ANALISIS VARIASI HEAT INPUT TERHADAP KEPEKAAN STRESS CORROSION CRACKING PADA PENGELASAN MATERIAL API 2W GRADE 50T DENGAN API 2H GRADE 50N PADA PROSES PENGELASAN SMAW

ANALYSIS VARIATION OF HEAT INPUT AGAINST SUSCEPTIBILITY OF STRESS CORROSION CRACKING IN WELDING OF API 2W GRADE 50T JOINT WITH API 2H GRADE 50N ON SMAW PROCESS

Arif Abdillah Harahap (6710040024)


Abstrak

Variasi posisi pengelasan menghasilkan heat input (masukan panas) yang berbeda dimana posisi pengelasan horisontal (2G) membutuhkan masukan panas paling rendah, sedangkan posisi pengelasan atas kepala (4G) membutuhkan masukan panas yang paling besar. Masukan panas yang berbeda juga mempengaruhi weld-pass karena deposit las yang dihasilkan dari setiap posisi berbeda-beda. Hal ini terjadi karena perbedaan koefisien pemuaian dan penyusutan pada material yang dilas sehingga terjadi regangan yang dapat menyebabkan distorsi dan tegangan sisa dimana tegangan ini akan mempengaruhi terjadinya stress corrosion cracking. Pada penelitian ini akan dianalisis kepekaan stress corrosion cracking pada proses pengelasan sheet metal arc welding (SMAW) dengan variasi heat input pada material mild steel API 2W Grade 50T dengan API 2H Grade 50N. Metode pengujian yang akan dilakukan untuk menganalisis terjadinya stress corrosion cracking adalah dengan menggunakan spesimen U-bend yang mengacu pada standard ASTM G 30 serta pengujian stress corrosion cracking pada lingkungan magnesium chloride mendidih dengan mengacu pada standard ASTM G 36. Pengujian penetrant dilakukan untuk mengobservasi retak yang terjadi. Dari hasil penelitian, didapatkan masing-masing posisi pengelasan menghasilkan total masukan panas yang berbeda yaitu sebesar 7,684 kJ/mm-10,625 kJ/mm, sehingga tegangan thermal yang terjadi pada masing-masing posisi pengelasan berbeda-beda. Perbedaan tegangan yang terjadi pada hasil pengelasan material mild steel API 2W Grade 50T dengan API 2H Grade 50N di berbagai posisi pengelasan, tidak mempengaruhi kepekaan stress corrosion cracking pada pengujian di lingkungan MgCl2 mendidih selama 48 jam. Namun pada rentang waktu tersebut terjadi pengikisan permukaan pada specimen U-bend material API 2W Grade 50T sebesar 0,16 mm-0,72 mm, hai ini membuktikan bahwa material API 2W Grade 50T lebih rentan terkorosi daripada material API 2H Grade 50N. Kata kunci : heat input, stress corrosion cracking, mild steel, tegangan thermal.


Abstract

Variation of welding position generates heat input of different welding positions which horizontal (2G) position requires the lowest heat input, while overhead (4G) position needs the most of the welding heat input. Different heat inputs also affect to the weld-pass of welding deposit due to variation of welding position. This occurs because of the difference in coefficient of thermal expansion and shrinkage of the material being welded so that strain can cause distortion and residual stresses. On this research will be analyzed the susceptibility of stress corrosion cracking due to variation of heat input in welding of material mild steel API 2W Grade 50T joint with API 2H Grade 50N which using sheet metal arc welding (SMAW) process. Method of testing that will be done to analyze the susceptibility of stress corrosion cracking is using U-bend specimens which refers to standard ASTM G 30 and stress corrosion cracking testing in boiling magnesium chloride solutions with refers to standard ASTM G 36. Penetrant testing will be done for observing the crack happened. From the research acquired that each welding position produce the different total of heat input about 7,684 kJ/mm-10,625 kJ/mm, so the thermal stresses happened from each welding position are different. The differences happened from welding material mild steel API 2W Grade 50T joint with API 2H Grade 50N in various welding position are not affecting susceptibility of stress corrosion cracking in boiling magnesium chloride for 48 hours. But in the span of time, the surface of the specimen has remove by chloride on material API 2W Grade 50T about 0.16 mm-0.72 mm, this proves that material API 2W Grade 50T more suscepticible than API 2H Grade 50N. Key Word : heat input, stress corrosion cracking, mild steel, thermal stress.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Wiwik Dwi Pratiwi
Dosen Pembimbing 2 : Muhamad Ari

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.