Perancangan Ulang Ventilasi Mekanik Berdasarkan Sistem Pengkondisian Udara Dan Beban Pendinginan Pada Injection Area Hall-2 Factory 1 (Studi Kasus: PT. X)

Redesign Of Mechanical Ventilation Based On Air Conditioning System and Cooling Load In The Injection Area Hall 2 Factory 1 (Case Study : PT. X )

Rizanti Camellia (6511040021)


Abstrak

ABSTRAK PT. X merupakan perusahaan penghasil sepatu kulit di Jawa Timur yang didalamnya memerlukan beberapa proses produksi salah satunya adalah Injection Process. Injection Process dilakukan dengan mengoperasikan Round Table Machine, Heater Machine, dan Steaming Machine yang menimbulkan panas dan mempengaruhi suhu di lingkungan kerja, serta dari hasil pengukuran iklim kerja di Injection Area yaitu suhu basah alami (29,9?C), suhu bola (43,8?C), suhu kering (42,9?C) dan ISBB (34,1?C) serta kelembaban sebesar 50%. Berdasarkan SNI 03-6572-2001 nilai ISBB ruang Mezzanine flour plant melebihi NAB sehingga apabila kondisi ruangan tersebut tidak segera ditangani maka akan menyebabkan PAK seperti dehidrasi, heatcramps, heat exhaustion dan heat stroke. Sistem pengkondisian udara untuk industri dirancang untuk memperoleh suhu, kelembaban dan distribusi udara yang sesuai dengan kondisi peralatan yang dipergunakan di dalam industri tersebut. Sistem perancangan pengkonsidian udara digunakan untuk menghitung beban pendinginan yang melibatkan beban pemanasan ruang, suhu bola kering, ISBB dan intensitas cahaya matahari serta bertujuan untuk mengetahui besarnya kapasitas perangkat pengkondisian udara yang akan diinstalasikan. Metode perhitungan beban pendinginan ini menggunakan ?Metode Perbedaan Temperatur Beban Pendinginan? (Cooling Load Temperatur Different Method) atau Metode CLTD yang dikembangkan oleh ASHRAE 1977. Konsep dari Cooling Load Temperatur Different Method berfungsi menentukan pengkondisian udara dan keseimbangan kalor. Dari hasil perhitungan didapatkan rancangan sistem pengkondisian udara meliputi total beban pendinginan ruangan sebesar 972,192 kW, temperatur udara yang keluar dari evaporator -2 oC, evaporator 10,6 m, panjang kondensor 12,5 m, diameter pipa yang digunakan Di = 0,1023 m dan Do = 0,1143 m, daya kompresor sebesar 1,7 kW, katup ekspansi yang digunakan adalah TXV thermostatic expansion valve, dan daya blower sebesar 7,472 kW. Perancangan ulang tersebut didapatkan temperatur ruangan yaitu 28oC. Kata kunci: ASHRAE 1997, Cooling Load Temperatur Different Method, ISBB, Sistem Pengkondisian Udara.


Abstract

ABSTRACT PT. X is the companies producting leather shoes in East Java which includes requiring multiple production processes one of which Injection Process. Injection Process is done by operating the Round Table Machine, Heater Machine, and Steaming Machine which generate haet and affect the temperature in the workplace, from the measurement result of the work climate in Injection Area are natural wet bulb temperature (29,9?C), globe temperature (43,8?C), dry bulb temperature (42,9?C), wet bulb globe temperature index (34,1?C),and humidity 50%. If this condition was not immediately handled, could occure to the worker desease such as dehidration, heatcramps, heat exhaustion and heat stroke. Air conditioning system designed for the industry to get the temperature, humidity, and air distribution in accordance with the conditions of the equipment used in there. Design of air conditioning system used to calculate cooling load which involves heating load of the room, dry bulb temperature, wet bulb globe temperature index, and intensity of the sun and aims to determine the capacity of the air conditioning device which will be conditioned. Cooling Load Temperatur Different Methodor CLTD Methodare develop by oleh ASHRAE 1977. The concept of Cooling Load Temperatur Different Method served to determine air conditioning and balance of heat. The result calculation of redesign air conditioning system includes total cooling load 972,192 kW, air temperature from evaporator -2 oC, evaporator length 10,6 m, condenser length 12,5 m, diameter pipe used Di = 0,1023 m and Do = 0,1143 m compressor power 1,7 kW, expansion valve using TXV and blower power 7,472 kW. The redesign of central air conditioning obtained environment temperature 28oC. Keyword: ASHRAE 1997, Cooling Load Temperatur Different Method, Wet Bulb Globe Temperature Index, Air Conditioning System.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mohamad Hakam
Dosen Pembimbing 2 : Binti Mualifatul R

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.