Perencanaan Peningkatan Efektifitas Peralatan Unit Produksi Phonska IV Menggunakan Total Productive Maintenance (Studi Kasus : PT Petrokimia Gresik)

EQUIPMENT EFFECTIVENESS PRODUCTION UNIT IV PHONSKA IMPROVEMENT PLANNING USING TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (Case Study : PT Petrokimia Gresik)

Alvin Hosy Fahrimusa (6512040090)


Abstrak

ABSTRAK PT Petrokimia Gresik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk, bahan-bahan kimia, dan lain-lain. Dari berbagai macam jenis produk pupuk, pupuk Phonska merupakan salah satu pupuk yang bersifat majemuk yang artinya pupuk tersebut terdiri berbagai unsur yang dibutuhkan untuk kesuburan tanaman. Pada Unit Produksi Phonska IV, terdapat berbagai masalah produksi yang meliputi: tingginya produk rework, target produksi yang belum terpenuhi, serta tingginya downtime yang diakibatkan oleh kerusakan peralatan pada unit produksi tersebut. Untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Productive Maintenance (TPM) Teknik pemelihirahaan TPM merupakan suatu pengembangan dari productive maintenance yang bertujuan untuk mengukur efektifitas dalam perusahaan manufaktur dengan sistem produksi berkelanjutan yang diukur menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE digunakan untuk mengukur dan menganalisis tingkat efektifitas dari keseluruhan unit produksi. Tahap selanjutnya adalah dilakukan penentuan peralatan kritis menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Setelah diketahui peralatan kritis yang berpengaruh terhadap efektifitas unit produksi tersebut, maka selanjutnya dilakukan identifikasi losses yang menyebabkan efisiensinya rendah. Identifikasi losses tersebut dilakukan berdasarkan six big losses dan diagram pareto. Analisis penyebab terjadinya losses menggunakan fishbone diagram. Rekomendasi perbaikan dari penyebab tersebut akan dilakukan perancangan TPM plan. Nilai rata-rata OEE pada tahun 2013, 2014, dan 2015 adalah sebesar 67,956%. Dari hasil identifikasi risiko menggunakan FMEA, dapat diketahui bahwa equipment yang memiliki nilai risiko tertinggi terdapat pada granulator dengan nilai risiko sebesar 848. Hasil identifikasi six big losses dan diagram pareto didapatkan losses yang berpengaruh adalah breakdown losses sebesar 42,88% dan process defect sebesar 33,04%. Beberapa penyebab terjadinya losses tersebut antara lain: kelalaian operaor, part mesin bermasalah, serta tingginya target produksi. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan didasarkan pada konsep TPM yaitu dengan melakukan pemeliharaan mandiri oleh operator (autonomous maintenance), menambahkan predictive maintenance pada sistem pemeliharaan, mengurangi target produksi, memperbaiki dan menambah beberapa peralatan untuk meningkatkan kualitas dan mencegah cacat produksi, serta mengadakan training untuk meningkatkan skill operator. Kata kunci: FMEA, fishbone, Overall Equipment Effectiveness (OEE), six big losses, Total Productive Maintenance (TPM)


Abstract

ABSTRACT PT Petrokimia Gresik is a company engaged in a fertilizer production, chemical materials, and others. For many kinds of its fertilizer product, Phonska is one of product which has complex features. It means that Phosnka contains various nutrients required for plant fertility. In Production Unit IV Phonska, there are many production problems, such as: high rework product, production target has not been reached, and a lot of downtime caused by equipment damage. A Total Productive Maintenance (TPM) method used in this research as a preventive task to solves those problems. Maintenance technique using TPM is an improvement technique from productive maintenance used as effectiveness measurement in a manufacture company, by using continued production system which measured by Overall Equipment Effectiveness (OEE) method. OEE is used to measures and analyze the level of overall production unit effectiveness. Critical equipment affects the low effectiveness of that production unit. Critical equipment determination is using a Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). For those losses identification are using six big losses approach and pareto diagram. For Cause and effect analyze is using fishbone diagram. Recommendation for these causes is using a TPM plan. The OEE average point for 2013, 2014, and 2015 is 67,956%. By using FMEA as a risk identification conclude, that the highest risk equipment is granulator with a value of 848. By using six big losses approach and pareto diagram conclude, losses which affect are breakdown losses of 42,88% and process defect of 33,04%. Several causes for those losses are: human error, trouble in machine parts, and high production target. Improvement recommendation from analyst based on TPM concept are doing an autonomous maintenance for each worker, add some predictive maintenances in maintenance system, decrease production target, add some equipment for improve the quality especially to prevent amount of defect product, held some trainings for improve the worker skill. Keywords: FMEA, fishbone, Overall Equipment Effectiveness (OEE), six big losses, Total Productive Maintenance (TPM)


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mardi Santoso
Dosen Pembimbing 2 : Rina Sandora

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.