Penilaian dan Pengendalian Risiko dengan Menggunakan Metode LOPA serta Perancangan Rekomendasi pada Unit Hydrofinishing PT. XZ

ASSESSMENT AND RISK MANAGEMENT USING LOPA METHOD AND RECOMMENDATION DESIGN ON HYDROFINISHING UNIT (PT.XZ)

Deny Sukmantino (6511040031)


Abstrak

Proses Hydrofinishing merupakan salah satu proses pengolahan oli yang sangat penting dan berbahaya pada PT.XZ. Proses hydrofinishing bertujuan untuk menghilangkan metal (dematellizer) seperti Sulfur, Magnesium dan Karbon, pada oli yang telah diolah di TDA dengan menggunakan gas hidrogen murni yang bertekanan dan temperatur yang tinggi. Kebutuhan perlindungan pada masing-masing safeguard dan lapisan (Layer) secara optimal diperlukan agar dapat menjaga hydrofinishing plant tetap aman. Jika terjadi kesalahan pada safeguard dapat membahayakan karyawan, perusahaan serta lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung kecukupan safeguard dan lapisan (Layer) pada PT.XZ Penelitian ini menggunakan metode HAZOP (Hazard And Operability) Study. HAZOP adalah metode yang digunakan untuk menentukan potensi bahaya. Setelah analisa potensi bahaya dengan menggunakan HAZOP kemudian dilakukan perangkingan potensi bahaya paling besar dengan risk matrix. Hasil penyebab dan konsekuen (skenario) pada HAZOP diakukan evaluasi semi-kuantitatif dengan menggunakan LOPA (Layer Of Protection Analysis). LOPA merupakan metode yang bertujuan untuk menghitung kecukupan Independent Protection Layer (IPL) dengan menggunakan skenario potensi bahaya paling tinggi yang didapat dari HAZOP. Hasil penelitian dengan menggunakan HAZOP ditemukan lima (5) potensial bahaya dengan karakteristik high risk, dari lima potensial bahaya tersebut dijadikan initiating event. Initiating event tersebut adalah kerusakan pada pompa P-101 1x10-1, kerusakan pada pipa aliran menuju furnace 1x10-3, kerusakan pada PSV reaktor 6x10-1, kerusakan dari kompresor recycling K-102 1x10-1, dan safety valve mengalami kerusakan 1x10-2. Nilai initiating event tersebut dihitung nilai frekuensi skenarionya dengan Independent Protection Layer (IPL) active berupa BPCS dengan nilai Probability of Failure on Demand (PFD) 1x10-1 dan safety valve dengan nilai PFD 1x10-2. Hasil perhitungan frekuensi skenario ditemukan tiga (3) initiating event dengan kategori medium riskkriteria optional (evaluate alternative) yaitu kerusakan pada pompa P-101 1x10-4, kerusakan pada PSV reaktor 6x10-4 dan kerusakan pada kompresor recycling K-102 1x10-4. Maka rekomendasi IPL selanjutnya adalah penambahan SIF (Safety Instrumented Function) dengan nilai 1x10-2, setelah penambahan SIF maka nilai pada ketiga initiating event adalah kerusakan pada pompa P-101 1x10-6, kerusakan pada PSV reaktor 6x10-6 dan kerusakan pada kompresor recycling K-102 1x10-6 dengan kriteria low risk.


Abstract

Hydrofinishing process is one of the oil processing process is very important and dangerous in PT.XZ.Hydrofinishing process aims to eliminate metal (dematellizer) such as sulfur, magnesium and carbon, the oil that has been processed in the TDA by using pure hydrogen gas pressure and high temperature. Need protection and safeguard massing each layer (Layer) optimally required in order to maintain the hydrofinishing plant remains safe.If an error occurs on the safeguard could endanger employees, the company and the surrounding environment.Therefore, this study aimed to quantify the adequacy of safeguards and layer (Layer) on PT.XZ This study uses HAZOP (Hazard Operability And) Study.HAZOP is a method used to determine the potential danger. After analyzing the potential hazards by using HAZOP then performed greatest rank hazard potential to the risk matrix. Causes and consequent (scenario) in HAZOP Result using semi-quantitative evaluation Lopa (Layer Of Protection Analysis).Lopa is a method that aims to calculate the adequacy of Independent Protection Layer (IPL) by using the highest hazard potential scenarios obtained from HAZOP. Results using HAZOP study found five (5) potential hazard with high riskcharacteristics,The hazard potential of the five initiating event used. The initiating event is damage to the pump P-101 1x10-1, damage to the pipe flow to the furnace 1x10-3, 6x10-1 reactor PSV damage, damage from recycling compressor 1x10-1 K-102, and the safety valve is damaged 1x10- 2. The initiating event value calculated value of the frequency of the scenario with Independent Protection Layer (IPL) withan active form of BPCS Probability of Failure on Demand (PFD) 1x10-1 and safety valve with a PFD value of 1x10-2.Results found three scenarios frequency calculation (3) initiating events with medium risk category of optional criteria (Evaluate alternative) that is damage to the pump P-101 1x10-4, 6x10-4 reactor PSV damage and damage to the compressor recycling 1x10-4 K-102 , Then the next IPL recommendation is the addition of SIF (Safety instrumented function) with value of 1x10-2, after the addition of the value of the third SIF initiating event is damage to the pump P-101 1x10-6, 6x10-6 reactor PSV damage and damage to the compressor recycling K-102 1x10-6 with low risk criteria.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Agung Nugroho

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.