ANALISA PENGARUH MULTIPLE REPAIR PADA PENGELASAN BUTTERING MATERIAL SA-516 GRADE 70 DENGAN SA-240 TIPE 316L TERHADAP SIFAT MEKANIK, STRUKTUR MIKRO, DAN LAJU KOROSI

ANALYSIS OF MULTIPLE REPAIR EFFECT TO BUTTERING WELDING MATERIAL SA-516 GRADE 70 WITH SA-240 TYPE 316L ABOUT MECHANICAL PROPERTIES, MICROSTRUCTURE AND CORROSION RATE

R. Bernanda Argandhi Saputra (6712040062)


Abstrak

Dalam proses pembuatan Co-Drum pada PT. WARU TEKNIKATAMA di Sidoarjo terdapat permasalahan yang berhubungan dengan proses repair pengelasan dissimilar material yaitu antara carbon steel dengan stainless steel pada pembuatan tangki. Cacat atau discontinuitas seperti porosity, slag inclusion, crack, undercut, atau cacat lain yang dapat terjadi perlu dilakukan perlakuan repair dan pengelasan ulang namun masih dengan ketentuan standard dan syarat kebertrimaan dari sebuah product. Pengelasan ini dilakukan pada plat material SA 516 grade 70 dan SA 240 Tipe 316 L menggunakan metode las SMAW dengan posisi 1G (datar) dengan elektroda E 7018 dan E 309L. Pengelasan yang dilakukan sebanyak 3 kali yang berpedoman pada parameter pengelasan dari WPS PT.WARU TEKNIKATAMA dengan perbedaan perlakuan repair yaitu tanpa repair, repair 1x, repair 2x. Repair dilakukan hingga kedalaman 40-50% weld metal dengan pengelasan buttering sebanyak satu layer tiap joint pengelasan tanpa perlakuan panas (heat treatment). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material dengan perlakuan repair 2x memiliki kekuatan tarik maksimum paling rendah yaitu 489,82 Mpa sedangkan perlakuan repair 1x memiliki kekuatan tarik minimum paling tinggi 524.01 Mpa. Nilai kekerasan rata-rata tertinggi daerah weld metal terdapat di perlakuan repair 2 kali yaitu 231,84 HV. Di daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata tertinggi terdapat di variabel repair 2 kali dengan nilai 148,61 HV di material carbon steel dan 190,90 HV di material stainless steel. Hasil uji korosi nilai laju korosi rata rata yang paling besar terjadi pada variasi tanpa repair dengan nilai laju korosi 24,48 mm/years. Kata Kunci : Pengelasan SMAW, dissimilar material, discontinuitas, repair, mechanical properties, laju korosi


Abstract

In the fabrication process of Co-Drum at PT. WARU TEKNIKATAMA in Sidoarjo there are a problem that connecting with repair process welding dissimilar material that is between carbon steel and stainless steel in the fabrication of tank. A defect or discontinuity like porosity, slag inclusion, crack, undercut, or another defect that will happeni necessary to do repair and repeat of welding but still with a certain standard and acceptance criteria of a product. This welding create in a plate of material SA 516 grade 70 dan SA 240 type 316 L using welding method of SMAW with 1G position with electrode E 7018 dan E 309L. The welding create about 3 times that have orientation to welding parameter from WPS PT.WARU TEKNIKATAMA with a difference repair treatment that is non repair, repair 1x, repair2x. Repair have create in 40-50% weld metal with buttering welding about one layer in every joint and the welding is without heat treatment The result of this research indicate material with repair 2x have a lower ultimate tensile strength is 489,82 Mpa meanwhile repair 1x bave a higher ultimate tensile strength is 524.01 Mpa. Higher hardness average value weld metal meet in variable repair 2x is 231,84 HV. In HAZ, Higher hardness average value meet in variable repair 2x is 148,61 HV in material carbon steel and 190,90 HV in material stainless steel. The result of higher average corrosion rate is meet in variable non repair with corrosion rate is 24,48 mm/years. Keywords :welding, SMAW, dissimilar material, discontinuitas, repair, mechanical properties, corrosion rate


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mukhlis
Dosen Pembimbing 2 : Moch. Karim Al Amin

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.