ANALISA PENGARUH TEMPERATUR POST WELD HEAT TREATMENT TERHADAP NILAI KETANGGUHAN DAN DISTRIBUSI KEKERASAN PADA MATERIAL SA- 335 GRADE 91 (9Cr1MoV)

ANALYSIS OF THE TEMPERATURE POST WELD HEAT TREATMENT EFFECT TO THE TOUGHNESS VALUE AND DISTRIBUTION OF MATERIAL HARDNESS SA-335 GRADE 91 (9Cr1MoV)

Ariqu Qolbi (6710040012)


Abstrak

ABSTRAK Kontruksi boiler pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) khususnya pada bagian superheater merupakan salah satu contoh kontruksi yang mensyaratkan kebutuhan material yang memiliki sifat mekanis yang relatif normal pada kondisi temperatur dan tekanan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka diperlukan baja paduan ( alloy steel) khususnya baja Cr-Mo sesuai dengan standart American Society of Mechanical Engineering (ASME) Section I (ASME,2010:4).Baja ini memiliki kadar karbon rendah (<0,2%) dan mengandung satu atau lebih logam logam paduan seperti nikel, chromium, manganese, molybdenum, tungsten dan vanadium, sehingga memiliki kelebihan untuk dapat dioperasikan pada temperetur dan tekanan yang cukup tinggi. Seperti contoh material yang saya pakai pada penelitian tugas akhir saya yaitu SA-335 Grade 91. Penelitian dilakukan untuk membandingkan nilai kekerasan, ketangguhan dan melihat perbedaan struktur mikro setelah material tersebut dilakukan proses PWHT dengan temperetur 650?C dan 730?C, masing masing temperature tersebut dilakukan holding time 1 jam dan 2 jam. Dari hasil penelitian yang didapatkan semakin tinggi temperature PWHT dan semakin lama waktu penahanan maka kekerasan akan semakin menurun dan nilai ketangguhan meningkat, dan nilai kekerasan paling rendah terdapat pada daerah base metal sebesar 218,4 HV, dan nilai kekerasan paling tinggi terdapat pada daerah HAZ sebesar 354 HV. Sedangkan nilai impact paling rendah sebesar 8,74 joule terdapat padi daerah takikan weld metal dan nilai impact paling tinggi sebesar 51,05 joule terdapat pada daerah takikan HAZ. Kata kunci: base metal, Boiler, HAZ, holding time, impact, Struktur mikro,super heater.


Abstract

Construction of boilers in thermal power plant (power plant), especially in the super heater is one example of construction that requires yhe need for a material that has a relatively normal mechanical properties at high temperature and pressure condition. To meet these needs will require alloy steel, especially Cr- Mo steel in accordance with the standards of he American Society of mechanical Engineering (ASME) section 1 (ASME, 2010:4) steel has a low carbon content (<0.2%) and containing one or more metal alloys such as nickel, chromium, manganese, molybdenum, tungsten and vanadium, so it has advantages for temperature and can be operated at high enough pressure. Like the example of material that I used in my final project, namely SA-335 Grade 91. The study was conducted to compare the value of hardness, toughness and look the difference in the microstructure of the material is after performed PWHT procces with temperature 650?C and 730?C, and every temperature gived holding time 1 hours and 2 hours. From the research result, more high a temperature PWHT and more longer holding time so the hardness value will be decrease and the value of toughness will be increased, and the lowest hardness value contained in the base metal area of 218,4 HV, and the highest hardness value contained in the HAZ of 354 HV. While most low impact value of 8.74 joule are local rice notch value of weld metal and maximum of 51.05 joule contained in the notch area of the HAZ. Key Word: base metal, boilers, HAZ, holding time, impact, micro structure, super heater


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mohammad Thoriq Wahyudi
Dosen Pembimbing 2 : Muhammad Mahfud

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.