Implementasi Metode Layer Of Protection Analysis (LOPA) Sulphuric Acid Plant di PT. Petrokimia Gresik

Implementation ON Layer Of Protection Analysis (LOPA) Method Toward Sulphiric Acid Plant At PT. Petrokimia Gresik

Miksil Ali Wafi (6511040041)


Abstrak

-ABSTRAK PT. Petrokimia Gresik memproduksi dan menggunakan bahan kimia berbahaya (B3)salahsatunyayaituasamsulfat.MenurutLembarData Keselamatan dan Bahan (LDKB) PT. Petrokimia Gresik, asamsulfat merupakan bahankimiayangbersifatkorosifdanmerupakantoxicmaterial. PT Petrokimia Gresik menggunakan proses yang kontinyu sehingga gangguan pada salah satu proses akan sangat mempengaruhi unit-unit lainnya. Setiap unit dilengkapi dengan berbagai safeguardyang harus bekerja sesuai fungsinya agar dapat tetap bekerja secara normal. Namun apakah safeguard telah sesuai dengan kebutuhan dan cukup efektif untuk mengurangi risiko belum dapat diketahui. Dari permasalahan tersebut, identifikasi dan analisa bahaya dilakukan dengan metode Hazard and Operability Study (HAZOP)yang dilanjutkan denganLayerOfProtectionAnalysis(LOPA). Metode HAZOP bertujuan untuk identifikasi bahaya dan penilaian risiko dengan menggunakan struktur atau susunan yang tinggi dengan mengandalkan pada guide words dan gagasan tim. Dalam hal ini penilaian risiko didapat dari perkalian consequences (konsekuensi) dan likelihood (kemungkinan/probabilitas). SedangkanpadaLOPAakandilakukan evaluasi potensi bahaya,pengembangan skenariokecelakaan,identifikasi frekuensi,identifikasilapisanperlindunganhingga penentuankeputusan risiko apakah dapat ditolerir atau harus dilakukantindakan perbaikan. Dari identifikasi bahaya dengan HAZOP dan dilakukannya penilaian risiko dengan 19 node meghasilkan kategori low risk = 12, medium risk = 200 dan high risk = 10. Terdapat 5 skenario yang dipilih dengan kategori risiko tinggi. 5 skenario tersebut yang ditranformasikan kedalam LOPA diantarnya: skenario pertama pada node 9 dengan nilai frekuensi skenario (f_i^c) = 2,6x10-3, skenario kedua pada node 10 dengan nilai frekuensi skenario (f_i^c) = 1x10-4, skenario ketiga pada node 15 dengan nilai frekuensi skenario (f_i^c) = 1,1x10-5, skenario keempat pada node 18 dengan nilai frekuensi skenario (f_i^c) = 2,6x10-7 dan skenario kelima pada node 18 dengan nilai frekuensi skenario (f_i^c) = 2,6x10-7. Dari 5 skenario terdapat tiga skenario yang memerlukan penambahan IPL berupa Safety Instrumented Function (SIF) dengan nilai PFD 1x10-2yaitu skenario satu, dua dan tiga. Sehingga ketiga skenario tersebut berada pada kategori zona risiko yang dapat diterima, dengan masing-masing nilai frekuensi skenarionya (f_i^c) = 2,6x10-5, 1x10-6, 1,1x10-7. Kata kunci:consequences, HAZOP,LOPA, safeguard dan SIF


Abstract

-ABSTRACT PT. Petrokimia Gresik manufactures and uses one of hazardous chemicals (B3) called sulfuric acid. According to the Material Safety Data Sheet (MSDS) of PT. Petrokimia Gresik, sulfuric acid is a corrosive chemical and it is categorized as toxic material. PT Petrokimia Gresik uses a continuous process so that the disturbance occurs in one of the processes will affect a lot toward other units. Every unit is equipped by various safeguards that must workas its function in order to keep it works normally. However, whether safeguards are in accordance with the need and effective enough to reduce the risk is not recogized yet. According to these problems, the identification and hazard analysis was conducted by using Hazard and Operability Study (HAZOP), followed by Layer Of Protection Analysis (LOPA).HAZOP method aims to identify hazard and risk assessment by using a high structure and composition by relying on guide words and team concept. In this case, risk assessment is obtained by multiplying consequences (consequences) and likelihood (possibility / probability). While LOPA would havehazard potential evaluation, accident scenario development, frequency identification, layer of protection identification until risk decision determination whether risk can be tolerated or corrective actions shouldbe carried out. From hazard identification by using HAZOP and risk assessment with 19 nodes,resulted low risk category = 12, medium risk = = 200 and high risk = 10. There are five scenarios were chosen a high risk category. 5 scenarios that were transformed into LOPA such as:The first scenario at node 9 with a frequency value scenarios (f_i^c) = 2,6x10-3, second scenario at node 10 with a frequency value scenarios (f_i^c) = 1x10-4, third scenario atnode 15 with a frequency value scenarios (f_i^c) = 1,1x10-5, fourth scenario at node 18 with a frequency value scenario (f_i^c) = 2,6x10-7 and fifth scenario at node 18 with a frequency value scenario (f_i^c) = 2,6x10-7. Among these five scenarios, there are three scenarios that require additionalof IPL in the form of Safety instrumented function (SIF) with PFD value of 1x10-2 which are scenario one, two and three. Until then, these three scenarios are in acceptable risk zone category with frequency value scenariorespectively are (f_i^c) = 2,6x10-5, 1x10-6, 1,1x10-7. Keywords:consequences, HAZOP,LOPA, safeguard and SIF


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Adhi Setiawan

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.