ANALISA PENAMBAHAN FLOWRATE TERHADAP CACAT POROSITAS PADA ASSEMBLY FLARE STACK BANYU URIP

ANALYSIS OF FLOWRATE ADDITION FOR POROSITY DEFECT ON BANYU URIP FLARE STACK ASSEMBLY

Ahmad Fitroh Nur Sekha (6711040053)


Abstrak

ABSTRAK PT. Tuban Steel Work adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang fabrikasi. Salah satu aktivitasnya adalah pengerjaan Flare Stack untuk Banyu Urip. Flare Stack memiliki 5 segmen dengan total panjang 59 meter dan diameter 20? SCH 40. Proses pengelasan yang digunakan adalah pengelasan GTAW. Untuk pengelasan GTAW, menggunakan elektroda ER70S-6 dan jenis material yang digunakan adalah A36. Dalam proses assembly di lapangan terdapat temuan berupa cacat porosity, tepatnya pada bagian root pass dan hot pass setelah dilakukan radiography test. Cacat porosity tersebut dimungkinkan terjadi karena pengaruh dari kecepatan angin yang tinggi pada saat dilakukan proses pengelasan masing-masing segmen yang dilakukan di ketinggian. Pengelasan akan dilakukan dengan posisi 2G. Material tersebut akan dijadikan 12 joint pada 3 spesimen, 1 spesimen akan dijadikan 4 joint dan akan dilakukan pengelasan dengan 2 perlakuan yaitu pengaturan flowrate dan kecepatan angin dengan alasan untuk mengetahui perbedaan antara joint satu dengan joint yang lain pada 3 spesimen tersebut. Spesimen yang pertama dilakukan dengan proses pengelasan GTAW dengan flowrate 12 ltr/min. Yang kedua dilakukan pengelasan dengan flowrate 14 ltr/min. Dan proses pengelasan yang ketiga dilakukan dengan flowrate 16 ltr/min. Dalam proses pengelasan tersebut dilakukan 4 perlakuan kecepatan angin untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan angin yang dikeluarkan. Kecepatan angin untuk joint pertama 2.9 m/s, joint yang kedua 7.1 m/s, joint yang ketiga 13.6 m/s dan joint yang keempat adalah 17.4 m/s. Setelah pengelasan dilakukan selanjutnya akan dilakukan pengujian radiografi untuk memperoleh data dan kemudian mengetahui hasil cacat pada las-lasan. Penelitian ini dapat membuktikan bahwa proses pengelasan yang dilakukan di ketinggian akan berpengaruh pada hasil las-lasan, itu dikarenakan adanya faktor kecepatan angin yang secara signifikan masuk ke dalam las-lasan. Hasil pengelasan dengan nilai flowrate 16 ltr/min lebih baik dibandingkan dengan nilai flowrate 14 ltr/min dan 12 ltr/min. Pada hasil radiografi untuk nilai flowrate 14 ltr/min dan 12 ltr/min adalah reject dan untuk nilai 16 ltr/min adalah accept. Dapat diketahui pada hasil pengujian sangat banyak cacat pada kecepatan angin 10-15 m/s dan 15-20 m/s, dan pada nilai flowrate 12 ltr/min sangat banyak penemuan cacat, ini terjadi karena seharusnya pada kecepatan angin yang tinggi harus menggunakan flowrate 16 ltr/min atau lebih besar agar terhindar cacat pada pengelasan. Kata Kunci : Flowrate, Kecepatan Angin, Uji Radiografi


Abstract

ABSTRACT PT. Tuban Steel Work is one of the companies engaged in the field of fabrication. One of its activity is producing Flare Stack for Banyu Urip. Flare Stack has 5 segments with a total length of 59 meters and a diameter of 20 "SCH 40. The welding process used is a GTAW welding. GTAW welding use ER70S 6th electrodes and the type of material is A36. In the process of assembly in the field are found porosity defects, exactly at the root and hot pass after radiography test. The porosity defects occurred as the effect of high wind speed at the time of the welding process for each segment is performed at high altitudes. Welding will be carried out with the 2G position. The material will be used as the 12 joint on 3 specimens, one specimen will be used as 4 joint and welding will be done with 2 treatments, those are flowrate and wind speed settings to know the difference between a joint one with another joint on the third specimen. Specimen was first performed with GTAW welding process with a flowrate of 12 liters / min. The second welding process was done with flowrate of 14 liters / min. And the third welding process is done with flowrate of 16 liters / min. the welding process is carried out 4 treatments of wind speeds to determine the effect of the difference wind issued. The first joint wind speed was 2.9 m / s, the second joint was 7.1 m / s, the third joint was 13.6 m / s and the fourth joint was 17.4 m / s. After welding has done, radiographic tests will be conducted to obtain data and then to find out the result of defects in the welds. This research may prove that the welding process is carried out at height will affect the results of welds, it was due to the wind speed factor significantly entry the welds. Welds with flowrate value of 16 ltr / min is better than the flowrate value of 14 ltr / min and 12 liters / min. On radiographic results for flowrate value of 14 ltr / min and 12 ltr / min is rejected, and for a value of 16 ltr / min is accepted. It can be seen many defects on the test results at a wind speed of 10-15 m / s and 15-20 m / s, and the flowrate value of 12 ltr / min was also found many defects, this occurs because supposedly the high wind speeds have to use flowrate of 16 ltr / min or greater in order to avoid defects in welding. Keywords: flowrate, Wind Speed, Test Radiography


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Bachtiar
Dosen Pembimbing 2 : Moh. Miftachul Munir

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.