ANALISA PENGELASAN DISSIMILAR MATERIAL PADA SHAFT PROPELLER KAPAL NELAYAN TRADISIONAL PANTAI UTARA JAWA UNTUK MENGURANGI BIAYA PEMBUATAN KAPAL

ANALYSIS WELDING DISSIMILAR MATERIAL ON SHAFT PROPELLER OF FISHERMAN?S SHIP IN THE COASTAL REGIONS OF NORTHERN JAVA TO REDUCE FABRICATION SHIP COST.

Ilham Arifin Pahlawan (6712040056)


Abstrak

Shaft propeller merupakan bagian penunjang kapal sebagai penyalur putaran dari mesin utama ke propeller. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat pengelasan dissimilar material pada shaft propeller kapal antara material AISI 316L dengan material ST 41 dengan tujuan dapat mengurangi biaya tiap tahunnya. Perbandingan dua variabel elektroda yaitu E 309 L dan E 6013 dengan proses SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Hasil uji tarik spesimen menunjukan rata-rata kuat tarik maksimum (?maks) spesimen variabel E 309 L sebesar 581,42 MPa dan E 6013 sebesar 599,24 MPa, uji puntir pada tahapan masing-masing waktu lama paparan korosi mengalami penurunan momen torsi, uji hardness menunjukan penurunan hardness pada variabel elektroda E 6013 baik pada middle maupun side cross section, uji makro daerah dilusi sebesar 15,7 % pada variabel E 309 L sedangkan 16,6 % pada variabel E 6013, uji mikro menunjukan penggunaan elektroda E 309 L menghasilkan lebih sedikit kemungkinan terbentuknya delta ferite pada daerah HAZ (Heat Affected Zone), uji korosi menghasilkan laju korosi galvanik akibat dari sifat stainless steel (katodik) dan carbon steel (anodik), rasio faktor yang berbeda akibat permukaan yang termakan las mempengaruhi laju korosi elektroda E 309 L sebesar 0,207 mmpy sedangkan elektroda E 6013 sebesar 0,165 mmpy. Pengelasan dengan E 6013 dapat sebagai solusi pengganti yang lebih ekonomis dari E 309 L, namun dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya korosi pada daerah HAZ stainless steel.


Abstract

Shaft propeller is one of parts in the ship that the function is transmitting rotation from engine to propeller. This research studies the effect of welding dissimilar material between AISI 316L to ST 41 in shaft that can reduce fabrication cost. Two different variables electrodes are E 309 L and E 6013 with SMAW (Shielded Metal Arc Welding) process. The results are, tensile test show average tensile strenth max (?maks) of E 309 L variable is 581,42 MPa and E 6013 variable is 599,24 MPa, torsion test show decreasing in torsion moment values every step corrosion contact time, hardness test variable E 6013 show more relativetely decrease in middle and side cross section of weld metal than values show in E 309L variable, macro test show dilution of E 309 L variable is 15,7 % and E 6013 is 16,6 %, micro test show that E 309 L electrode less posibility to create delta ferrite in HAZ (Heat Affected Zone) than E 6013 electrode, corrosion test from dissimilar material create galvanic corrosion come from stainless steel (cathodic) and carbon steel (anodic) characteristic, the rasio of area stainless steel and carbon steel take the major effect of corrosion rate with E 309 L is 0,207 mmpy and E 6013 is 0,165 mmpy. Welding process with E 6013 could be less cost substitution solution than E 309 L, but form structure of high delta ferrite in HAZ raise posibility the intergranullar corrosion.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Moh. Miftachul Munir
Dosen Pembimbing 2 : Hendri Budi K.

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.