PEMBUATAN KURVA PENYINARAN RADIOGRAFI X-RAY UNTUK MATERIAL BAJA DENGAN METODE IDENTIFIKASI HALF VALUE LAYER (HVL) PADA TAPER WEDGE

DESIGNING OF X-RAY RADIOGRAPH EXPOSURE CURVE FOR STEEL MATERIAL WITH HALF VALUE LAYER (HVL) IDENTIFICATION METHODS ON TAPER WEDGE

Eko Prasetyo (6709040017)


Abstrak

Pengujian radiografi x-ray adalah salah satu jenis metode pengujian tanpa merusak yang banyak diaplikasikan pada saat ini. Performa dari mesin x-ray akan mengalami perubahan seiring dengan lama pengoperasiannya. Kurva penyinaran merupakan salah satu aspek yang menunjukkan performa dari mesin x-ray. Pada penelitian sebelumnya telah berhasil dibuat kurva penyinaran menggunakan metode Half Value Layer (HVL) dan teknik penyinaran pada step wedge. Teknik penyinaran tersebut memunculkan kendala yaitu sulitnya menafsirkan nilai densitas 2 pada ketebalan tertentu. Baja tahan karat austenitik SA-240 type 304 dan baja karbon rendah SA-36 merupakan material untuk membuat step wedge dan taper wedge. Dengan menggunakan metode identifikasi HVL maka akan diperoleh suatu fungsi. Fungsi tersebut akan dijadikan acuan dalam pembuatan kurva penyinaran yang baru. Dari hasil pengujian diketahui bahwa nilai densitas 2 lebih mudah diperoleh pada taper wedge daripada step wedge. Nilai HVL baja tahan karat austenitik SA-240 type 304 yang muncul pada taper wedge untuk tegangan 160 kV adalah 2.6899 mm dan untuk tegangan 240 kV adalah 5.0078 mm. Nilai HVL baja karbon rendah SA-36 yang muncul pada taper wedge untuk tegangan 160 kV adalah 4.3255 mm dan untuk tegangan 240 kV adalah 3.32 mm. Kata kunci: kurva penyinaran, densitas 2, Half Value Layer (HVL), taper wedge, step wedge


Abstract

X-ray radiographic testing is one type of non-destructive testing method are widely applied nowadays. Performance of the x-ray machine will be change with the long operation. Exposure chart is one aspect that shows the performance of the x-ray machine. In the previous research have been successfully made using the method of Half Value Layer (HVL) and exposure technique on the step wedge. The exposure technique presents an obstacle that is difficult to interpret the density value of 2 at a certain thickness. Austenitic stainless steel SA-240 type 304 and low carbon steel SA-36 is materials to make the step wedge and taper wedge. By using HVL identification method will be obtained a function. The function will be used as a reference in making the new exposure chart. From the test results is known that the density values of 2 easier obtained at taper wedge than step wedge. HVL value of austenitic stainless steel SA-240 type 304 that appears to taper wedge for 160 kV voltage is 2.689975492 mm and for a voltage of 240 kV is 5.007812723 mm. HVL value of low carbon steel SA-36 that appears on the taper wedge for 160 kV voltage is 4.325529966 mm and for a voltage of 240 kV is 3.320060675 mm. Keywords: exposure chart, density 2, Half Value Layer (HVL), taper wedge, step wedge


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rasiawan
Dosen Pembimbing 2 :

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.