PERANCANGAN DAN SIMULASI EMERGENCY RESPONE PLAN PADA KM SABUK NUSANTARA 52 DENGAN PIRANTI LUNAK PATHFINDER

DESIGN AND SIMULATION ON EMERGENCY RESPONS PLAN OF SABUK NUSANTARA 52 VESSEL USING PATHFINDER SOFTWARE

Sri Adi Pranoto (6511040050)


Abstrak

ABSTRAK Tingginya kecelakaan transportasi laut yang ada di indonesia yang terjadi akibat tanpa diikuti dengan usaha peningkatan pada alat-alat keselamatan harus menjadi perhatian semua pihak terkait baik pemilik kapal, pemerintah, instansi yang terkait dalam berperan aktif menanggulangi hal tersebut. Dalam hal ini KM Sabuk Nusantara 52 dengan rute pelayaran kepulauan di pantai barat Sumatera. Perancangan jalur evakuasi pada KM Sabuk Nusantara 52 ini menggunakan MSC/Circ.1238. (2007) Dilanjutkan pembuatan simulasi dari proses evakuasi menggunakan software Pathfinder.Untuk Perancangan sistem evakuasi berupa penentuan Muster Station, Embarkation Station, Escape Route serta Life-Saving Appliance pada kapal dapat dirancang dengan menggunakan SOLAS 2010. Hasil dari perancangan sistem evakuasi pada KM Sabuk Nusantara 52 ini yaitu Luas muster station 81,6 m2.Letak embarkation station yang bersebelahan dengan muster station dekat sekoci, pada kapal ini wajib menyediakan Life-Saving Appliance dengan sekoci penolong berkapasitas 63 orang, dan life raft utama yang berkapasitas 148 orang serta tambahannya yang berkapasitas 50 orang. Kemudian lifebuoy sebanyak 8 buah dan jumlah life jacket untuk dewasa sebanyak 210 dan untuk anak anak 20 buah. Hasil perhitungan total evacuation time yaitu 50,25 menit untuk pagi hari dan 56,5 menit untuk malam hari. Dimana Perhitungan manual waktu untuk penumpang berkumpul di muster station sebesar 501,21 detik lalu hasil dari simulasi sebesar 517,3 detik. Prosentase error tersebut dapat diterima dengan hasil 4,3%. Kata Kunci : IMOInterm Guidelines MSC/Circ.1238, Muster Station, Pathfinder dan sistem evakuasi


Abstract

Abstract The high sea transportation accidents in Indonesia are caused by without being followed by efforts to increase the safety tools should be a concern of all stakeholders, including shipowners, government agencies involved in tackling it play an active role. In KM Sabuk Nusantara 52 with route cruise archipelago islands on the west coast of Sumatra. The design of the evacuation route in KM Sabuk Nusantara 52 is using MSC / Circ.1238. (2007) Continuing the process of making a simulation of evacuation using an evacuation system design software Pathfinder.Untuk form of determination Muster Station, Embarkation Station, Escape Route and Life-Saving Appliances on ships can be designed using the SOLAS 2010. Results of the evacuation system design KM Sabuk Nusantara 52 is that area of 81.6 meters muster station. Location of embarkation station adjacent to the muster station near the lifeboats, the ship is obliged to provide Life-Saving Appliance lifeboat with a capacity of 63 people, and the main life raft with a capacity of 148 people as well as the additional capacity of 50 people. Then lifebuoy 8 units and the number of life jackets for adults and 210 for children 20 pieces. Results of calculation of the total evacuation time is 50.25 minutes for the morning and 56.5 minutes for the night. Where the manual calculation time for passengers gather at muster stations amounted to 501.21 seconds and then the results of the simulation of 517.3 seconds. The error percentage acceptable to the results of 4.3%. Keywords : IMOInterm Guidelines MSC/Circ.1238, Muster Station, Pathfinder and evacuation system


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Wibowo Arnin Putranto
Dosen Pembimbing 2 : Lukman Handoko

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.