PENGARUH TEMPERATUR PREHEAT DAN INTERPAS PADA PENGELASAN ULANG REDUCER SA 106 DAN SA 53 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN

EFFECT OF PREHEAT AND INTERPASS TEMPERATURE IN MULTIPLE REPAIR WELDING PROCESS AT JOINT REDUCER SA 106 WITH SA 53 TO MIKRO STRUCTURE AND HARDNESS

Harya Pamilih (6711040027)


Abstrak

Pada proses penyambungan pipe line terutama pada penyambungan pipa dengan reducer yang menggunakan mesin las SMAW sering kali mengalami cacat pengelasan seperti retak ,incomplete penetration dan porosity. pada daerah las dikarenakan proses pengelasan dilakukan tanpa memperhatikan temperature preheat dan interpass temperature .Perbaikan pada sambungan las bisa terjadi akibat human error atau kesalahan prosedur. Untuk memperbaiki kualitas hasil pengelasan diperlukan perlakuan repair , apabila kesalahan dalam proses pengelasan dilakukan berulang kali maka perlu dilakukan multiple repair welding pada sambungan las tersebut. Akibat dari multiple repair welding yang dilakukan akan berpengaruh terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pada material uji. Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh temperatur preheat dan interpass temperatur,pada pengelasan berulang terhadap struktur mikro dan kekerasan. Dengan variasi preheat temperatur ambient dan interpass temperatur 3000C dengan preheat temperatur 800C dan interpass temperatur 2000C. Dari hasil pengujian didapatkan nilai kekerasan dengan preheat temperatur ambient dan interpas temperatur 300 0C, memiliki nilai kekerasan paling tinggi pada daerah HAZ reducer dengan diameter 2,5?? dengan nilai kekerasan sebesar 193.28 HVN. Nilai kekerasan tersebut lebih tinggi dari pada material dengan perlakuan dengan preheat temperatur 80 0C dan interpas temperatur 200 0C yang memiliki nilai kekerasan paling tinggi pada daerah HAZ reducer dengan nilai sebesar 189,89 HVN. Kata-kata kunci : temperatur interpass, temperatur preheat , repair dan nilai kekerasan


Abstract

In the process of connecting pipe line especially at the connecting pipe with a reducer that using SMAW welding machines often have welding defects such as cracks, incomplete penetration and porosity. the welding area because the process of welding is done without regard to the temperature of preheat and interpass temperature .Repair the weld joint can occur due to human error or procedural errors. To improve the quality of treatment required weld repair, if the errors in the welding process is repeated multiple times it is necessary to repair welding in the weld joint. As a result of multiple repair welding is done will affect to the microstructure and mechanical properties in material at this research. This research studied the effect of temperature on the preheat and interpass temperature, the repetitive welding on microstructure and hardness. With the variation of ambient temperature preheat and interpass temperature of 300 0C with a temperature of 80C preheat and interpass temperature of 200 0C. From the test results obtained with a hardness value of preheat temperature and the ambient temperature of 300 0C interpas, has the highest hardness values in the HAZ region reducer with a diameter of 2.5 '' with a value of 193.28 HVN violence. The hardness value higher than the material by treatment with a preheat temperature of 80 0C and 200 0C temperature interpas which has the highest hardness values in the HAZ region reducer with a value of 189.89 HVN. Keywords :interpass temperature, preheat temperature ,repair and hardness.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Muhamad Ari
Dosen Pembimbing 2 : Mohammad Thoriq Wahyudi

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.