ANALISIS RISIKO PENIBILITE BERDASARKAN CODE DU TRAVAIL PERANCIS DI PT. X

PENIBILITE RISK ANALYSIS BASED FROM FRENCH CODE DU TRAVAIL IN PT. X

Bimantara Adi Withaka (6511040013)


Abstrak

Mulai dari awal tahun 2015, Pemerintah Perancis menerapkan peraturan yang mengharuskan setiap perusahaan untuk melakukan analisis risiko penibilite di tempat kerja. Penibilite yang dimaksud dalam peraturan ini adalah 10 bahaya yang terdiri atas postur kerja, penanganan beban secara manual, getaran mekanis, temperatur lingkungan, kebisingan, penanganan B3, aktifitas pada atmosfer hiperbarik, bekerja di malam hari, bekerja dengan shift kerja dan gerakan berulang. Sehingga PT X, perusahaan pangan spesialisasi daging unggas dan kelinci, memerlukan analisis risiko secara akurat pada tiap pos kerja. Penelitian diawali dengan penentuan pos kerja yang didapatkan dari hasil pemodelan seluruh sistem menggunakan Structured Analyse and Design Technique (SADT). Selanjutnya untuk memenuhi persyaratan dalam peraturan, diperlukan data durasi dan intensitas paparan risiko pada tiap pos kerja. Data durasi paparan diperoleh dengan menggunakan stopwatch time study dengan metode method-time measurement (MTM). Sedangkan data intensitas paparan diperoleh secara langsung menggunakan alat ukur, yaitu multimeter lingkungan dan accelerometer. Hasil pengukuran dan pengolahan data selanjutnya dibandingkan dengan nilai ambang batas (NAB) yang tertera pada peraturan. Nilai ambang batas untuk durasi paparan risiko penangan beban adalah 13.1 jam per minggu, risiko postur kerja dan gerakan berulang adalah 19.6 jam/minggu. Sedangkan nilai ambang batas intensitas untuk paparan risiko kebisingan adalah 80 dBA, paparan risiko temperatur adalah 50C dan 300C, paparan risiko getaran mekanis adalah 5 m/s2 untuk getaran ke lengan dan tangan serta 1.15 m/s2 untuk getaran ke seluruh tubuh. Rekomendasi diberikan pada pos kerja yang memiliki paparan satu atau lebih kriteria risiko dengan intensitas atau durasi melebihi nilai ambang batas. Dari hasil pemodelan dengan menggunakan diagram SADT diketahui terdapat 63 pos kerja yang harus dievaluasi. Berdasarkan hasil pengukuran durasi, diketahui terdapat empat pos kerja pada tim kerja penyembelihan unggas memiliki durasi paparan melebihi NAB. Berdasarkan hasil pengukuran temperatur, diketahui tidak terdapat pos kerja yang memiliki intensitas paparan temperatur melebihi NAB. Berdasarkan hasil pengukuran kebisingan, diketahui terdapat 29 pos kerja pada tim kerja penyembelihan unggas, pemotongan produk dan pembersihan rak dan troli memiliki intensitas paparan kebisingan melebihi NAB. Berdasarkan hasil pengukuran getaran mekanis, getaran yang dihasilkan forklift melebihi NAB. Sesuai dengan hierarki pengendalian bahaya, didapatkan rekomendasi yang dapat diberikan untuk PT.X. Untuk mereduksi paparan getaran mekanis dilakukan pergantian tempat duduk forklift dengan menggunakan tempat duduk bersuspensi. Untuk mereduksi paparan kebisingan dilakukan pelatihan penggunaan alat pelindung diri Earplug, memberhentikan penggunaan Earplug Smart Fit, dan akan digunakan Earplug T-Laser Lite.


Abstract

In the beginning of 2015, the French government implemented regulations which oblige each company to conduct penibilite risk analysis in the workplace. The definition of Penibilite in this regulations is ten critere of risk consist of working posture, manual weight handling, mechanic vibration, temperature, noise, dangerous chemical handling, activity in high pressure area, night working, working with shift regulation, repetitive working motion. In thus, PT. X, a food company producing poultry and rabbits products, requires accurate risk analysis on each working post. The study begins with the determination of work stations obtained from the results of modeling the entire system using the Structured Analyse and Design Technique (SADT). Furthermore, to meet the requirements in the regulations, the data of risk exposure duration and intensity on each working post are required. The duration of exposure are obtained using stopwatch time study with methods-time measurement method (MTM). While the exposure intensity obtained directly using a measuring instrument, i.e. environment multimeter and accelerometer. The results of measurement and data processing then compared with the threshold value (TLV) which is listed in the regulations. The duration threshold value for exposure of manual handling risk is 13.1 hours/week, for exposure of working posture risk and repetitive working motion are 19.6 hours/week. The threshold value for noise exposure is 80 dBA, temperature exposure is lower than 50C or higher than 300C, and mechanic vibration exposure are 5m/s2 for vibration through hand and 1.15 m/s2 for vibration through whole body. Recommendations given to the work stations that have exposure of one or more risk criteria with the intensity or duration exceeds the threshold value. From the modeling results using SADT diagram known 63 work stations that must be evaluated. Based on the duration of the measurement results, it is known that there are four work stations in poultry slaughtering working team has a duration of exposure exceeding TLV. Based on the results of temperature measurement, there is no work stations which have the temperatures exposure intensity exceeding TLV. Based on the results of noise measurements, it is known there are 29 work stations on poultry slaughter work teams, cutting products and cleaning racks and trolleys has noise exposure intensity exceeds TLV. Based on the results of mechanical vibration measurements, the vibration generated forklift exceed NAB. In accordance with the hierarchy of hazard control, obtained recommendations can be given to PT.X. To reduce mechanical vibration exposure, replacement forklift seat using the seat with suspension. To reduce noise exposure, conduct a training in the use of earplug, dismiss the Smart Fit Earplug, and will use T-Laser Lite Earplug.


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Mirna Apriani
Dosen Pembimbing 2 : Rona Riantini

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.