PENERAPAN METODE LAYER OF PROTECTION ANALYSIS (LOPA) PADA HYDROGEN PLANT (STUDI KASUS : PT INDONESIA POWER UP. PERAK-GRATI)

APPLICATION OF LAYER OF PROTECTION ANALYSIS (LOPA) METHOD AT HYDROGEN PLANT (CASE STUDY : PT INDONESIA POWER UP PERAK-GRATI)

I Made Aditya Dharma Putra (6512040027)


Abstrak

ABSTRAK PT Indonesia Power UP Perak-Grati merupakan pembangkit listrik yang memiliki kapasitas total 764.08 MW. PT Indonesia Power UP Perak-Grati memiliki common area yang berfungsi pendukung proses produksi. Salah satu bagian pada common area adalah H 2 (hydrogen) Plant. H2 plant merupakan tempat produksi gas hidrogen (H 2 ) melalui proses elektrolisis air. Gas hidrogen sangat berbahaya karena bersifat sangat mudah terbakar pada konsentrasi 4-75% dan menjadi mudah meledak pada konsentrasi 18,3-59% di udara. H2 plant memiliki safeguard untuk mencegah terjadinya risiko bahaya sesuai fungsinya. Jika terjadi kegagalan pada safeguard dalam menghadapi risiko bahaya maka dapat menimbulkan kerugian. Karena itu diperlukan suatu kajian untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menganalisis risiko, dengan tujuan untuk mengetahui kecukupan safeguard. Penelitian ini menerapkan metode Major Hazards Analysis (MHA) dalam mengidentifikasi seluruh potensi bahaya beserta nilai risikonya, sedangkan metode Layer of Protection Analysis (LOPA) digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi kecukupan perlindungan yang sudah ada dalam menghadapi risiko bahaya. Analisis LOPA digunakan bedasarkan risiko bahaya yang memiliki kategori risiko terburuk (ekstrem). Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada H2 plant yang terbagi dalam 9 node terdapat 71 risiko bahaya dengan 11 risiko bahaya kategori rendah (hijau), 13 risiko bahaya kategori moderat (biru), 35 risiko bahaya kategori tinggi (kuning) dan 12 risiko bahaya kategori ekstrem (merah). Berdasarkan analisis LOPA terhadap risiko terburuk diperoleh 2 risiko termasuk dalam level very high zone, 7 risiko termasuk dalam level high zone, dan 3 termasuk dalam level moderate zone atau dapat ditolerir. Rekomendasi yang dapat dilakukan pada risiko dengan level very high zone dan level high zone berupa penambahan IPL tambahan, yaitu : SIS loop dan safety interlock. Bentuk SIS loop yang digunakan adalah sistem kontrol level ketinggian air. Penambahan dilakukan dengan tujuan mengurangi frekuensi skenario. Selain itu, perawatan secara berkala dan penerapan prosedur pengoperasian H 2 plant secara benar perlu dipertimbangkan agar mencegah terjadinya kegagalan yang dapat menimbulkan kerugian. Kata kunci : H2 plant, IPL, LOPA, MHA, Risiko, SIS loop, Safety interlock


Abstract

ABSTRACT PT Indonesia Power UP Perak-Grati is power plants that have a total capacity of 764.08 MW. PT Indonesia Power UP Perak-Grati have a common area that serves to support the production process. One section on the common area is H 2 (hydrogen) Plant. H 2 plant is a production of hydrogen gas (H 2 ) through the process of electrolysis of water. The hydrogen gas is very dangerous because it is highly flammable on the concentration of 4-75% and become explosive on the concentration of 18,3-59% in the air. H2 plant has safeguards to prevent the risk of hazards according to its function. If there is a failure in the safeguard in the face of the risk of hazards it can cause losses. So it is important to make a research to identify hazards and analyze risks, in order to determine the adequacy of safeguards. This research applies method of Major Hazards Analysis (MHA) in identifying all potential hazards and their risk category, while the method of Layer of Protection Analysis (LOPA) is used to analyze and evaluate the adequacy of protection which already exists in the face of hazards. Analysis of LOPA used based on the risk of hazards that has the worst risk category (extreme). From the results of this study showed that the H2 plant is divided into nine nodes there are 71 risk of hazard with 11 risk of low category (green), 13 risk of moderate category (blue), 35 risk of high category (yellow) and 12 risk of extreme category (red). Based on the analysis of LOPA to the worst risk category obtained 2 risks included in the very high level zone, 7 risk included in the high level zone, and 3 included in the moderate levels zone or can be tolerated. Recommendations that can be done on the risk with very high level zone and the high zone in the form of adding additional IPL, namely: SIS loop and a safety interlock. The form of SIS loop that is used is the height of the water level control system. Addition of conducted with the purpose of reducing the frequency of scenario. In addition, regular maintenance and implementation of operating procedures correctly H 2 plant should be considered in order to prevent the failure of which may result in losses. Key words : H2 plant, IPL, LOPA, MHA, Risk , SIS loop, Safety interlock


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Binti Mualifatul R
Dosen Pembimbing 2 : Rona Riantini

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.