ANALISIS KECEPATAN POTONG, KECEPATAN PEMAKANAN DAN KEDALAMAN POTONG TERHADAP FLANK WEAR PAHAT BUBUT HSS YANG DIKARBURISING

ANALYSIS CUTTING SPEED, FEED RATE AND DEPTH OF CUT INFLUENCE OF THE CARBURIZED FLANK WEAR HSS LATHE TOOL

Bagus Ajang Barokhah (6610040009)


Abstrak

Proses pembubutan biasanya dilakukan secara sembarangan. Penggunaan parameter pemesinan bubut tidak dipedulikan sehingga terjadi berbagai kerugian. Salah satunya adalah pahat bubut yang mengalami aus. Apabila pahat mengalami aus, maka proses pemesinan pasti tidak akan maksimal. Keausan ini dipengaruhi oleh parameter pemesinan bubut, antara lain cutting speed, feed rate dan depth of cut. Keausan pahat bubut bisa dilihat dari bagian tepi pahat atau disebut juga keausan tepi (flank wear). Penelitian ini menggunakan pahat bubut HSS yang telah diberikan perlakuan surface treatment yaitu karburising. Sedangkan proses pembubutan dengan memperhatikan kombinasi faktor yang diteliti, yaitu cutting speed (21 m/min, 33 m/min, dan 50 m/min), feed rate (0,04 mm/rev, 0,06 mm/rev, dan 0,08 mm/rev) dan depth of cut (0,2 mm, 0,4 mm dan 0,6 mm). Selanjutnya pengambilan data nilai keausan tepi (flank wear) pahat bubut menggunakan alat measurescope. Untuk mengetahui parameter pemesinan yang berpengaruh dan besarnya kontribusi terhadap keausan pahat maka data dianalisa dengan menggunakan Analysis of Varians Taguchi. Hasil Analysis of Varians Taguchi pada penelitian ini menunjukkan bahwa parameter pemesinan yang paling berpengaruh terhadap keausan tepi (flank wear) pahat adalah depth of cut sebesar 51.8%, kedua adalah cutting speed sebesar 33.9% dan yang terakhir adalah feed rate sebesar 8.7%. Dengan kombinasi parameter yang optimal yaitu depth of cut 0,2 mm, cutting speed 21 m/min, dan feed rate 0,04 mm/rev yang menghasilkan nilai keausan rata-rata sebesar 0,068 mm. Kata kunci:Karburising, Keausan Tepi, Metode Taguchi, Parameter Pemesinan.


Abstract

Turning process usually do by reckless. Machining parameters of turning is not cared so make many disadvantages. One of them is lathe tool that weared. If such damage tool wear, the machining process certainly will not be maximized. Lathe tool wear can influenced by machining parameters, such as cutting speed, feeding rate, and depth of cut. Meanwhile lathe tool can be seen from the flank wear. This study uses the HSS lathe tools which has been given the treatment surface is carburising. While the turning process with base on factor combination, there is cutting speed (21 m/min, 33 m/min, and 50 m/min), feed rate (0,04 mm/rev, 0,06 mm/rev, and 0,08 mm/rev) and depth of cut (0,2 mm, 0,4 mm and 0,6 mm). Next, to take data of flank wear tool use meausurescope. To determine the effect of machining parameters and the contribution of tool wear are analysied using Analysis of Varians Taguchi. The result Analysis of Varians Taguchi from this study show that the most influentialy machining parameters toward flank wear tool is depth of cut with 51.8%, the second is cutting speed with 33.9%, and the last is feed rate with 8.7%. With the optimum combination is depth of cut 0,2 mm, cutting speed 21 m/min, and feed rate 0,04 mm/rev that result average value of flank wear is 0.068 mm. Key word : Carburising, Flank Wear, Taguchi method, Machining Parameters.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Pranowo Sidi
Dosen Pembimbing 2 : Rahandini Lukita Lestari

Program Studi : D4 - TEKNIK DESAIN DAN MANUFAKTUR
Angkatan : 2010


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.