PENGARUH REFORMING DENGAN TEMPERATUR WARM WORKING PADA KETANGGUHAN SAMBUNGAN LAS MATERIAL TIPE SA-516 Gr. 70

INFLUENCE OF REFORMING WITH WARM WORKING TEMPERATURE IN SA-516 Gr. 70 WELDING TOUGHNESS

Rizky Maulana Fauzi (6711040001)


Abstrak

Proses fabrikasi bejana tekan selalu melibatkan pengerjaan logam seperti rolling. Tidak jarang saat pengelasan sambungan memanjang pada bejana tekan menghasilkan deformasi yang membuat diameter shell tidak memenuhi standar dan akhirnya dilakukan pengerolan ulang terhadap deformasi tersebut pasca pengelasan. Akibatnya sambungan las tersebut mengalami strain hardening yang berdampak naiknya kekerasan dan kekuatan material yang berlanjut pada turunnya ketangguhan. Dalam penelitian ini digunakan variasi temperatur warm working yaitu 450 oC, 550 oC, dan 650 oC pada saat reforming terhadap deformasi untuk mengurangi dampak dari strain hardening dan meningkatkan ketangguhan impak pada sambungan las material SA-516 Gr. 70 dengan pengelasan SAW. Hasil pengujian impak menunjukkan adanya kenaikan harga energi impak pada weld metal dan HAZ. Hasil paling tinggi yaitu pada 650oC dengan nilai 144,3 Joule dan pada HAZ dengan nilai 120 Joule. Hasil tersebut ditunjang oleh turunnya kekerasan pada sambungan las dengan temperatur reforming 650oC yaitu 161,6 HVN di weld metal, 151,6 HVN di fusion line, dan 150,8 di fusion line 2 mm. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pengurangan tegangan sisa yang terjadi akibat strain hardening pada saat reforming deformasi pada temperatur 650oC.


Abstract

Pressure vessel fabrication process always involves metal work such as rolling. Longitudinal seams welding of pressure vessel usualy produce deformation which makes the diameter of the shell does not meet the requirement and eventually made repeated rolling after welding to fix the deformation. As a result, the welded joints subjected to strain hardening which affects the increase hardness and strength of material that continues to decline in toughness. In this study used warm working temperature variation 450? C, 550? C and 650?C during reform the deformation to reduce the effect of strain hardening and increase the impact toughness at the SA-516 Gr. 70 with SAW weld joint. The impact test results showed increase in energy prices on the weld metal and HAZ. Highest results at 650oC with 144.3 Joule and 120 Joule the HAZ with a value of. These results are supported by the decline in hardness value in the weld joint with reforming temperature 650oC is 161,6 HVN in the weld metal, 151,6 HVN in the fusion line, and 150,8 HVN in the fusion line 2. The condition is affected by the reduction of ressidual stress effect during reforming at 650oC.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Muhamad Ari
Dosen Pembimbing 2 : Mohammad Thoriq Wahyudi

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.