PENILAIAN RISIKO DAN PENENTUAN JADWAL INSPEKSI DENGAN METODE RISK BASED INSPECTION (RBI) STUDI KASUS PT. X

Risk Assessment and Inspection Schedule Determination Using Risk Based Inspection (RBI) Method A Case Study of PT. X

Lingga Mustika Cahyaningrum (6511040067)


Abstrak

ABSTRAK PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi oli dengan bahan baku oli bekas (used oil) menjadi produk setengah jadi (base oil) dan oli siap pakai. PT. X mulai beroperasi sejak tahun 1995. Selama masa berdirinya yaitu kurang lebih 20 tahun yang lalu, PT. X pernah mengalami Shut down yang diakibatkan kebocoran pada boiler. Kebocoran ini terjadi pada tanggal 19 agustus 2014 dengan kasus kebocoran pada 3 buah tube dengan panjang masing ? masing kebocoran 7cm. Oleh karena itu diperlukan langkah yang efektif dan efisien dalam inspeksi boiler untuk mengatasi masalah tersebut dan mencegah masalah yang lebih besar lagi. Risk based Inspection adalah metode yang digunakan untuk menentukan penjadwalan inspeksi yang sesuai level resikonya. Dalam RBI, peralatan yang dianalisa dihitung tingkat kemungkinan dan keparahannya secara matematis. RBI diikombinasikan dengan API 510 yang menjelaskan jadwal dan metode inspeksi, diharapkan jadwal inpeksi dilakukan sesuai kategori resikonya dan jenis inspeksinya serta diharapkan dapat meminimalisir biaya inspeksi yang tinggi. Nilai total faktor kegagalan penipisan yaitu 15 sehingga probability terletak pada level 2. Nilai konsekuensi pada boiler dengan ukuran diameter lubang kebocoran 0,25 inch yaitu 99,3025 ft2 sehingga konsekuensinya berada pada level A. Untuk ukuran diameter lubang kebocoran 1 inch yaitu 2140,8022 ft2 sehingga konsekuensinya berada pada level C. Untuk ukuran diameter lubang kebocoran 4 inch yaitu 48611,5324 ft2 sehingga konsekuensinya berada pada level E. Jadi level resiko pada boiler dengan diameter ukuran lubang kegagalan 0,25 inch yaitu low risk, diameter lubang kegagalan 1 inch yaitu 2C (medium) dan diameter lubang kegagalan 4 inch yaitu 2E (medium high). Standard jadwal inspeksi berdasarkan API 510 yaitu inspeksi dapat dilakukan dalam kurun waktu maksimal 5 tahun untuk external Inspection dan tidak lebih dari 9 tahun (setengah remining life) untuk internal inspection. Untuk penentuan metode inspeksi yang tepat berdasarkan faktor kerusakan yang berupa penipisan (thinning) yaitu visual inspection, ultrasonic test, magnetic test, magnetic flux leakage dan radiography test Kata kunci: Probability, Konsekuensi, Level Resiko, Jadwal Inpeksi, Metode Inpeksi.


Abstract

ABSTRACT PT. X is one of oil company that produces oil which the raw materias is from used-oil changed into semi-finished products (base oil) and finished product (oil). PT.X has produced oil since 1996. During PT. X was built for about 20 years, it had ?shut down? because of leaking of the boiler. This leaking was occurred on august 19, 2014. The case happened on three tubes which its crack on each tube was 7 cm. Based on that case, effective and efficient ways are needed in boiler inspection to solve the problem and to prevent the bigger problem that might happen. Risk Based Inspection is method to determine schedule inspection based on risk level. Probability and severity levels of analyzed equipment are calculated mathematichally. RBI, in combination with API 510 which explain method and schedule of inspection, it is expected that inspection schedule will be conducted based on its rik levels and its type of inspection. So it is expected it can minimize the high cost of inspection Based on calculation in this final project is total damage factor for thinning mechanism score at boiler is 15 so the probability level is on level 2. Based on the calculation, consequence score of boiler with 0,25 leaking diameter hole size is 99,3025 ft2 so that the consequence on level A. One inch leaking diameter hole size the consequence is 2140,8022 ft, so that the consequence level is on level C. For four inch leaking diameter hole size the consequence is 48611,5324 ft2, so that the consequence level is on level E. In conclusion, there are three risk levels in boiler based on hole size of leaking. They are : for 0,25 inch leaking diameter hole size the risk level is considered low risk (2A), for one inch leaking diameter hole size the risk level is considered medium (2C) and for four inch leaking diameter hole size the risk level is medium high (2E). Based on API 510 the inspection schedules are the inspection can be done in five years for the maximum external inspection and not more than nine years ( a half of remining life) for internal inspection. Finally it was foud that the inspection method based on thinning damage factor is visual inspection, ultrasonic test, magnetic test, magnetic flux leakage dan radiography test Keywords: Probability, Consequence, Risk Level, Inspections Schedule, Inspections Method.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Agung Nugroho
Dosen Pembimbing 2 : Dika Rahayu W.

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.