Perencanaan Sistem Proteksi Peralatan Teknologi Informasi (Studi Kasus: Ruang Server PPNS)

Design for Information Technology Equipment Protection System (Case Study: PPNS Server Room)

Restu Hikmah Ayu Murti (6511040034)


Abstrak

Ruang server PPNS merupakan salah satu ruangan yang terdapat di kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Ruangan ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan data dan pengendali informasi yang ada di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Ruang server memiliki banyak peralatan elektronik di dalamnya, diantaranya: 5 buah server, 1 buah panel distribusi listrik, UPS, rak server dll. Peralatan server harus beroperasi selama 24 jam karena itu ruang server harus dalam keadaan baik untuk menjaga peralatan dapat beroprasi selama 24 jam. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perlindungan peralatan ruang server diantaranya sistem pemadam kebakaran, sistim pendinginan dan proteksi petir. Secara umum upaya perlindungan peralatan teknologi informasi mengacu pada standard NFPA 75 tahun 2003. Penanggulangan bahaya kebakaran pada ruang server PPNS yaitu menggunakan Carbon dioxide total flooding. Dalam perancangan carbon dioxide total flooding terlebih dahulu menentukan hazard volume yang akan di proteksi agar konsentrasi dan jumlah karbondioksida dapat memadamkan api selama 7 menit. Ruang Server PPNS merupakan ruangan yang memiliki karakteristik khusus yang membutuhkan suhu dan kelembapan tertentu. Dalam perancangan suhu ruang server adalah 20oC hal ini sesuai dengan rekomendasi The American Society of Heating refrigerator, and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) TC 9.9 dengan kelembapan antara 40%-60%. Dengan melakukan perhitungan terhadap beban pendinginan maka dapat diketahui total beban pendinginan pada ruang server yang kemudian digunakan untuk menentukan jenis dan kapasitas AC yang dibutuhkan. Metode perhitungan beban pendinginan yaitu dengan menggunakan metode CLTD. Ruang server PPNS juga memiliki bahaya kelistrikan, untuk itu perlu adanya proteksi untuk bahaya listrik. Upaya perlindungan terhadap bahaya listrik diantaranya dengan melakukan instalasi petir. Hasil perhitungan fire integrated system menggunakan media pemadaman karbondioksida dengan konsentrasi 50%, disimpan dalam tabung dan diintegrasikan dengan photo electric smoke detector, fire alarm control panel, alarm, titik panggil manual, nitrogen pilot cilynder, flexible loop, pilot loop dan multijet nozzle. Hasil perhitungan dibutuhkan sebanyak 389,7 Kg CO2 disimpan dalam tabung berkapasitas 45Kg dengan tekanan 750 Psia. Perencanaan sistem pendinginan ruang server menggunakan AC jenis presisi dengan kapasitas 2 pk pada ruang I dan 1 pk pada ruang II. Ruang server PPNS membutuhkan 3 buah penerima petir sepanjang 1,2 m dan 5 buah elektrode bumi. Kata kunci: Ruang server, NFPA 75, Carbon dioxide total flooding, instalasi petir, sistem pendinginan


Abstract

PPNS server room is one room in Surabaya State Polytechnic Shipping (PPNS). This room serves as a central data storage and controller information in Surabaya State Polytechnic Shipping. The server room has a lot of electronic equipment therein, including: 5 pieces servers, 1 piece of electrical distribution panel, UPS, rack servers etc. Server equipment must operate for 24 hours so that room must be in good condition to keep the equipment can operate for 24 hours. Some of the things that must be considered in the protection of the server room equipment including fire extinguishing systems, electrical systems and cooling systems. In general safeguard information technology equipment refers to NFPA 75 standards in 2003. Fire prevention in the PPNS server room is using Carbon dioxide total flooding. In the design of carbon dioxide total flooding to first determine the total volume hazard wich would be protection in order to concentration and amount of carbon dioxide can extinguish the flame for 7 minutes. The PPNS server room is a room that have specific characteristics that require a certain temperature and humidity. In designing the server room temperature is 200 C it is in accordance with the recommendations of The American Society of Heating Refrigerator, and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) TC 9.9 with humidity between 40% -60%. By calculating the cooling load it is known total cooling load on the server room which is then used to determine the type and capacity of air conditioning required. Cooling load calculation method is by using the method CLTD. PPNS server room also has electrical hazards, to the need for protection for electrical hazards. Safeguard against electrical hazards such as by installing lightning. The results of calculations using the fire integrated system using extinguishing media at 50% concentration of carbon dioxide wich stored in a tube and is integrated with photo electric smoke detector, fire alarm control panel, alarm, manual call point, the pilot nitrogen cilynder, flexible loop, loop pilot and multijet nozzle. Results of calculation takes as much as 389.7 kg of CO2 stored in a tube with a capacity of 45kg with a pressure of 750 psia. Design server room cooling system uses a Precision AC types with a capacity of 2 pk in room I and 1 pk in room II. PPNS server room requires three pieces of receiver lightning along the 1.2 m and 5 pieces of the earth electrode. Keywords: server room, NFPA 75, Carbon dioxide total flooding, lightning installations, cooling system


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Rona Riantini
Dosen Pembimbing 2 : Mohamad Hakam

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.