ANALISIS RISIKO DAMPAK LINGKUNGAN DAN BIAYA KEGAGALAN PADA WASTE WATER TREATMENT PLANT PT.CDI

RISK ANALYSIS OF ENVIRONMENTAL IMPACT AND COST FAILURE TO WASTE WATER TREATMENT PLANT PT.CDI

Karida Dwi Citra Oktaviara (6511040089)


Abstrak

-Unit Waste Water Treatment Plant memiliki peranan penting dalam menunjang produksi pembuatan billet pada PT.CDI. Ketika terjadi kegagalan, unit ini akan memberikan konsekuensi dari berbagai segi baik dari segi lingkungan dan biaya kegagalan. Dalam mengantisipasi konsekuensi tersebut penilaian terhadap sistem keselamatan merupakan faktor yang sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode Risk Management dalam melakukan identifikasi dan evaluasi risiko kegagalan. Penyebab dan dampak kegagalan sistem dianalisis menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Risk Management menggunakan parameter kemungkinan (Likelihood) dan konsekuensi (Consequence) untuk memperoleh nilai risiko. Nilai likelihood adalah frekuensi kerusakan per tahun yang diperoleh dengan membagi waktu equipment beroperasi selama setahun dengan nilai MTTF (Mean Time To Failure). Konsekuensi dampak lingkungan didapat berdasarkan efek lingkungan yang telah teridentifikasi di lapangan sedangkan nilai konsekuensi biaya kegagalan didapat dari biaya risiko kegagalan untuk setiap equipment yang diperoleh dari biaya penggantian spare part (CF), biaya tenaga kerja maintenance (CW), konsekuensi operasional (CO) dan kerugian berdasarkan waktu. Kerugian berdasarkan waktu didapat dari perhitungan MTTR (Mean Time To Repair). Nilai risiko diperoleh dari kombinasi nilai Likelihood dan Consequences. Nilai risiko tersebut diprioritaskan untuk mengetahui komponen yang mempunyai nilai risiko tertinggi dari kedua dampak lingkungan maupun biaya kegagalan. Kemudian risiko tertinggi ini ditentukan interval perawatan. Dari hasil penelitian didapatkan 25 failure modes yang mengikuti kegagalan fungsi yang dimiliki oleh WWTP. Dan untuk peralatan yang memiliki risiko paling tinggi dari kedua dampak adalah kerusakan 3S-200/4.0 Press Pump dengan dampak air limbah meluber dan nilai risiko sebesar Rp 80.796.992.959,00 per tahun. Penentuan interval perawatan diberikan pada komponen yang memiliki prioritas tertinggi, agar dapat menurunkan konsekuensi kegagalan yang ditimbulkan oleh komponen tersebut. Kata kunci: WWTP, Manajemen Risiko, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), Likelihood dan Consequence, Interval Perawatan


Abstract

-Unit Waste Water Treatment Plant has an important role in supporting the production of the billet at PT.CDI. When a failure occurs, the unit will provide many respects consequences in terms of both the environment and the cost of failure. In anticipation of these consequences, the assessment of the safety system is a very important factor. This study used Risk Management to do the identification and evaluation failure risk. Cause and effect system failure analyzed by using FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Risk Management using Likelihood and Consequences parameter to estimated risk value. Likelihood value is failure frequency per year is obtained by dividing time operation equipment in a year with MTTF (Mean Time To Failure) value. The consequences of environmental impacts is obtained based on the environmental effects that have been identified in the field while the value of the consequences of failure cost that got by cost of changing spare part (CF), work force maintenance cost (CW), operational consequences (CO) and financial lost by time. Financial lost by time estimated refers to calculating MTTR (Mean Time To Repair). Risk value is obtained by the combination of likelihood and consequences. The risk values are prioritized to identify the components that have the highest risk value of both environmental impact and the cost of failure. Then the highest risk is determined maintenance interval. Based on this research, known 25 failure modes that follow function failure owned by WWTP. And to equipment which has the highest risk of the both impact is failure 3S-200/4.0 Press Pump with the the impact of waste water overflow and the risk value within Rp 80.796.992.959,00 per year. It also magnitudes the maintenance interval for component which have the highest priority in order to reduce the consequence of the failure component. Keyword : WWTP, Risk Management, FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), Likelihood and Consequences, Maintenance Interval


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Anda Iviana Juniani
Dosen Pembimbing 2 : Dika Rahayu W.

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.