Perencanaan kegiatan perawatan dengan implementasi rcm II dan identifikasi bahaya kegiatan perawatan menggunakan HIRARC pada solid mixer dan dryer

PLANNING OF MAINTENANCE ACTIVITIES BY IMPLEMENTING RCM II AND HAZARD IDENTIFICATION FOR MAINTENANCE ACTIVITIES USING HIRARC ON SOLID MIXER AND DRYER

Andit Wahyu Ardiantoko (6512040066)


Abstrak

PT. Petrosida gresik adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang formulasi pestisida, dalam proses produksinya terdapat peralatan utama yaitu solid mixer dan dryer. Terjadinya gangguan pada solid mixer dan dryer akan berpotensi menghambat proses produksi pestisida serta dapat menimbulkan ancaman bagi keselamatan di lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah dapat melakukan kegiatan pemeliharaan secara terencana sehingga meningkatkan efektifitas kerja alat serta mengurangi angka kecelakaan terhadap pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA dan RCM II Decision Worksheet. Record kegagalan dan perbaikan komponen digunakan untuk mengetahui nilai TTF (Time To Failure) dan TTR (Time To Repair). Nilai TTF dan TTR kemudian dimasukkan kedalam software weibull version 6 untuk menentukan jenis distribusi yang sesuai. Interval waktu maintenance ditentukan dengan memperhatikan biaya maintenance (CM), biaya perbaikan (CR), MTTR serta parameter distribusi setiap komponen. Perhitungan nilai keandalan dilakukan untuk mengetahui berapa lama sebuah komponen tersebut sudah tidak handal. Sedangkan HIRARC (hazard identification risk assessment and risk control) digunakan untuk mengidentifikasi bahaya pada saat maintenance solid mixer dan dryer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 52 bentuk kegagalan fungsi pada solid mixer dan dryer. Hasil penilaian risiko dengan RPN menunjukan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas dalam memberikan perawatan pada solid mixer dan dryer adalah kegagalan fungsi blade crack drum solid mixer. Penentuan interval perawatan optimal diberikan pada komponen yang mengalami scheduled restoration task dan scheduled discard task agar tindakan tersebut menjadi technically feasible untuk menurunkan konsekuensi kegagalan. Analisa resiko berdasarkan HIRARC menunujukkan bahwa hampir semua kegiatan maintenance memiliki resiko moderate dan high. Kata kunci : solid mixer dan dryer, FMEA, RCM II Decision Worksheet, HIRARC.


Abstract

PT. Petrosida gresik is a companies budged in the field of the formulation pesticide, in the process of production the main equipment that solid mixer and dryer. Interference with the solid mixer and dryer would potentially inhibit the process production pesticide and may result in a threat to safety in the workplace . The objectives of this research can control the maintenance in order to significantly increase the value of work effectivity and also reduce the number of worker accident. The method used to plan a regular maintenance called Reliability Centered Maintenance II. This method combine between qualitative analysis that includes FMEA and RCM II Decision Worksheet. Record of failures and components repair used to determine the value of TTF (Time To Failure) and TTR (Time To Repair). TTF and TTR values were inserted into weibull software version 6 to determine the appropriate type of distribution. Maintenance time interval was determined by considering the maintenance cost (CM), repair cost (CR), MTTR and distribution parameters of each component. The reliability value calculation was done to determine how long a component that is not reliable. Thus HIRARC (hazard identification risk assessment and risk control) is used to identify the hazard when the solid mixer and dryer are in maintenance service. The results of the research there are 52 known form of failures of the function at the solid mixer and dryer. The results of the risk assessment with RPN showed that critical component needs to get priority care on a solid mixer and dryer are a failures of the function of the blade crack at drum solid mixer. Determination of optimum maintenance intervals given on components that scheduled restoration task and scheduled discard task so that those action became technically feasible to decrease the consequences of failures. The risk analysis based on HIRARC shows that all most all of the maintenance activities have moderate and high risk. Key words : solid mixer and dryer, FMEA, RCM II Decision Worksheet, HIRARC


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Mey Rohma Dhani

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.