Perancangan Lifting Appliance untuk Pengangkatan Pipa Pendingin dalam Air Laut pada Perairan Gresik

DESIGNING OF LIFTING APPLIANCE FOR LIFTING COOLING PIPE IN THE SEA IN GRESIK WATERS

Yanuar Fendikanata (6612040053)


Abstrak

Penanaman pipa di bawah laut difungsikan sebagai media pengalir air laut untuk mendinginkan mesin yang berada di darat. Namun, tingkat kebocoran pipa bawah laut sangatlah tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh buckling akibat beban lingkungan ataupun bocor dikarenakan kejatuhan jangkar. Untuk itu perlu dilakukan proses pernggantian pipa bawah laut. Ada berbagai metode untuk proses penggantian pipa bawah laut. Salah satunya adalah metode Tow. Namun, Metode Tow biasanya diperuntukkan untuk pipa yang panjang dan memiliki tegangan yield yang kecil. Oleh karena itu, metode Tow ini perlu dimodifikasi dengan cara menghilangkan pelampung dan mengganti dengan spreader bar.Modifikasi yang baru ini perlu dilakukan analisa agar proses instalasi berjalan lancar dan aman. Sampel pipa yang digunakan jenis A53 8 meter 8 in sched.80 Standart ASME 2010 Sec.2 yang ditanam pada perairan Gresik dengan kedalaman laut 4 meter. Proses instalasi pipa ini menggunakan dua instalasi pipa dengan menggunakan satu spreader bar dengan satu crane dan sebagai pembanding dengan dua spreader bar dengan dua crane. Hal yang perlu dilakukan adalah menghitung stress dan defleksi pipa yang terjadi dengan menggunakan metode kesetimbangan. Lalu menghitung lifting appliance, yakni sling, spreader bar, hook, dan shackle. Perencanaan equiptment ini harus dilakukan sesuai dengan batas aman dari masing-masing equiptment. Setelah itu, perhitungan stress pada padeye dan harus dibawah stress yang diijinkan. Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan software berbasis elemen hingga digunakan untuk membantu proses perhitungan lifting appliance sehingga proses perhitungan secara manual dapat diakui kevaliditasannya. Perhitungan ini menghasilkan pemodelan dengan satu spreader bar dinilai sebagai pilihan terbaik karena melihat dari segi ekonomi dan kemudahan operasional. Pemodelan ini menghasilkan stress pada pipa sebesar 6.296 MPa dan defleksi sebesar 0.169 mm. stress pada spreader bar sebesar 5.377 MPa, beban aksial sebesar 1,514 KN, dan defleksi sebesar 0.89 mm. Sling 1 diameter 5 mm tipe 6x7, hook berkapasitas 1,6 ton , shackle 1 berkapasitas 2 ton, Sling 2 berdiameter 5 mm, shackle 2 berkapasitas 2 ton, Sling 3 berdiameter 5 mm, dan shackle berkapasitas 2 ton. Desain Padeye Bottom dan Padeye Upper menggunakan main plate sebesar 8 mm dengan radius 30 mm, 2 cheek plate sebesar 4 mm dengan radius 20 mm, dan pinhole diameter 18 mm. Bearing stress sebesar 20 MPa, Shear stress sebesar 15,2 MPa, dan Tension Stress sebesar 10 MPa. Penelitian ini juga menganalisis pengangkatan keseluruhan pipa dari pemodelan satu spreader bar guna mempercepat kinerja di lapangan. Kata kunci : pipa, lifting appliance, tow


Abstract

Submarine pipe is functioned as sea water diverter?s pipe to cool the engine which is located on land. However, subsea pipeline leak rate is very high. This is caused by Buckling or crashed by anchor . It is necessary for the replacement of submarine pipelines. There are various methods for the replacement of subsea pipelines. One way of lifting pipe in the sea is a Tow method. However, Tow method is usually reserved for the long pipe and have a small yield stress. So, modifying tow methods to eliminate buoys and replace them with additional spreader bar. This modification is necessary to be analyzed so the installation process runs smoothly and safely. This calculation uses the sample pipe type A53 8 meter 8 in sched.80 with ASME standard Div. II that planted Gresik Sea with sea depth 4 meter.Instalation using a long spreader bar with a crane and as a comparison with two spreader bar with two cranes First,calculating the stress and the deflection of the pipe that with using equilibrium method. Then, Both of modeling use Lifting Appliance, There are slings, spreader bars, hook and shackle. Planning of equiptment must be done in line with the safety limit of each equiptment. Then,calculating the stress of padeye and should be less than the allowable stress. Along with advances in technology,using finite element-based software used to assist in the calculation of Lifting Appliance so that the process calculation manually can be recognized the validity. modeling with a one spreader bar is rated as the best choice because in terms of economic and operational ease. This modeling generates stress on the pipe of 6,296 MPa and a deflection is 0.169 mm. stress on the spreader bar is 5,377 MPa, the axial load is 1.514 KN, and deflection is 0.89 mm. stress on the spreader bar is 5,377 MPa, the axial load is 1.514 KN, and deflection is 0.89 mm.The diameter of Sling 1 is 5 mm, the capacity of Hook is 1.6 ton, the capacity of Shackle 1 is 2 tons, the diameter of sling 2 is 5 mm, the capacity of Shackle 2 is 2 tons, The diameter of sling 3 is 5 mm, and The capacity of shackle 3 is 2 Tons. the main plate of Bottom Padeye and Upper Padeye using thickness is 8 mm with a radius is 30 mm, 2 cheek plate with tehickness is 4mm and a radius is 20 mm, and a pinhole diameter is 18 mm. the designing generate Bearing stress of 20 MPa, Shear stress of 15.2 MPa, and Tension Stress at 10 MPa. This thesis also analyzes the overall pipe with modeling of one spreader bar to accelerate performance in the field. Kata kunci : pipe, lifting appliance, tow


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Fais Hamzah
Dosen Pembimbing 2 : Priyambodo Nur A.

Program Studi : D4 - TEKNIK DESAIN DAN MANUFAKTUR
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.