Analisa Hidrazin (N2H4) Sebagai Inhibitor Korosi Galvanik pada Shell and Tube Heat Exchanger (STHE)

Analysis of Hidrazin (N2H4) as a Galvanic Corrosion Inhibitor on Shell and Tube Heat Exchanger (STHE)

Fahmi Khaerul Akbar Tjais (6811040005)


Abstrak

Masalah yang timbul pada shell and tube heat exchanger (STHE) 127 PT. Waru Teknikatama adalah korosi. Korosi tersebut disebabkan dua macam logam yang berbeda material dihubungkan dalam media korosif. Untuk mengurangi laju korosi pada heat exchanger maka diberikan inhibitor hidrazin (N2H4). Dalam tugas akhir ini, dilakukan pengujian untuk membandingkan laju korosi dan efektifitas inhibisi antara spesimen SA 182-316L dengan SA 516-70 terhadap konsentrasi hidrazin (N2H4) sebesar 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Pengujian dilakukan dengan alat potensiostat. Dengan pengujian tersebut didapat nilai laju korosi melalui analisa tafel. Pengujian tersebut menunjukkan kenaikan efektifitas inhibisi bersama dengan penambahan konsentrasi hidrazin (N2H4). Hidrazin (N2H4) membentuk senyawa komplek Fe(N2H4)32 yang dapat melapisi permukaan spesimen SA 516-70 dan SA 182-316L melalui ikatan kimia. Pada konsentrasi hidrazin (N2H4) 150 ppm, laju korosi pada kedua spesimen mengalami penurunan. SA 516-70 memiliki nilai laju korosi sebesar 0,465 mm/tahun. SA 182-316L memiliki nilai laju korosi sebesar 0,087 mm/tahun. Hidrazin (N2H4) dapat digunakan sebagai inhibitor korosi pada shell and tube heat exchanger. Kata kunci : hidrazin (N2H4), korosi, heat exchanger


Abstract

Shell and tube heat exchanger 127 of PT. Waru Teknikatama has a corrosion problem. The corrosion is caused by two kind of iron with different material connected with corrosive environtment. Hidrazin (N2H4) is given into heat exchanger as inhibitor to decrease corrosion rate. The experiment was done to compare corrosion rate, effectifity of inhibition between speciment SA 182-316L and SA 516-70 with concentration of hidrazin (N2H4). Those concentration are 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. The experiment was done using potensiostat device. The result of experiment is corrosion rate by tafel analysis. The experiment indicate inceasing of effectifity of inhibition with adding of hidrazin?s concentration. Hidrazin (N2H4) develop complex compound of Fe(N2H4)32 which cover surface of specimen SA 516-70 and SA 182-316L by chemical absorbing bonding. The concentration of 150 ppm caused decrease of corrosion rate of those speciment. 0,465 mm/year is corrosion rate of SA 516-70. 0,087 mm/year is corrosion rate of SA 182-316L. Consider to this experiment, hidrazin (N2H4) deserve to be used as corrosion inhibitor on shell and tube heat exchanger. Keywords : hidrazin (N2H4), corrosion, heat exchanger


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Endah Wismawati
Dosen Pembimbing 2 : Muhammad Shah

Program Studi : D4 - TEKNIK PERPIPAAN
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.