ANALISA PERFORMANCE MAINTENANCE dan PERENCANAAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA LINI PRODUKSI FILLING LINE Z-1 (Studi Kasus : PT.X)

PERFORMANCE MAINTENANCE ANALYSIS and TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PLAN AT PRODUCTION LINE FILLING LINE Z-1 (Case Study : PT.X)

Aflah Mas'ud Husen (6512040005)


Abstrak

PT. X merupakan salah satu industri perusahaan pengolahan oli bekas menjadi oli baru. PT. X sudah menerapkan sistem perawatan preventive Maintenance (PM) dan corrective maintenance (CM), namun permasalahan masih sering muncul dibagian lini produksi. Permasalahn seperti masih adanya breakdowntime, frequensi breakdown yang cukup besar dan product defect yang terdapat pada bagian lini produksi utamanya filling line z-1 PT.X. Sehingga perlu adanya langkah pengukuran performance maintenance pada filling line z-1, serta diperlukan langkah yang efektif dan efisien dalam pemeliharaan mesin untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah TPM. Tahap pertama pada penelitian ini adalah mengukur performance maintenance pada filling line z-1. Pengukuran performance maintenance digunakan untuk melihat tingkat maintenance yang sudah diterapkan yang mencakup nilai MTBF (mean time between failure),MTTR (mean time to repair), dan availability. Tahap berikutnya perlu adanya identifikasi penyebab dominan terjadinya breakdowntime pada mesin-mesin di filling line z-1, untuk mengidentifikasinya menggunakan diagram pareto dan fishbone diagram. Tahap terakhir adalah memberikan rekomendasi perbaikan dari penyebab dominan tersebut dan ditarik dalam 8 pilar TPM yang disebut dengan TPM Plan, disertai dengan skema pelaksanaan TPM untuk memperjelas langkah dalam pelaksanaan TPM. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pada tahun 2015 (Januari-Desember). Hasil perhitungan performance maintenance menunjukkan nilai MTBF dan MTTR pada filling line z-1 belum terdapat kestabilan angka, sehingga perlu adanya identifikasi yang lebih lanjut dan evaluasi terutama terhadap sitem maintenancenya. Sedangkan untuk nilai availability filling line z-1 selama tahun 2015 (Januari-Desember) dapat dikatakan sangat baik, karena semua berada diatas 90% yang mana merupakan standart world class OEE. Rekomendasi perbaikan terjadinya penyebab dominan dimasukkan dalam TPM plan dan rekomendasi cara pelaksanaan TPM dapat dilihat pada skema impelementasi TPM. Kata kunci: fishbone diagram, pareto, performance maintenance, Total Productive Maintenance (TPM)


Abstract

PT. X is one of the industrial companies processing used oil into new oil. PT. X has implemented a preventive maintenance (PM) and corrective maintenance (CM) as their maintenance system, but the problems are still often occur on the production line. The problem is such as the persistence of the breakdowntime, frequency breakdown is high enough and product defect found on the main production line filling line z 1 PT.X. Thus it is needed for performance maintenance measurement step in the filling line z-1 as well as the necessary effective and efficient steps in the maintenance of the machine to prevent and resolve the issue. The method used in this research is the TPM. The first step of this study is to measure the performance of maintenance on the filling line z-1. Performance maintenance measurement used to see the level of maintenance that has been applied which includes the value of MTBF (Mean Time Between Failure), MTTR (mean time to repair), and availability. The next step its necessary to identify the dominant cause of the breakdowntime occurrence on the machines in the filling line z-1, Pareto diagrams and fishbone diagrams is used to identify them .The last step is giving recommendations for improvement of the dominant causes and drawn the 8 pillars of TPM called TPM Plan, accompanied by TPM implementation scheme to clarify the steps in the implementation of TPM. The data used in this research is data in 2015 (January to December). The result of performance maintenance calculation show that MTBF and MTTR values on the filling line z-1 has not been found stability numbers, so the need for further identification and evaluation system especially for their maintenance. As for the filling line availability value z-1 during the year 2015 (January to December) can be said to be very good, because all is above 90% which is a world class standard OEE. Recommended fixes the dominant cause included in TPM plan and recommendations for the implementation of TPM can be seen in the scheme of implementation of TPM. keywords : fishbone diagram, pareto, performance maintenance, Total Productive Maintenance (TPM)


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Wiediartini

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.