Analisis Upaya Pengasaman Scaling Silika Pada Jalur Re-Injeksi Brine Panas Bumi Menggunakan Asam Fluorida (HF) (Studi Kasus : PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu Unit 1 dan 2)

Analysis of Scaling Silica Acidizing in Re-Injection Geothermal Brine Line Using Hydrofluoric Acid (HF) (Case Study: PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu Unit 1 and 2)

Deris Eko Saputro (6512040023)


Abstrak

Peningkatan kebutuhan akan energi dan menipisnya persediaan minyak dunia, telah memacu berbagai negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak. Salah satu alternatif yang mulai dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan energi adalah dengan memanfaatkan energi panas bumi. Namun energi tersebut memiliki problematika yang sering ditemui yaitu scaling silika yang dapat mengganggu hingga menyababkan kegagalan safety device. Hal tersebut menyebabkan potensi bahaya mengingat fluida yang mengalir pada Jalur injeksi brine adalah fluida panas dengan temperatur dan tekanan cukup tinggi sehingga perlu dilakukan penanganan segera pada problematika ini. Dilihat dari berbagai aspek salah satu metode yang paling efektif untuk mengatasi masalah scaling ini adalah dengan metode kimiawi yaitu melakukan pengasaman menggunakan Hydrofluoric acid (HF). Hal ini disebabkan zat kimia HF memiliki karakteristik unik yaitu sangat reaktif dengan SiO2 dan sangat mudah didapatkan dipasaran serta harganya yang relatif murah. Namun penggunaan asam HF dilain sisi juga meningkatkan laju korosi pada meterial jalur re-injeksi. Oleh karena itu pemilihan konsentrasi penggunaan HF harus tepat sehingga dapat optimal melarutkan kerak namun tidak merusak dan memperpendek umur material. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi asam HF sebesar 5%, 10% dan 15%. Pada penelitian ini didapatkan HF dengan konsentrasi 15% yang paling optimum digunakan dalam pengasaman silika. Hal ini dikarenakan kemampuannya dalam melarutkan kerak paling besar dibanding konsentrasi lainnya yaitu sebesar 21%. Penambahan laju korosi pada material jalur re-injeksi dengan konsentrasi 15% masih dapat ditoleransi yaitu sebesar 0.647216 mm/y dan mengakibatkan material masih dapat bertahan selama kurang lebih 4.635238 tahun


Abstract

Increasing of energy demand and decreasing of oil supplies in the world have forced many countries, including Indonesia, to reduce oil dependency. One of alternative that is considered to fulfill energy demand is exploiting geothermal energy. However, geothermal energy has several problems. The common problem is silica scaling that disturb process and cause safety device failure. It cause hazards because the fluid flowing in brine injection line is hot fluid with high temperature and pressure, so it has to be solved. Based on many aspects, one of the most effective method to solve the scaling is using chemical method with Hydrofluoric acid (HF). In chemical materials, HF has unique characteristics such as reactive with SiO2, can be obtained easily, and cheap enough price. Nevertheless, HF has side effect. It cause increasing of corrosion rate in re-injection line material. So, it should do an action to select a right concentration for the optimum condition that can?t damage and shorten material?s life time. HF concentrations which is used in this research divided into three part are 5%, 10% and 15%. In this research, it was found that HF with 15% concentration is the most optimum condition to acidize the silica scaling. This is because it has the best capability to dissolve the crust than another. It?s capability is about 21% with 0.647216 mm/y value of increasing corrosion rate. Based on the research known that the materials can survive about 4.635238 years.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Adhi Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Agung Nugroho

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.