Analisis Penerapan Metode RCM dan VSM untuk Keandalan dan Efektifitas Pada Mesin SSC di PT. PJB UBJOM Tanjung Awar-awar

Analysis RCM and MVSM Implementation Method for Reliability and Effectiveness At SSC Engineering at PT . PJB UBJOM Tanjung Awar - awar

Triartha Mangihut Simanungkalit (6512040040)


Abstrak

Mesin Submerged Scraper Conveyor (SSC) merupakan salah satu komponen mesin yang berada pada bottom ash system di PT. PJB Tanjung Awar-awar yang berfungsi untuk memindahkan abu berat dan kerak dari Furnace menuju ke ash silo. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kegiatan maintenance pada mesin SSC, menganalisis aktivitas value added dan non value added pada proses perawatan yang dilakukan, membuat perbaikan proses perawatan dengan future state map, dan menentukan usulan prosedur perawatan untuk meningkatkan efisiensi perawatan. Penelitian ini menggunakan metode RCM II dan Value Stream Mapping (VSM) serta prinsip 5S. Hal pertama yang dilakukan adalah mencari penyebab kegagalan menggunakan FMEA. Record kegagalan dan perbaikan komponen digunakan untuk mengetahui nilai TTF dan TTR, kemudian diolah di software weibull 6 untuk mencari nilai MTTF dan MTTR. Interval waktu maintenance memperhatikan biaya maintenance (CM), biaya perbaikan (CR), MTTR serta parameter distribusi setiap komponen dan kegiatan perawatan menggunakan metode RCM II. Perhitungan nilai keandalan dilakukan untuk mengetahui berapa lama sebuah komponen sudah tidak handal. Hal kedua yang dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap aktivitas perawatan komponen penyusun mesin SSC. Selanjutnya melakukan penggambaran aktivitas perawatan komponen mesin dalam bentuk Current state mapping dan identifikasi penyebab perawatan kurang efektif dilakukan dengan diagram sebab akibat. Selanjutnya melakukan penggambaran future state maping tanpa ada delay pada Future State Map tersebut. Aktivitas value added adalah aktivitas untuk memperbaiki komponen mesin yang mengalami kerusakan (MTTR). Sedangkan aktivitas non value added adalah aktivitas yang diperlukan untuk memulai aktivitas perawatan setelah diketahui adanya kerusakan atau aktivitas untuk melakukan pengorganisasian sumberdaya, Mean Time To Organize (MTTO) dan pemeriksaan apakah mesin telah berfungsi sebagaimana mestinya, Mean Time To Yield (MTTY). Penyebab kurang efektifnya sistem perawatan terdiri dari beberapa faktor seperti manusia, mesin, material, metode dan lingkungan. Efisiensi perawatan mengalami peningkatan berkisar antara 5% hingga 7%. Peningkatan ini terjadi ketika delay yang ada dalam proses perawatan dapat dihilangkan dengan menerapkan rekomendasi perbaikan yang diberikan berupa penerapan 5S dan SOP perbaikan mesin SSC. Kata Kunci : Mesin SSC, FMEA, RCM II, VSM, dan 5S


Abstract

Submerged Scraper Conveyor (SSC) is one component of the machine that is at the bottom ash system in PT. PJB Tanjung Awar-awar which serves to move the heavy ash and slag from the furnace leading to the ash silo. This study aims to plan maintenance activities on the machine SSC, analyzing the activity of value added and non value added in the treatment process is carried out, making the treatment process improvement with the future state map, and determining the proposed maintenance procedures to improve the efficiency of treatment. This study uses RCM II and Value Stream Mapping (VSM) and the principles of 5S. The first thing to do is to find the cause of the failure using FMEA. Record of failure and repair the components used to determine the value of TTF and TTR, then processed in software weibull 6 to find the value of MTTF and MTTR. The time interval maintenance at the costs of maintenance (CM), the cost of repair (CR), MTTR and distribution parameters for each component and maintenance activities using RCM II. The reliability value calculation is done to determine how long a component is not reliable. The second thing to do is make observations on the composition of engine maintenance activity SSC. Next to the depiction of machine components maintenance activity in the form of Current state mapping and identifying the causes of less effective treatment is done with a causal diagram. Next to the depiction of the future state mapping without delay on the future state map. Value added activity is an activity to repair the damaged engine components (MTTR). While the non-value added activities are activities required to initiate maintenance activities once it is known to damage or activity to organize resources, Mean Time To Organize (MTTO) and checks if the machine is functioning as it should, Mean Time To Yield (MTTY). The cause of the lack of effective treatment system consists of several factors such as human, machine, material, method and environment. Increased efficiency of care ranging from 5% to 7%. This increase occurred when the delay is in the process of care can be eliminated by implementing improvement recommendations given in the form of implementation of 5S and SOP SSC engine repairs. Keywords: SSC Engineering, FMEA, RCM II, VSM and 5S


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Eko Julianto
Dosen Pembimbing 2 : Anda Iviana Juniani

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.