ANALISA EFEKTIFITAS PROGRAM BEHAVIOUR BASED SAFETY (BBS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN SAFE BEHAVIOUR PEKERJA DI PT. SPINDO UNIT IV,Tbk

THE ANALYSIS OF EFFECTIVENESS BEHAVIOUR BASED SAFETY (BBS) PROGRAM IN AN EFFORT TO IMPROVE SAFE BEHAVIOUR OF WORKERS IN PT. SPINDO UNIT IV,Tbk

Kreesna Adi Dharma (6512040070)


Abstrak

ABSTRAK PT. SPINDO Unit IV,Tbk adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang jasa pembuatan pipa baja spiral dan coating. Karena pada proses produksi menggunakan mesin dan pekerjaan di masing-masing gudang mempunyai risiko kecelakaan kerja dan potensi sumber bahaya yang berbeda-beda, maka kecelakaan kerja bisa saja terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diduga sekalipun. Kecelakaan kerja sering diakibatkan oleh perilaku tidak aman. Peningkatan pengelolaan K3 dengan memfokuskan pada unsafe behaviour menjadi salah satu cara agar kecelakaan dapat dicegah dan zero accident dapat terwujud. Berdasarkan pengumpulan data, penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan objek penelitian operator kerja mill spiral, endfacing, repair yang berjumlah 64 pekerja dan terdiri dari pekerja shift 1 dan shift 2. Program Behaviour Based Safety (BBS) menggunakan metode DOIT (Define, Observe, Intervene, Test) selama 9 minggu dengan ketentuan base-line 2 minggu, intervene 4 minggu dan follow-up 3 minggu. Objek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu experimental workers dan monitoring workers. Pengambilan data observasi menggunakan Critical Behaviour Checklist (CBC) serta penerapan surat tindak langgar sebagai bentuk intervensi dengan konsekuensi yang memberikan hasil akhir berupa reward and punishment. Hasil uji normalitas menggunakan uji statistik kolmogorov smirnov menunjukkan bahwa nilai P-value > ? (0,05) untuk masing-masing jenis pekerjaan, sehingga data yang diperoleh berdistribusi normal. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku aman antara sebelum dan sesudah intervensi pada jenis pekerjaan mill spiral, endfacing dan repair kelompok experimental workers. Hasil uji t-independent menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku aman pada jenis pekerjaan mill spiral dan repair kelompok experimental workers dengan monitoring workers. Sedangkan untuk jenis pekerjaan endfacing pada kelompok experimental workers dan monitoring workers tidak menunjukkan adanya perbedaan perilaku aman. Hasil uji regresi logistik biner pada kelompok experimental workers shift 1 dan shift 2 setelah intervensi menunjukkan variabel pendidikan berpengaruh terhadap perilaku aman dan tidak aman pekerja. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel variables in the equation experimental workers setelah intervensi shift 1 dan shift 2 yang menunjukkan usia = 0,130, pendidikan = 0,033 dan lama kerja = 0,238. Nilai sig variabel pendidikan < ? = 0,05 sehingga berpengaruh terhadap perilaku aman dan tidak aman pekerja. Kata Kunci : unsafe behaviour, behaviour based safety, critical behaviour checklist, surat tindak langgar


Abstract

ABSTRACT PT. SPINDO Unit IV,Tbk is a manufacturing company engaged in the manufacture of spiral steel pipe and coating. Because the production process using machine and work in each warehouse has risk of workplace accidents and different potential hazard, the workplace accident can be happen at any time without predictably though. Workplace accidents are often caused by unsafe behaviour. Improved management of K3 focusing on unsafe behaviour becomes one way that accidents can be prevented and zero accident can be realized. Based on collected data, this type of research is observational research with the objects of research mill spiral operator, endfacing, repair as many as 64 workers and consists of workers shift 1 and shift 2. Program Behaviour Based Safety (BBS) using methods DOIT (Define, Observe, Intervene, Test) for 9 weeks with the provisions of base-line 2 weeks, 4 weeks intervene and follow-up of 3 weeks. The object of research were divided into 2 groups: the experimental workers and the monitoring workers. Observation data retrieval using the Critical Behaviour Checklist (CBC) and the application of infringement action letter as a form of intervention by the consequences of outcomes in the form of reward and punishment. The test results of normality using kolmogorov smirnov statistical showed that the P-value > ? = 0,05 for each type of job, so the obtained data is normal distribution. Paired t-test results showed the difference between the safe behaviours before and after the intervention on the kind of work mill spiral, endfacing and repair experimental workers group. T-independent test results showed the difference of safe behaviour on the kind of work mill spiral and repair experimental workers group and monitoring workers group. While for the type of work endfacing experimental workers group and monitoring workers group showed no difference in safe behaviour. Binary logistic regression results on the experimental workers group shift 1 and shift 2 after intervention showed educational variable affect on safe behaviour and unsafe behaviour. The result can be seen in table variables in the equation experimental workers after intervention shift 1 and shift 2 who showed age = 0,130, education = 0,033 and work experience = 0,238. The value of the sig education variable < ? = 0,05 so that affect on safe behaviour and unsafe behaviour of workers. Keywords : unsafe behaviour, behaviour based safety, critical behaviour checklist, infringement action letter


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Wiediartini
Dosen Pembimbing 2 : Binti Mualifatul R

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.