OPTIMASI DESAIN PIPA GAS BAWAH LAUT (STUDI KASUS FSB FIELD PT. PHE ONWJ)

DESIGN OPTIMATION OF SUBSEA GAS PIPELINE (CASE STUDY AT FSB FIELD PT. PHE ONWJ)

Wahyu Trihisto Vandumi (6810040013)


Abstrak

Pipeline merupakan suatu teknologi untuk mengalirkan fluida misalnya minyak, gas, atau air dalam jumlah besar dan jarak yang jauh melalui darat maupun bawah laut. Dalam proses desain pipa bawah laut, hal penting yang harus diperhatikan adalah ketebalan pipa harus mampu menahan tekanan internal maupun eksternal, kestabilan pipa pada saat berada di dasar laut, termal ekspansi, dan tegangan pada riser yang diikat dengan clamp. Metode yang digunakan untuk mendesain pipeline bawah laut ini mengacu pada code and standart ASME B31.8, ,API 5L, API RP 1111, dan DNV RP 109. Dari hasil perhitungan dan analisa didapatkan nilai ketebalan sebesar 0.374 inc untuk material API 5L Grade B dan 0.276 inc untuk material API 5L X52. Ketebalan tersebut mampu menahan tekanan internal dan eksternal yang terjadi. Dari hasil perhitungan dan analisa juga didapat nilai tebal concrete coating sebesar 0.5 inc untuk kedua jenis material, ketebalan ini mampu menjaga pipa tetap stabil dari gaya vertikal dan horisontal hidrodinamik. Besar ekspansi termal yang terjadi adalah 62 mm pada kedua jenis material, dan semua tegangan yang terjadi pada pipa riser masuk dalam persyaratan sesuai code dan standart sehingga pipeline ini aman untuk beroperasi.


Abstract

Pipeline is a technology to distributed the fluids such as oil, gas, or water in big amount and long distance through land or the sea bottom. The important thing have to considered in designing of subsea pipeline is the thickness of pipe has to withstand internal and external pressure, the stability of pipe while on the sea bottom, thermal expansion, and stress on the riser bound with support. The method used to design subsea pipeline is based on codes and standards such as ASME B31.8, API 5L, API RP 1111, and DNV RP 109 According to calculation, the thickness of pipeline that apply with the minimum requirement of codes and standards are 0.374 inc (API 5L Grade B) and 0.276 inc (API 5L X52). Both of pipe thickness able to withstand internal and external pressure happened. From result of calculation and analysis also obtained the value of thick concrete coating is 0.5 inc for both types of material. This thickness is able to maintain a pipe stable from force of vertical and horizontal hidrodinamik. Thermal expansion that occurs is 62 mm on both types of materials, and all the stress that occur on a riser pipe into the appropriate code requirements and standarts so that pipeline was safe to operate.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Adi Wirawan Husodo
Dosen Pembimbing 2 : Muhammad Muhadi Eko Prayitno

Program Studi : D4 - TEKNIK PERPIPAAN
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.