STUDI TENTANG PENGELASAN GMAW SISTEM FORCE ARC PADA MATERIAL STAINLESS STEEL SA 240 TYPE 304

STUDY OF WELDING GMAW FORCE ARC SYSTEM ON MATERIAL STAINLESS STEEL SA 240 TYPE 304

Baitur Rahman (6709040013)


Abstrak

Force arc adalah modifikasi dari spray arc yang telah dikembangkan untuk menciptakan penembusan yang baik, tidak memiliki spatter, cepat, ampere yang digunakan relatif besar, dengan keunggulan tersebut force arc dimungkinkan dapat diterapkan pada pengelasan stainless steel sebagai pengganti SMAW (Shielded Metal Arc Welding), TIG (Tungsten Inert Gas), dan sekaligus GMAW (Gas Metal Arc Welding) yang masih menggunakan spray arc. Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil visual test, uji radiografi, uji makro, uji mikro dan uji sifat mekanik yang meliputi bending, uji tarik, kekerasan pada pada material SA 240 Type 304 menggunakan filler metal ER308L dilas dengan proses pengelasan GMAW force arc dan spray arc sekaligus memvariasikan sudut kampuh V-groove butt joint dari sudut standart 60o, menjadi 45o, dan 30o untuk mengurangi heat input. Dari hasil visual test dan radiografi tidak ada perbedaan signifikan baik force arc dan spray arc, pengamatan makro didapatkan persen dilusi terbesar pada force arc sudut kampuh 30 derajat senilai 42,25 %. Pengujian mikro di weld metal pada force arc menghasilkan grain size lebih besar daripada spray arc, semakin kecil sudut semakin kecil grain zise-nya. Semua pengujian bending acceptable. pengujian tensile pada spray arc memiliki kekuatan tarik rata-rata 87501 psi, pada force arc memiliki kekuatan tarik rata-rata 91328 psi sehingga memenuhi kriteria ASME Sec IX yakni 75000 psi minimal kekuataan tarik. Nilai kekerasan semua variable masih memenuhi ASME Sec IX yakni kekerasan maksimum sebesar 210 HVN sehingga force arc sudut kampuh 30 derajat adalah paling baik sehingga dapat menguntungkan dari segi waktu, energi dan biaya.


Abstract

Force arc is modifications of spray arc that have been developed to create a good penetration, not have spatter, fast, amperage used is relatively large, with these advantages made possible force arc can be applied to stainless steel welding instead of SMAW (Shielded Metal Arc Welding), TIG (Tungsten Inert Gas), and as well as GMAW (Gas Metal Arc Welding) are still using spray arc. The study was conducted by comparing the results of a visual test, radiography test, macro test, micro test and test mechanical properties including bending, tensile test, hardness on the material SA 240 Type 304 using filler metal ER308L welded with GMAW prosess using force arc and spray arc as well as varying seam angle V-groove butt joint of a standard angle of 60o, to 45o, and 30o to reduce heat input. From the results of visual and radiographic tests no significant differences in either force arc and spray arc, macro observations found percent delusions greatest at force arc angle of 30 degrees worth of 42.25%. Micro test force arc in weld metal have larger grain size than spray arc, getting smaller angle smaller grain size. All acceptable bending test. Tensile test use spray arc has an average tensile strength 87501 psi, force arc has an average tensile strength of 91,328 psi so both meet requirements of ASME Sec IX for 75000 psi minimum tensile test. Hardness value of all variables still meet of ASME Sec IX for 210 HVN maximum hardness strengh, force arc groove angle 30 degrees is the best so can be beneficial in terms of time, energy and costs.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Soeweify
Dosen Pembimbing 2 : Usman Dinata

Program Studi : D4 - TEKNIK PENGELASAN
Angkatan : 2009


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.