Analisis Risiko Kebakaran dan Implementasi Pre Fire Plan pada Crude Oil Storage Tank (T.942) Pusat Pengumpul Produksi di PT.P

Fire Risk Analysis and Implementation of Pre Fire Plan on Crude Oil Storage Tank (T.942) Main Gathering Station in PT.P

Ismi Solikhatun (6512040125)


Abstrak

PT. P bergerak dibidang minyak dan gas bumi memproduksi minyak dan gas bumi untuk diolah kembali menjadi bahan baku energi. Seiring waktu, industri melakukan pembaruan plant, potensi kebakaran dapat terjadi. Dan kasus kecelakaan kebakaran tangki timbun dibeberapa industri minyak dan gas bumi sering terjadi. Sehingga perencanaan proteksi kebakaran(pre fire plan) harus dilakukan sejak dini untuk di-upgrade proteksi kebakaran sebagai langkah preventif sebelum kebakaran. Tujuan dari penelitian ini yakni analisa identifikasi bahaya kebakaran, analisis risiko untuk mengetahui frekuensi dan konsekuensi, menilai besaran risiko serta mitigasi untuk tim fire departement dalam bentuk pelaksanaan pre fire plan. Pada penelitian ini, metode kuantitatif yang digunakan adalah Quantitative Risk Analysis (QRA) pada release liquid di tangki storage minyak mentah karena bocor dengan menggunakan skenario kebakaran berupa pool fire, dan cairan tumpah yang merupakan hasil dari analisis (event tree analysis)ETA, dengan thermal radiation adalah dampak dari perhitungan konsekuensi kebakaran. Skenario awal terjadi kebakaran menggunakan analisis (Fault Tree Analysis)FTA menghasilkan basic cause yang dijadikan pertimbangan rekomendasi penanggulangan. Nilai probabilitas konsekuensi dari ETA dikalikan dengan nilai frekuensi dari data OGP didapatkan besaran risiko. Penentuan risiko dapat diterima atau tidak berdasarkan konsep ALARP dan risk matrix perusahaan. Hasil dari penelitian ini antara lain kebakaran terjadi karena kerusakan pada komponen dan sistem, serta sumber penyalaan. Nilai risiko tertinggi terjadi pada konsekuensi pool fire yang berupa dike fire dimana nilai thermal radiation sebesar 22,82 kW/m2 yang berarti dapat menimbulkan energi minimum untuk penyalaan kayu dalam paparan panjang. Kategori risiko yang didapatkan adalah risiko dapat diterima dan ditoleransi. Mitigasi dan pemberian rekomendasi untuk mengendalikan risiko diperlukan untuk mengurangi kerugian serta membuat risiko menjadi diterima. Hasil dari mitigasi pre fire plan untuk tangki yang terbakar dan pendinginan tangki sekitarnya antara lain kebutuhan suplai air sebesar 18739,43 lpm, dan 11699,11 liter untuk kebutuhan foam pada tangki, serta 34,02 lpm foam untuk pemadaman fire spill. Kata kunci: kebakaran, pre fire plan, ETA, QRA, ALARP,


Abstract

P company is engaged in oil and gas industry at the exploration and production sector that produce oil and gases to re-manner into energy raw materials. Over time, industry growth rapidly by reforming plant so that fire could occur. There are so many fire accident case in the storage tank of crude oil. So, fire protection plan(pre fire plan) should be done early in industry to be upgraded as a preventive measure before the fire occur. The purpose of this study are identifiying fire hazard, fire risk analysis to determine the frequency and consequences,as well as assess the risk mitigation for fire departement team in form of implementation of pre fire plan. In this study, used quantitative method that is Quantitative Risk Analysis (QRA) in release of liquid in crude oil storage tank due to leak by using scenario of fire in form of pool fire, and liquid spills as the result of ETA (Event Tree Analysis) with thermal radiation is the impact on the fire consequence calculation. The first fire scenario using FTA(Fault Tree Analysis) that the result as a basic cause taken into consideration mitigation recomendations. ETA consequence probability value multiplied by the frequency of OGP data amount of risk. Risk determination are acceptable or not based on the ALARP principles and enterprise risk matrix. Result of this study include a fire occurs due to damage to the components and system failure, as well as the source of ginition. The value of highest risk occurred in dike fire where the thermal radiation value is 22,82 kW/m2 which means it may cause the minimun energy to ignite wood in long exposure. Risk category consist of acceptable risk and tolerance risk. The mitigation and provision of recomendation on risk control needed to reduce losses and to make the risk becomes acceptable. The result of pre fire mitigation plan of burning tank and cooling the tank vicinity include water supply needs lpm at 18739,43 and 11699,11 liters of fix foam supply, as well as 34,02 lpm foam supply for fire spill extinguishing. Keyword : fire, pre fire plan, ETA, QRA, ALARP


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Agung Nugroho
Dosen Pembimbing 2 : Novi Eka Mayangsari

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.