dapat mengganti udara panas dengan udara segar dari luar yang mana dapat menjaga temperatur tetap konstan. Menurut ISO 8861:1998 untuk temperatur maksimal kamar mesin adalah 45?C, sehingga diperlukan analisa menggunakan computational fluid dynamic untuk menganalisa distribusi temperatur ketika menggunakan sistem ducting yang telah terpasang. Hasil simulasi menunjukan bahwa kapasitas fan sebesar 4000cmh tidak dapat memenuhi standard temperatur yang ditetapkan oleh ISO pada kamar mesin. Nilai temperatur kamar mesin yang didapatkan dari hasil pemodelan yaitu sebesar 46 ?C, sehingga perlu memvariasi kapasitas fan, kapasitas fan 4250cmh temperatur yang didapatkan adalah 43?C, kapasitas fan 4500cmh temperatur yang didapatkan adalah 41?C, kapasitas fan 4750cmh temperatur yang didapatkan adalah 40?C, kapasitas fan 5000cmh temperatur yang didapatkan adalah 39?C, dan kapasitas fan 5250cmh temperatur yang didapatkan adalah 38?C.


Abstract

KMP Binaul owned by the Ministry of Transportation which type of ferry. This vessel serves crossings between islands in Pontianak. Engine is one of most important compartment. Engine room have main engine that serves as the main driving the vessel, and other supporting equipment such as pump. When all the equipment is operating, each equipment will release heat into air, if the air in the engine room is not recirculated will cause increase air temperatur. Based on the above problems is need for mechanical air ventilation analysis in the early design conditions. Ventilation systems generate a stream of air circulation can replace hot air with fresh air from outside which can keep the temperatur constant. According to ISO 8861: 1998 for the maximum temperatur allowed engine room is 45? C, so it is necessary to use computational fluid dynamic analysis to analyze temperatur distribution when using installed ducting system. The simulation results showed that its capacity of 4000cmh fan can not meet temperatur standards set by ISO in the engine room. Engine room temperatur that get from modelling is 46? C. So need variating fan capacity, fan with capacity 4250cmh temperatur value is 43? C, fan with capacity 4500cmh temperatur value is 41? C, fan with capacity 4750cmh temperatur value is 40? C, fan with capacity 5000cmh temperatur value is 39? C, and fan with capacity 5250cmh temperatur value is 38? C.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Muhammad Anis Mustaghfirin
Dosen Pembimbing 2 : Bambang Antoko

Program Studi : D4 - TEKNIK PERPIPAAN
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.