PENGARUH VARIASI SUHU POST HEATING DAN HOLDING TIME PADA PENGELASAN KOMBINASI SMAW DAN SAW DENGAN MATERIAL SA516 GR70 TERHADAP NILAI HARDNESS DAN STRUKTUR MIKRO PADA PEMBUATAN HEAD

INFLUENCE OF POST HEATING AND HOLDING TIME VARIATION IN MATERIAL SA 516 GR70 WITH SMAW AND SAW WELDING COMBINATION JOINT TO THE HARDNESS AND MICRO STRUCTURE OF VESSEL HEAD

Moh. Rahmat Akbar Arrizqi (6711040005)


Abstrak

PT. Barata Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang fabrikasi dengan pusat workshop di Kota Gresik. Saat ini sedang mengerjakan proyek head kwali timah dari PT. MUHTOMAS untuk wadah timah panas dengan menggunakan material SA 516 Gr 70. Agar mendapat sifat mekanik yang baik. maka di perlukan proses preheating dan PWHT pada logam yang di las. Namun dari pihak customer tidak mewajibkan dilakukannya PWHT, akibatnya terjadi hydrogen induced cracking ( HIC ) dan cold cracking. Dalam penelitian ini di gunakan variasi temperature post heating dan holding time yaitu : 400OC, 500OC, dan 600OC dengan holding time 30 menit dan 60 menit setelah pengelasan ,untuk menurunkan terjadinya hydrogen induced cracking ( HIC ) dan cold cracking. Hasil pengujian macro semua spesimen menunjukkan hasil fusi pengelasan yang baik atau full penetration.Dari hasil foto mikro menunjukkan struktur dari semua specimen, tidak terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu memiliki struktur perlite dan ferrite. Namun struktur mikro pada daerah pengelasan SMAW sedikit berbeda ,Hal ini disebabkan dari proses pembentukan radius. Hasil tersebut ditunjang dengan nilai kekerasan terendah terdapat pada specimen 6 dengan variasi suhu post heating pada suhu 600OC dengan holding time 60 menit dengan nilai rata-rata hardness di base Metal ( 141.64 NHV ),weld metal SAW ( 159.23 NHV),weld metal SMAW ( 184.70 NHV),HAZ SAW ( 150.23 NHV) ,HAZ SMAW (162.16 NHV),fusion line SAW (151.73 NHV), dan fusion line SMAW (153.32 NHV). Dengan diaplikasikan suhu post heating dan holding time, terbukti mampu menurunkan nilai kekerasan dan meminimalisir terjadinya crack.


Abstract

PT Barata Indonesia is State-owned enterprises ( BUMN ) of fabrication with a workshop that centered in Gresik. Currently working on the project head ?timah kwali? of PT MUHTOMAS to crock tin with material SA 516 Gr 70. In order to get a good mechanical properties in need. the process of preheating and PWHT on metal in the weld. But the customer does not require PWHT, consequently he did happen to hydrogen induced cracking (HIC) and cold cracking. In this study used a variation of post heating temperature and holding time, that is : 400oC, 500oC and 600oC with holding time 30 minutes and 60 minutes after welding, to reduce the occurrence of hydrogen induced cracking (HIC) and cold cracking . The results of macro test all specimens showed fusion welding is good or full penetration. The microstructures are showing all specimens there are not significant difference, which have the structure of perlite and ferrite. But in the areas of welding SMAW microstructure is slightly different, because process of the formation of the radius. These results are supported by the decline in hardness of six specimen with variations of temperature post heating in temperatures with holding 600oc time 60 minutes with the average value of hardness in the base Metal (141.64 NHV), weld metal SAW (159.23 NHV), weld metal SMAW (184.70 NHV), HAZ SAW (150.23 NHV), HAZ SMAW (162.16 NHV), fusion line SAW (151.73 NHV), and the fusion line SMAW (153.32 NHV). With applied temperature post heating and holding time, proved capable of lowering the value of the violence and to minimize the occurrence of crack.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mohammad Thoriq Wahyudi
Dosen Pembimbing 2 : Tri Karyono

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.