ANALISIS KEBOCORAN PIPA COMPRESSED NATURAL GAS DI PT-X

ANALYSIS OF COMPRESSED NATURAL GAS PIPELINE LEAKS IN PT X

Lisa Martha Lena Suala (6511040039)


Abstrak

ABSTRAK PT X merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian gas alam CNG (compressed natural gas). PT X menggunakan proses yang kontinyu sehingga gangguan pada salah satu proses akan sangat mempengaruhi proses selanjutnya. PT-X yang merupakan salah satu perusahaan yang menggelola gas alam terkompresi telah mengalami kecelakaan yaitu kebakaran yang memakan korban luka, operator mesin CNG mengalami luka bakar yang cukup serius (luka bakar 80%). Kecelakaan itu juga mengakibatkan tidak beroprasinya (shut down) di PT-X selama 3 bulan lamanya yang dapat diperkirakan adanya kerugian baik materil maupun financial yang cukup besar. Pada penelitian ini yang digunakan adalah Quantitative Risk Analysis (QRA) untuk menganalisis risiko pada sistem pendistribusian CNG. Nilai risiko didapatkan dari pengalian frekuensi dan koensekuensi. Skenario terjadinya kebocoran pipa pendistribusian CNG didapatkan dari hasil identifikasi bahaya Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), kemudian didapatkan bagan skenario yang digambarkan pada Fault Tree Ana lysis (FTA). Konsekuesni dari pelepasan gas alam atau yang disebut consequence modeling adalah terjadinya jet fire. Bahaya dari pelepasan gas alam adalah thermal radiaton flux yang berdampak pada manusia dan struktural bangunan. Nilai risiko yang didapat kemudian dibandingkan dengan matriks risiko PT X untuk menentukan apakah risiko tersebut dapat diterima atau tidak. Jika risiko tidak dapat diterima maka harus dilakukan langkah mitigasi. Namun, jika risiko dapat diterima, tetap dilakukan upaya pengendalian. Dari hasil identifikasi bahaya yang telah dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada sistem pendistribusian CNG, bahaya dengan nilai risiko tertinggi adalah korosi dinding pipa yang menyebabkan kebocoran pada pipa. Frekuensi kejadian berdasarkan minimal cut set adalah sebesar 3,032 kali/tahun. Nilai konsekuensi yang didapat dengan menggunakanskenario jet fire adalah 5,39 kW/m^2 . Berdasarkan matriks risiko Kategori tersebut termasuk kategori sedang. Adapun rekomendasi dan mitigasi yang diberikan berdasarkan analisis data, antara lain: membuat prosedur dan kebijakan tentang perawatan dan perbaikan peralatan, terdapat buku panduan dan penjadwalan penggantian tiap komponen pada pipa pendistribusian CNG, adanya jadwal pemeriksaan seluruh komponen pada pipa pendistribusian CNG, Perbaikan peralatan pada pipa pendistribusian CNG yang rusak sesegera mungkin, Menyediakan dokumen identifikasi bahaya pada setiap peralatan yang baru terpasang, mengadakan simulasi dan latihan terhadap tanggap darurat terjadinya kebocoran pada pipa pendistribusian CNG. Kata kunci : Risiko, Probabilitas, Frekuensi, Konsekuensi, FMEA, FTA, QRA


Abstract

ABSTRACT PT X is a company engaged in the distribution of natural gas CNG (Compressed natural gas). PT X using a conntinuous process so that disturbances in one process will greatly influence the subsequent process. PT X which is one of the companies that manage compressed natugal gas has had an accident that the fire that claimed the wound, CNG engine operator fairly serious burns (burns 80%). The accident also resulted in no production (shut down) in pt x for 3 months which can be expected for both material and financiallosses were quite large. In this study used is quantitative risk analysis (QRA) to analys the risk on the distribution system CNG. Risk derived from the frequency multiplication pipe leakages obtained from hazard identification failure mode and effect analysis (FMEA), then obtained a chart scenario depicted on fault tree analysis (FTA). The consequences of the release of naural gas or the so called modeling consequence is the occurance of jet fire. The danger of the realese of natural gas is thermal radiation flux of human and structural impacton buildings. The risk that the value obtaind is then compared with the risk are acceptable or not. If the risk is unacceptable than is should be done step mitigasi. But, if an acceptable risk control efforts remain to be done. The result of hazard identication was done using the method of failure mode and effect analysis (FMEA) on CNG distribution system, the danger with the highest riskscore is corrosion pipe wall causing leaks in pipe. Thefrequency of occurrence based on minimal cut set is equal to 3,032 times/years. Consequence obtained by using a jet firw scenarios is 5,39 kw/m. Based on a risk matriks that category includes medium category. As for the recomendation and mitigation are given based on the analysis of base, among others: making prosedures and polices formaintenance and repair of equipment, there are guidebooks and scheduling the replacement of the CNG distribution pipe, pipe repaire equitment on the distribution of CNG is broken as soon as possible, provide identification documents danger on any new equipment installed, holding simulation and drills for emergency response leakgeof CNG distribution pipelines. Key words: risk, probability, frequency, consequency, FMEA, FTA, QRA


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Arief Subekti
Dosen Pembimbing 2 : Adhi Setiawan

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.