STUDI PEMANFAATAN LIMBAH STEEL SLAG SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN BETON NORMAL UNTUK JALAN BETON DI PT. F

UTILIZATION OF STEEL SLAG WASTE AS AN ALTERNATIVE NORMAL CONCRETE MIX FOR MAKING CONCRETE ROAD AT PT. F

Faradila Ajeng Gandika Putri (6512040011)


Abstrak

PT F. merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Industri Steel Billet, dan Wire Rods. Steel slag merupakan salah satu limbah yang dihasilkan selama PT. F berproduksi. Berdasarkan uji TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedure) dan uji LD50 (Lethal Dose 50), steel slag di PT. F bukan merupakan limbah B3 tetapi memiliki sifat slighty toxic. Untuk mengatasi limbah steel slag, PT. F melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola limbah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proporsi campuran beton yang tepat, kualitas beton yang dihasilkan, dan biaya dalam pembuatannya. Komposisi limbah steel slag yang digunakan dalam pembuatan beton sebagai pengganti kerikil sebesar 0%, 10%, 15%, 25%, dan 50%. Penelitian ini membuat benda uji dibuat sebanyak 6 buah untuk setiap presentase komposisi limbah steel slag dengan ukuran benda uji ? 15 cm dengan tinggi 30 cm. Pengujian pada beton meliputi kuat tekan, resapan air dan uji TCLP dan dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, didapatkan proporsi campuran beton yang tepat yaitu dengan kebutuhan semen sebesar 325 kg, pasir sebesar 951,8625 kg, kerikil dan steel slag sebesar 1163,3875 kg, dan air sebesar 139,75 l. Dari campuran beton tersebut, dihasilkan beton dengan kualitas yang baik dan aman bagi lingkungan, dengan biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan beton dalam segi material sebesar Rp. 1.326.565. 157,-/ 1.547,2 m3, dimana beton dengan steel slag lebih ekonomis daripada beton hanya dengan kerikil. Kata Kunci: Beton, Steel slag, Pengolahan Limbah, Proporsi Campuran Beton


Abstract

PT F. is a company engaged in the field of Industrial Steel Billets, and Wire Rods. Steel slag is a waste generated during PT. F production. Based on the TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedure) and test LD50 (Lethal Dose 50), steel slag in PT. F was not hazardous waste but had slighty toxic characteristic. PT. F cooperates with hazardous waste manager to manage steel slag. Because of this, ths study analyzed proportion of concrete appropriately, the result of concrete quality, and the cost of concrete production . The composition of waste steel slag used in concrete mix as a substitute of gravel at 0%, 10%, 15%, 25% and 50%. This study, the specimen was made as many as six pieces for each percentage composition of steel slag waste and size of the specimen ? 15 cm with a height of 30 cm. The testing of concrete include compressive strength, water absorption and TCLP test when the concretes had 28 days old. The result of this study showed that best proportion of concrete mix at 325 kg of cement According from analysis, result from proportion of concrete mix appropriately with 325 kg of cement, 951.8625 kg of sand, 1163.3875 kg of gravel and steel slag, and 139.75 l of water. This concrete mix produced with good quality and safe for the environment, and the costs for concrete production were Rp. 1.326.565.157,-/ 1.547,2 m3, where concrete with steel slag was more economical than concrete only with gravel. Keywords: Concrete, Steel slag, Proportion Concrete Mix, Waste Treatment


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Fitri Hardiyanti
Dosen Pembimbing 2 : Vivin Setiani

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.