ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN HEAT TREATMENT PADA PENGELASAN SA-240 TP316L TERHADAP KEKUATAN MEKANIK DAN KOROSI INTERGRANULAR

ANALYSIS THE EFFECT OF HEAT TREATMENT ADDED FOR SA-240 TYPE316L WELDING TO MECHANICAL PROPERTIES AND INTERGRANULAR CORROSION

Puguh Pribadhi (6712040064)


Abstrak

ABSTRAK Departemen Fabrikasi PT. Petrokimia Gresik tengah melakukan pembuatan Section Reducer P-5503, material yang digunakan adalah stainless steel SA-240 TP316L. Permasalahan yang sering terjadi pada pengelasan stainless steel adalah korosi intergranular. Korosi intergranular yaitu korosi yang terjadi pada batas butir yang disebabkan oleh adanya presipitasi karbida yang terjadi pada suhu 860 ? 425oC sehingga menyebabkan berkurangnya kandungan chromium di bagian Heat Affected Zone (HAZ). Hal tersebut dapat diatasi dengan solution treatmen dan quenching pasca pengelasan. Maka dilakukan pengelasan dengan dengan solution treatment, quenching treatment, dan non treatment untuk mengetahui kekuatan mekanik dan kepekaan terhadap korosi intergranular. Untuk mengetahui kekuatan mekanik dilakukan uji tarik dan bending. Untuk mengetahui korosi intergranular dilakukan uji korosi sel tiga elektroda dan pengamatan SEM-EDX. Hasil uji mekanik semua variabel dinyatakan lolos berdasar standart ASME IX, dan dari uji tarik diketahui pengelasan non treatment memiliki nilai rata-rata yield strength, ultimate strength, dan elongation tertinggi yaitu 407,55MPa, 599,33MPa, dan 44,53%. Hasil uji korosi diketahui pengelasan dengan solution treatment memilki laju korosi terendah sebesar 0,90mmpy dan pengelasan non treatment memiliki laju korosi tertinggi sebesar 2,35mmpy. Berdasar pengamatan SEM-EDX diketahui hanya pengelasan non treatment yang mengalami korosi intergranular. Kata kunci : stainless stell, korosi intergranular, solution treatment, potensiostat, SEM-EDX


Abstract

ABSTRAK PT. Petrokimia Gresik Fabrication Departement have made Section Reducer P-5503, the material that use is stainless steel SA-240 TP316L. The problem that usually happens in stainless steel welding is intergranular corrosion. Intergranular corrosion is the corrosion that happen in grain boundary because any carbide precipitation that happen in temperature 860-460oC so causing decrease the chromium content in Heat Affected Zone (HAZ). That problem can be solved by solution treatment and quench affer welding. So doing welding with solution treatment, quenching treatment, and nin treatment to know the mechanical properties dan the sensitivity to Intergranular corrosion. To know the mechanical properties had done tensile test and bend test. To know the Intergranular corrosion had done corrosion test by the potensiostat and SEM-EDX observations. The results of mechanic test all variable are approve by ASME IX standart, and the tensile test knowed that non treatment welding have highest average of yield strength, ultimate strength, and elongation that are 407.55MPa, 599.33MPa, and 44.53%. The result of corrosion test knowed that the welding with solution treatment have lowest corrosion rate 0.90mmpy and non treatment welding have highest corrosion rate 2.33mmpy. According SEM-EDX observations knowed that only non treatment welding infected intergranular corrosion. Key word : stainless stell, Intergranular corrosion, solution treatment, potensiostat, SEM-EDX


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Muhamad Ari
Dosen Pembimbing 2 : Adhi Setiawan

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.