PENGARUH INTERPASS TEMPERATURE PADA PENGELASAN MATERIAL YANG TELAH MENGALAMI STRAIN HARDENING TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA SA 516- Gr 70 DENGAN MENGGUNAKAN PROSES PENGELASAN SMAW

INFLUENCE OF INTERPASS TEMPERATURE IN WELDING MATERIAL WHICH HAS STRAIN HARDENING OF THE MECHANICAL PROPERTIES ON SA-516 Gr. 70 WITH SMAW WELDING PROCESS

Ricky Lazwar Irkhami (6711040029)


Abstrak

Dalam pembuatan pressure vessel salah satu proses yang digunakan adalah proses rolling. Pada umumnya proses rolling dapat menaikan kekerasan dan menurunkan ketangguhan pada material dikarenakan terjadinya strain hardening yang menyebabkan adanya perubahan sifat mekanik. Beberapa kasus pengelasan pada material yang mengalami strain hardening kurang memperhatikan interpass temperature. Sering dijumpai karena beberapa proyek membutuhkan waktu yang cepat penyelesaiannya, pengelasan dilakukan dengan cepat sehingga pengelasan keluar dari range interpass temperature yang ditetapkan oleh prosedur. Pada kasus lain terkadang diulur-ulur pengerjaannya sehingga pengelasannya dilakukan dengan santai dan cenderung lebih lama. Dalam penelitian ini digunakan variasi interpass temperature yaitu ruangan (320C), 930C dan 2000C untuk mengetahui seberapa besar pengaruh interpass temperature pada hasil lasan serta untuk menghindari kemungkinan terjadinya crack dan memperbaiki sifat mekanik pada material yang mengalami strain hardening setelah proses pelengkungan. Hasil pengujian impact menunjukkan adanya kenaikan harga energi impak pada weld metal dan HAZ, hasil paling tinggi yaitu pada daerah HAZ pada interpass temperature 200oC dengan nilai 136,33 Joule. Hasil tersebut ditunjang oleh turunnya kekerasan pada sambungan las dengan interpass temperature 200oC yaitu 164,472 HVN di HAZ, 194,625 HVN di weld metal.


Abstract

In the manufacture of pressure vessel one of the processes that is used is the process of rolling. Generally the process of rolling can increase hardness and decrease toughness in the material because the occurrence of the strain hardening the cause the cange in mechanical properties. Some cases of welding in the material that experienced a strain hardening less notice interpass temperature. Often prevail because some projects need time quickly solving the resolution, welding performed quickly so that welding out of range interpass temperature set by the procedure. In other cases sometimes drawling the project so welding performed with casual and tend to be longer. In the study used interpass temperature variation 320C, 930C, and 2000C to find out big the influnce of interpass temperature on the result of welds, as well as to avoid the possibility of crack and repairing mechanical properties in materials that had a strain hardening after rolling proces. The impact test results showed increase in energy prices on the weld metal, highest results in HAZ with interpass temperature 200oC with 136.33 Joule. These results are supported by the decline in hardness value in the weld joint with reforming temperature 200oC is 164,472 HVN in HAZ, 194,625 HVN in weld metal.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Usman Dinata
Dosen Pembimbing 2 : Imam Khoirul Rohmat

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.