PENGARUH JUMLAH LAYER BUILD-UP PADA ALUMINIUM ALLOY FLAT BAR 6061 T6511 DENGAN PROSES GTAW TERHADAP SIFAT MEKANIK

THE INFLUENCE OF BUILD ? UP LAYER NUMBER FOR ALUMINIUM ALLOY FLATE BAR 6061 T6511 WITH GTAW PROSES FOR MECHANICAL PROPERTIES

Syafiul Adhim (6710040040)


Abstrak

ABSTRAK PT. Aweco Indosteel Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur multi-industri dengan operasi di seluruh Indonesia. Dalam proses perakitan sering terjadi kesalahan antara lain gap pengelasan yang terlalu besar maka dari itu cara salah satunya dengan proses build-up. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak proses build-up yang dilakukan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai impact serta harga kekerasan pada daerah build-up. Dan menentukan hasil build-up yang layak untuk suatu produksi dengan masalah gap yang terlalu lebar. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah material Aluminium Alloy Flat Bar 6061-T6511 dengan ketebalan material 25 mm. Pengelasan dilakukan di PT.AWECO dengan menggunakan mesin las GTAW(Gas Tungsten Arc Welding). Kampuh pengelasan yang digunakan adalah kampuh V, berserta filler metal yang digunakan yaitu ER 5183. Dalam penelitian ini menggunakan 3 pengujian untuk menentukan hasil penelitian yaitu radiography test, impact test dan hardness test. Pengujian yang dilakukan mengacu pada standart yang ditentukan. Untuk metode pengujian NDT atau uji tanpa merusak radiography test menggunakan ASME SEC V dan untuk ketentuan kriteria radiography test menggunakan ASME SEC IX. Untuk pengujian DT atau uji merusak dilakukan hardness test dan impact test mengacu pada ASME SEC IX. Dari penilitian ini dapat diketahui bahwa pada pengujian hardness didapatkan nilai kekerasan pada daerah build-up. Pada proses build-up 1 layer sebesar HVN 15.60, build-up II layer sebesar HVN 13.83, build-up III layer sebesar HVN 15.35. Pada pengujian impact didapatkan harga impact terbesar pada material I 115.5 J, material II sebesar 79.8 J, material III sebesar 107.8 J, material IV sebesar 115 J. Maka dapat diketahui bahwa nilai kekerasan menurun dari proses build-up I layer ke build-up II layer dan naik kembali pada build-up III layer. Serta mengalami penurunan pada nilai impact dari proses tanpa build-up ke proses build-up I layer naik kembali pada build-up II layer hingga pada build-up III layer. Pada pengujian hardness material tanpa proses pengelasan build-up tidak dinyatakan nilai kekerasannya, dikarenakan material tanpa proses pengelasan build-up hanya sebagai pembanding untuk material dengan pengelasan build-up I layer,II layer, dan III layer. Dan pada hasil pengujian impact, harga impact material tanpa proses pengelasan build-up memiliki harga impact tertinggi. Kata kunci : GTAW, Aluminium, Build up, Hardness test, Impact test,


Abstract

ABSTRACK Aweco Indosteel Perkasa Inc. Is a company that is involed in multi-industry manufacturing sector whith operate in Indonesia. In assembling process, same errors are often happened such as welding gap that is too wide. So that one of ways is doing Build-up process, this research is aim to know how much Build-up processis done. The prime purpose from this research is to compare Impact value and Hardness vulue in the area. In addition, this research will also be able to decide Build-up result which is appropriate to a with gap problem that is too wide. In this research, the material that is used is Aluminium Alloy Flat Bar 6061 T6511 and the thickness is 25 mm. Welding is done AWECO inc. by using welding mechine GTAW (Gas Tungsten Arc Welding). Welding wrap which is used is V wrap and filler bushing that is used is ER 5183. This research uses three trials. Those are Radiography test, Impact test, and Hardness test. The trialis based on the standard that has been decided. For the NDT trial method or testing withour deprave Radiography test uses ASME SEC V. Besides, for the provision criteria Radiography test uses ASME SEC IX. For DT trial or destructive test, we do Hardness test and Impact test that is to ASME SEC IX. From this research, it is able to be known that in Hardness test, it is able to get the Hardess value in the Build-up area. In the Build-up area 1, the layer is HVN 15.60. Meanwhile in Build-up II, the layer is HVN.83 and in Build-up III, the layer is HVN 15.35. In Impact test, it is obtained the biggest Impact value material I 115.5 J, material II is 79.8 J, material III is 107.8 J, material IV is 115 J. So, it is able to be known that the Hardness value decreases from build II layer to Build-up III layer. In Hardness test, the material without Build-up welding process is not stated the Hardness value. It is because the material without Build-up welding process is only used as benchmarking to the material with Build-up welding I layer, II layer, and III layer. Moreover, in the result of Impact test, the material Impact value without Build-up welding process has the highest Impact value. Keywords :GTAW, Aluminium, Build-up, Hardness tess,Impact tess, Radiography.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Usman Dinata
Dosen Pembimbing 2 : Tri Karyono

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.