ANALISA PENYEDIAAN SPARE PART PADA KOMPONEN KRITIS HRSG DENGAN METODE FMECA DAN EOQ DI PT. INDONESIA POWER UP PERAK-GRATI

ANALYSIS PROVISION SPARE PART OF CRITICAL PART HRSG FMECA METHOD AND EOQ IN PT. INDONESIA POWER UP PERAK-GRATI

Gilang Wahyu Nugroho (6512040003)


Abstrak

PT Indonesia Power (IP) adalah sebuah anak perusahaan PLN yang menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik. Berdasarkan company profile Block I C/C (Combine Cycle) menghasilkan daya out put ST : 1 x 159,58 MW dan GT : 3 x 100,75 MW dan mulai beroprasi beroperasi tahun 1996. Berdasarkan Risk Mapping Report 2015 yang dikeluarkan oleh PT. Endura Indonesia, mewajibkan dilakukannya kajian mengenai pengadaan critical part. PT. Endura member prioritas ke 3 (membutuhkan investasi jangka panjang) pada temuan ini. Sehingga harus dilakukan analisa dalam 6 sampai 24 bulan setelah dilakukannya audit. Adanya cadang spare part akan memastikan bahwa peralatan yang rusak diganti dalam waktu singkat untuk meminimalkan down time selama gangguan. Analisa mengenai penyediaan komponen pengganti tidak mungkin dilakukan pada semua komponen HRSG (Heat Recovery steam Genearator). Jika semua komponen pengganti pada HRSG disediakan, maka memerlukan tempat penyimpanan yang memadai, memerlukan biaya pembelian yang sangat besar, serta biaya penyimpanan yang besar juga. Oleh sebab itu diperlukan sebuah metode analisa untuk menentukan komponen mana saja yang menjadi prioritas. Untuk menentukan suatu komponen kritis diperlukan suatu metode penelitian. Metode penelitian yang akan digunakan adalah dengan memadukan FMEA (Failure Mode Effects Analysis), dan CA (Critycality Analysis) atau biasa disebut FMECA. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan, efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut dan Critycality Analysis digunakan untuk mengidentifikasi komponen mana pada HRSG yang dianggap kritis dan menjadi prioritas dalam analisa penyediaan komponen pengganti. Sedangkan untuk menentukan kebutuhan persediaan spare part dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Dari hasil anlisa FMECA 103 komponen HRSG diperoleh 29 Komponen yang memiliki nilai kritis. Dari 29 komponen yang memiliki nilai kritis ada 6 komponen yang mempunyai nilai kritis dianggap tinggi , Antara lain : HP-BCP, LP-BCP, LP BFP, HP-BFP, HP DRUM, TANGKI DEAERATOR. 6 komponen tersebut menjadi prioritas analisa pengadaan. Metode yang digunakan adalah EOQ. Berdasarkan Hasil EOQ perusahaan harus mengeluarkan Rp. 160,542,476 untuk biaya penyimpanan dan biaya pengadaan. Kata Kunci : CA (Critycality Analysis), EOQ (Economic Order Quantity), FMEA(Failure Mode Effects Analysis), FMECA (Failure Mode Effects And Critycality Analysis)


Abstract

PT Indonesia Power (IP) is subsidiary of PLN that run in the power plant field. The story of this company was come from PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PT. PJB I), built at 3 october 1995 as is subsidiary of PLN that just change his status from Perum to Persero. At 3 october 2000, PJB1 change this name become PT Indonesia Power. Based on company profile Block I C/C (Combine Cycle) Produse output Power ST : 1 x 159,58 MW and GT : 3 x 100,75 MW and start to operate at 1996. Based on Risk Mapping Report 2015 be taken out by PT. Endura, ablige to do analysis abaout critical part procurement. PT. Endura give 3rd Priority to this case. So that there is must be done analysis for 6 until 24 month after this audit. It is impossible for all component at HRSG to be analyzed about spare part procurement. If all the spare part at HRSG is provided than need adequate storage, need a high cost for buying, and cost for saving. Therefore needed a analysis method for determine any component that become priority . After that doing spare part procurement analysis. For determining if the component is critical needed a analysis method . this method that will be use is FMEA (Failure Mode Effects Analysis), dan CA (Critycality Analysis) usually called FMECA. Fmeca method is used to identify cause of the failure, effect from the failure. And criticality analysis to us identify the critical component of HRSG and become priority in this analysis. To determining spare part procurement needs by using EOQ method (Economic Order Quantity). From FMECA analysis result from 103 HRSG component there are 29 component that have critical value. From 29 component there are 6 component that have Highest critical value. Such as : HP-BCP, LP-BCP, LP BFP, HP-BFP, HP DRUM, TANGKI DEAERATOR. This 6 component become priority of procurement analysis. Method used is EOQ. From this analysis is known amount of economical procurement, order frequency , total cost procurement. Keywords : CA (Critycality Analysis), EOQ (Economic Order Quantity), FMEA (Failure Mode Effects Analysis), FMECA (Failure Mode Effects And Critycality Analysis)


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rina Sandora
Dosen Pembimbing 2 : Binti Mualifatul R

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2012


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.