PENGARUH MULTIPLE REPAIR PADA MATERIAL SA 516 GR 70 MENGGUNAKAN TEKNIK TEMPER BEAD WELDING DAN POST WELD HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO

INFLUENCE OF MULTIPLE REPAIR ON MATERIAL SA 516 GR 70 USING TECHNIQUES TEMPER BEAD WELDING AND POST WELD HEAT TREATMENT ON MECHANICAL PROPERTIES AND MICROSTRUCTURE

Kemal Wira Adi Jatmika (6712040024)


Abstrak

Pada proses fabrikasi pressure vessel sering terjadi kesalahan pengelasan yang tidak mudah dihindari dan bahkan bisa terjadi kesalahan pengelasan lebih dari satu kali. Maka dalam penelitian ini akan membandingkan hasil dari proses PWHT dengan hasil multiple repair dari proses Temper Bead Welding dengan metode Half Bead Technique dan Controlled Deposite Technique. Proses pengelasan dengan perlakuan PWHT tersebut dilakukan pemanasan dalam furnace dengan suhu 650oC lalu di holding time selama 1 jam. Teknik pengelasan dari hasil 2 metode diatas dibandingkan dengan beberapa pengujian melalui hasil pengujian hardness test, metallogrhpy test, dan impact. Sehingga diharapkan metodetemper bead welding bisa menggantikan proses perlakuan PWHT. Material yang digunakan adalah material yang telah dilakukan uji komposisi kimia yang akan disambung dengan butt joint. Pengelasan repair akan dilakuakan pada setiap pengelasan PWHT dan TBW. Metode pengujian yang digunakan adalah microstructure, macrostructure, hardness test, dan impact test. Hasil dari hardness test akan diolah data dengan Metode ANOVA untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidaknya karena adanya perbedaan antara jumlah repair dan metode pengelasan. Hasil dari hardness test menunjukan bahwa nilai kekerasan yang dihasilkan dua teknik pengelasan temperbead, half bead dan controlled deposite rata-rata memiliki nilai 221.3 HVN dan 231.1 HVN, pada pengelasan PWHT rata-rata nilai memiliki nilai 151.1 HVN. Menurut uji ANOVA pengelasan TBW jumlah dan metode repair tidak berpengaruh sedangkan antara teknik PWHT dan TBW jumlah dan metode repair berpengaruh pada nilai kekerasan. Pada pengujian mikro terbentuk struktur ferrite dan perlit pada setiap metode pengelasan tetepi pada pengelasan PWHT memiliki struktur yang halus dipandingkan dengan dua teknik TBW. Pada hasil impact test pada kedua metode repair temperbead welding repair dan PWHT repair yaitu dengan mengunakan selisih nilai impact yang kecil. Itu dibuktikan dengan hasil impact pada suhu ruangan. Terlihat sekali nilai impact pada proses PWHT dan Temper Bead Tachnique (TBW) jika dibandingkan dengan nilai impact yang paling jauh yaitu antara PWHT 1x 2.04 J/mm2 dan controlled deposite technique 2x 1,74 J/mm2 dengan selisih 0,32 J/mm2. Sedangkan untuk half bead technique nilai impactnya rata-rata diatas nilai controlled deposite technique sehingga keduanya bisa mengantikan proses PWHT Kata kunci: gouging, SA 516 Gr. 70, toughness, hardness, microstructure, multiple repair, temper bead welding, post weld heat treatment


Abstract

In the process of fabricating pressure vessel welding frequent errors that are not easily avoided and welding errors can occur even more than once. So in this study will compare the results of the process of repair multiple PWHT with the results of the process Temper Bead Welding method Half Bead Technique and Deposite Controlled Technique. Welding process with PWHT treatment is conducted in a heating furnace at a temperature of 650oC and at the holding time for 1 hour. Welding techniques from the two methods above in comparison to some of the test through the test results of hardness test, metallogrhpy test, and impact. So expect metodetemper welding bead can replace PWHT treatment process. The material used is a material that has been tested chemical composition to be joined by butt joint. Welding repair will be applied to each welding PWHT and TBW. The test methods used are microstructure, macrostructure, hardness test and impact test. The results of the hardness test will be processed the data with ANOVA method to determine whether or not there are significant because of the difference between the amount of repair and welding methods. The results of the hardness test showed that the hardness value generated two welding techniques temperbead, half bead and controlled deposite average value 221.3 and 231.1 HVN HVN, the welding PWHT average value has a value of 151.1 HVN. According to ANOVA test welding TBW amount and method of repair has no effect while the PWHT techniques and TBW amount and method of repair affects the value of violence. On testing micro ferrite and pearlite structure is formed on each of the welding welding method tetepi PWHT have delicate structures dipandingkan with two techniques TBW. In the impact test results on both temperbead repair welding repair method and PWHT repair that uses a difference value of a small impact. That is evidenced by the results of impact at room temperature. Look at all the value and impact on the process PWHT Temper Bead Tachnique (TBW) when compared with the impact of the most distant is between 2:04 1x PWHT J / mm2 and controlled technique deposite 2x 1.74 J / mm2 with a difference of 0.32 J / mm2. As for the half bead technique impactnya value above the average value deposite controlled technique so that they can replace the process PWHT Keywords: gouging, SA 516 Gr. 70, toughness, hardness, microstructure, multiple repair, temper bead welding, post weld heat treatment


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Bachtiar
Dosen Pembimbing 2 : Moch. Karim Al Amin

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.