Analisis Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Pada Pekerja PT.SASMITO

Analysis Relation of Workload Againts Fatique Using NASA-TLX Method on Workers PT.SASMITO

Rio Paksi Sadewo (6512040058)


Abstrak

ABSTRAK PT.SASMITO adalah sebuah kontraktor swasta yang bergerak dibidang General Contractor, terutama untuk pekerjaan jasa konstruksi dengan kualifikasi Besar (B2) dengan ruang lingkup pada bidang Arsitektur, Sipil, Mekanikal, Electrikal, dan Tata Lingkungan. Pada umumnya, setiap proyek konstruksi (konstruksi bangunan, pembangunan infrastruktur, pembongkaran bangunan) melibatkan pekerjaan dengan risiko bahaya cukup besar. Kecelakaan sering terjadi di PT.SASMITO yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan pekerja menggunakan APD dan kelalaian pekerja saat bekerja. Kelalaian pekerja atau human error bisa diakibatkan oleh kurangnya konsetrasi pekerja akibat kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh intensitas beban kerja yang dialami oleh pekerja. Penelitian ini termasuk penelitian observational dengan objek penelitian seluruh pekerja lapangan berjumlah 51 pekerja dan terdiri dari pekerja shift normal dan panjang. Data beban kerja fisik diambil berdasarkan denyut nadi pekerja yang diukur sebelum dan sesudah pekerja bekerja menggunakan Pulse Oximeter kemudian dilakukan perhitungan Cardiovascular Load (%CVL). Beban kerja mental diambil menggunakan kuesioner NASA-TLX. Kelelahan kerja diukur menggunakan alat Reaction Timer Lakassidaya L77 sesaat pekerja selesai bekerja. Hasil uji Independent SamplesT-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara beban kerja fisik, mental, dan kelelahan yang dialami pekerja shift normal dan panjang. Nilai Pearson Correllation untuk beban kerja fisik dan kelelahan sebesar 0.505 dan P value sebesar 0.000, sehingga terdapat hubungan signifikan positif sedang antara beban kerja fisik dan kelelahan. Nilai Pearson Correllation untuk beban kerja mental dan kelelahan sebesar 0.627 dan P value sebesar 0.000, sehingga terdapat hubungan signifikan positif kuat antara beban kerja mental dan kelelahan. Hasil uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal, dan tidak terjadi autokorelasi, heterokedastisitas serta multikolinearitas. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan nilai R square sebesar 0.471. Jadi sebesar 47,1% variabel kelelahan dipengaruhi oleh variabel beban kerja fisik dan mental, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: cardiovascular load, beban kerja, kelelahan kerja, NASA-TLX


Abstract

ABSTRACT PT.SASMITO is a private contractor which enganged in the General Contractor site, especially for construction work with large qualification (B2) with scope include Architecture, Civil, Mechanical, Electrical, and Environmental Governance. Generally, every construction projects (building construction, infrastructrure development, building demolition) involve working with high risk. Accidents often occur in PT.SASMITO which caused by worker?s waywardness to using PPE and worker?s negligence while working. Worker?s negligence or human error could be caused by reduced of worker?s concentration which affected by physical and mental fatigue as effect of worker?s workload intensity. This research classified as observational research with research object all of field workers which amounted 51 workers and divided by normal and extended shift workers. The physical workload data was collected by workers pulse rate which measured before and after work using Pulse Oximeter device to be used for Cardiovascular Load (%CVL) calculation. The mental workload data was collected using NASA-TLX questionnaire. Work fatigue measured using Reaction Timer Lakassidaya L77 device in the end of shift. Result of Independent Samples T-Test explain that there is no difference between physical workload, mental workload, and fatigue which perceived by normal and extended shift workers. Pearson Correllation value between physical workload and fatigue = 0.505 and P Value = 0.000, so there is a positive medium significant correlation between physical workload and fatigue. Pearson Correllation value between mental workload and fatigue = 0.627 and P Value = 0.000, so there is a positive strong significant correlation between mental workload and fatigue. Result of assumption test shows that the data was normal distribution, there is no autocorrelation, heteroscedastisty, and multicolinearity. Result of multiple linear regression shows that R square value = 0.471. So, 47.1% of fatigue variable is affected by physical and mental workload variable, while the rest is affected by another variable. Kata Kunci: cardiovascular load, workload, work fatigue, NASA-TLX


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Binti Mualifatul R
Dosen Pembimbing 2 : Wiediartini

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.