UJI PENGARUH TEMPERATUR ASAM SULFAT TERHADAP PROSES KOROSI PADA MATERIAL SA213-TP316L TANPA DAN DENGAN PROTEKSI ANODIK (STUDI KASUS PADA HEAT EXCHANGER UNIT SULPHURIC ACID PT. PETROKIMIA GRESIK)

THE INFLUENCE TEST OF THE SULPHURIC ACID TEMPERATURE TO THE CORROSION PROCESS ON SA213-TP316L WITHOUT AND WITH ANODIC PROTECTION SYSTEM (CASE STUDY IN HEAT EXCHANGER OF SULPHURIC ACID PLANT PT. PETROKIMIA GRESIK)

Afryanda Abdiningtyas (6810040024)


Abstrak

Proteksi anodik merupakan langkah pengendalian korosi yang diterapkan pada HE E1303 di PT. Petrokimia Gresik. Beda potensial (E) yang digunakan pada proteksi anodik adalah -20mV pada kondisi temperatur asam sulfat yang masuk HE 90?C. Fakta yang terjadi temperatur operasional H2SO4 yang masuk HE E1303 bervariasi antara 95?C sampai 103?C. Sejauhmana, perubahan temperatur ini mempengaruhi laju korosi dan kerja sistem proteksi anodik berdasarkan ketebalan lapisan pelindung yang terbentuk. Teori Arrhenius (1889) menyebutkan bahwa kenaikan temperatur dapat meningkatkan ion oksigen yang terakumulasi pada larutan H2SO4 sehingga memperbesar nilai laju korosi (CR). Terkait fakta operasional HE E1303, Tugas Akhir ini mengetengahkan eksperimen untuk menguji pengaruh temperatur terhadap kecepatan korosi yang terjadi pada material tube yaitu SA213-TP316L. Hasil eksperimen juga dipergunakan untuk mencermati lapisan kromium oksida yang terbentuk dikaitkan dengan beda potensial pada sistem proteksi anodik. Eksperimen ini menggunakan metode yang disebut immersion test dengan spesimen SA213-TP316L yang memiliki luas permukaan antara 28.93cm2 sampai dengan 31.72cm2 dan asam sulfat konsentrasi 98.5%. Variabel pengujian ini adalah temperatur (90?C, 95?C, 103?C); dan beda potensial (E = -100mV, -20mV dan 50mV) pada pengujian dengan proteksi. Hasil eksperimen memperlihatkan bahwa temperatur mempengaruhi perubahan nilai (CR) pada uji tanpa dan dengan proteksi. Pada kondisi tanpa proteksi, nilai CR yaitu 0.388g/m2.h; 0.372 g/m2.h dan 1.047g/m2.h untuk masing-masing variasi temperatur. Sedangan pada kondisi dengan proteksi anodik menggunakan E= -20mV, nilai CR yang dicapai 0.065g/m2.h; 0.039g/m2.h dan 0.109 g/m2.h pada masing-masing temperatur. Pada E= 50mV, nilai CR yang dicapai tidak jauh berbeda dibanding E= -20mV. Sebaliknya, E= -100mV menghasilkan kurva CR terbalik terhadap kondisi -20mV. Kata kunci: proteksi anodik, temperatur, laju korosi, lapisan kromium oksida


Abstract

Anodic protection is a corrosion control system which is applied to the HE E1303 at PT. Petrokimia Gresik.. In this system, the voltage that is used in is -20mV and the temperature design of sulphuric acid which enter to the HE is 90?C. In fact, the temperature operation of H2SO4 reach varies from 95?C to 103?C. To what extent, the temperature conditions influence into the corrosion rate as well as anodic protection system performance based on the thickness of protective layer formed on the metal surface. The theory by Arrhenius (1889) states that an increase temperature of H2SO4 will stimulate to rise the oxygen ions accumulation; there for, the corrosion rate will rise. Related to the HE E1303 operation fact, this final project presents an experiment to prove the influence of temperature to the corrosion rate of the tube material (SA213-TP316L). This experiment also purposes to examine the chromium oxide layer formed. This experiment uses an immersion test methode with specimens of SA213-TP316L which have surface area between 28.93cm2 to 31.72cm2 and the concentration of sulfuric acid is 98.5%. For the experiment with anodic protection, the test variables are sulphuric acid temperatures (90?C, 95?C and 103?C); and the voltages of protection system (E= -100mV, -20mV and 50mV). The results of experiment prove that increasing temperature affects to the corrosion rate (CR) both without and with protection. For the experiment without protection, the numbers of CR are 0.388g/m2.h, 0.372 g/m2.h and 1.047g/m2.h for each temperature variations respectively. Meanwhile, the experiment with anodic protection (E = -20mV) gives results the number of CR are 0.065g/m2.h, 0.039g/m2.h and 0.109g/m2.h at each temperature respectively. In the meantime, the experiment with anodic protection (E = 50mV) gives results similar curve even it has different number of CR just a little. On the other hand, the experiment with anodic protection (E = -100mV) gives results opposite curve and the number of CR has significan different. Keywords: anodic protection, temperature, corrosion rate, chromium oxide.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Projek Priyonggo Sumangun
Dosen Pembimbing 2 : Ratna Budiawati

Program Studi : D4 - TEKNIK PERPIPAAN
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.