ANALISIS PENGARUH PARAMETER PROSES PEMESINAN MESIN BUBUT TERHADAP TEMPERTUR PAHAT

ANALYSIS OF PARAMETER OF LATHE MACHINERY PROCESS TO CUTTING TOOL TEMPERATURE

Ella Nur Izati Khoirina (6610040022)


Abstrak

Dalam dunia industri proses bubut merupakan bagian penting dalam bidang pemesinan, beragam bentuk dan jenis produk dapat diciptakan. Pada proses bubut pahat merupakan bagian yang memegang peran penting karena pahat adalah bagian yang berkontak langsung dengan benda kerja, beberapa kriteria yang harus dimiliki pahat, diantaranya; harus lebih keras dibanding benda kerja, tahan sifat mekanis, dan tahan aus. Keausan yang terjadi dikarenakan kekuatan atau kekerasan pahat menurun akibat tingginya temperatur selama proses pemotongan berlangsung, selama proses tersebut akan terjadi perubahan dari energi mekanik pemotongan menjadi energi panas.Pada penelitian ini dilakukan suatu analisis pengaruh parameter proses pemesinan mesin bubut terhadap temperatur pahat. Penelitian ini menggunakan metode taguchi dengan matriks ortogonal L9(34), dengan demikian dilakukan 9 kali eksperimen dengan 3 kali replikasi yang selanjutnya dilakukan analisis varians dua arah yang terdiri dari perhitungan derajad kebebasan, jumlah kuadrat, rata-rata jumlah kuadrat dan F-rasio. Selanjutnya dilakukan eksperimen konfirmasi sebagai perbandingan dari hasil analisa yang sudah didapat. Dari penelitian ini dihasilkan variasi dari parameter proses pemesinan yang terbukti dapat meningkatkan masa pakai alat potong atau pahat yakni, spindle speed 800 rpm, feed rate 0,1 mm/rev dan depth of cut 0,5 mm. Dari ketiga parameter tersebut faktor parameter spindle speed dianggap berpengaruh tetapi tidak signifikan, sedangkan yang paling berpengaruh adalah depth of cut dan feed rate. Presentase kontribusi pada masing-masing faktor parameter sebesar 40,93 % untuk depth of cut dan 36,04 % pada feed rate.


Abstract

Lathe processes is an important in industrial, various form and type of products can be created. On the lathe process cutting tool is part an important because direct contact with the workpiece, several criteria should include chisels, including; must be harder than the workpiece, hold the mechanical properties and wear resistance. Wear that occurs due to the strength or hardness decreases due to the high temperature cutting tool during the cutting process takes place, during the process there will be a change of mechanical energy into heat cutting process energy. In this research conducted an response machining parameter analysis of lathe process to cutting tool of temperature. This research uses the Taguchi method with orthogonal L9 (34), therefore experiments carried out 9 times to 3 times that replication is then performed two-way analysis of variance consisting of the calculation of degrees of freedom, sum of squares, the average sum of squares and F-ratios. Further confirmation experiments conducted as a comparison of the results of the analysis have been obtained. This research resulted from a variation of machining process parameters that are proven to increase the life of the cutting tool or chisel, spindle speed 800 rpm, feed rate of 0.1 mm / rev and depth of cut of 0.5 mm. Of the three parameters of spindle parameter considered influential factor but not significant, while the most influential is the depth of cut and feed rate. The percentage contribution of each parameter factor of 40,93 % fot depth of cut and feed rate at 36,04 %.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Muhamad Ari
Dosen Pembimbing 2 : Tri Andi Setiawan

Program Studi : D4 - TEKNIK DESAIN DAN MANUFAKTUR
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.