analisa kecukupan Independent Protection Layer (IPL) pada Unit Conveyor CSU-1 di PT. XYZ untuk pengangkutan bahan baku phosphat rock dengan menggunakan metode Layer of Protection (LOPA)

Adequancy Analysis of Independent Protection Layer (IPL) on Conveyor Unit CSU-1 in PT. XYZ for The Transport of Phosphat Rock by Using Layer of Protection (LOPA)

Christopher Wilhelm Voltaire (6511040011)


Abstrak

PT. XYZ merupakan perusahaan berstatus BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam lingkup Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk, bahan-bahan kimia (H2SO4, H2PO4, CO2, cement retarder, alumunium fluoride) dan jasa lainnya seperti konstruksi dan engineering. Interaksi antara pekerja dengan lingkungan kerja akan memacu timbulnya unsafe action dan unsafe condition. Kedua faktor tersebut dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada pekerja, dan hal tersebut dapat berdampak pada perusahaan, misalnya jalannya proses produksi akan terganggu karena ketidaknyamanan dalam bekerja akibat adanya debu fugitive dari hasil pengangkutan bahan kimia berbahaya. Pengangkutan bahan kimia berbahaya pada PT. XYZ menggunakan berbagai media, yang paling utama menggunakan pipe line jika bahan bersifat liquid dan menggunakan conveyor jika bersifat padat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi bahaya proses pengangkutan bahan baku Phosphat Rock pada unit Conveyor CSU-1, dan (2) Mengetahui nilai kecukupan IPL (Independent Protection Layer) pada Conveyor unit CSU-1. Dari intensitas pengangkutan dan seringnya bahan baku yang diangkut tumpah ke area pekerjaan maka dapat kita simpulkan bahwa terdapat beberapa bagian pada conveyor yang dinilai kurang aman sehingga perlu dihitung kecukupannya serta ditambahkan Safety Device untuk menambah proteksi pada proses pengangkutan bahan baku berbahaya ke gudang penyimpanan. Untuk itu maka metode yang dipilih untuk menghitung kecukupan Safety Device pada conveyor adalah metode Layer of Protection (LOPA) yang sebelumnya didahului dengan identifikasi bahaya menggunakan metode Hazard Identification (HAZID). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 Nodes yang berada pada level High Risk berdasarkan Risk Ranking yang dilakukan menggunakan Risk Matrix. Selanjutnya terdapat 2 skenario yang akan ditransformasikan ke LOPA. Berdasarkan perhitungan diperoleh kesimpulan bahwa risiko pada skenario pertama berada pada level consequence high zone optional (evaluate alternative) dan memiliki PFDSIF sehingga harus dicari nilai SIL nya hingga mencukupi sesuai dengan TMEL yang telah ditentukan. Sedangkan untuk skenario kedua berada pada level consequence high zone (Action at next opportunity) dan terdapat PFD SIF sehingga harus dihitung nilai SIL nya. Kata Kunci : HAZID, IPL, LOPA, SIL, SIS


Abstract

PT. XYZ is a state-owned enterprise (State Owned Enterprises) within the scope of the Ministry of Industry and Trade is engaged in the production of fertilizers, chemicals (H2SO4, H2PO4, CO2, cement retarder, aluminum fluoride) and other services such as construction and engineering. Interaction between the workers and the working environment will spur the emergence of unsafe action and unsafe condition. Both of these factors may increase the likelihood of accidents and occupational diseases in the workers, and it can have an impact on the company, such as production process will be disrupted because of the inconvenience of working due to fugitive dust from the transportation of hazardous chemicals. Transporting hazardous chemicals on the PT. XYZ uses a variety of media, the most important use of pipe line if the material is liquid and use the conveyor if it is solid. This study was carried out aimed to (1) identify the hazards the process of transporting the raw material Phosphate Rock on the conveyor unit CSU-1, and (2) Determine the adequacy of the value of the IPL (Independent Protection Layer) on the conveyor unit CSU-1. From the intensity and frequency of transport of raw materials being transported spilled onto the work area then we can conclude that there are some parts of the conveyor are considered less secure so it needs to be calculated for adequacy and added Safety Device for added protection in the transport of hazardous materials into the warehouse. For those reasons, the method chosen to calculate the adequacy of the conveyor Safety Device is a method of Layer of Protection (Lopa) is preceded by the identification of hazards using methods Hazard Identification (HAZID). The results showed that there are 5 Nodes at the level of High Risk Risk Ranking performed by using Risk Matrix. Furthermore, there are two scenarios that will be transformed into Lopa. Based on the calculation, the conclusion that the risk in the first scenario is the consequence of high level optional zone (Evaluate alternative) and has PFDSIF so as to look her up sufficient SIL value in accordance with a predetermined TMEL. As for the second scenario at the level of high consequence zone (Action at next opportunity) and SIF so there are PFD should be calculated its value SIL. Keywords: HAZID, IPL, Lopa, SIL, SIS


Detil Peneliti

Dosen Pembimbing 1 :Priyo Agus Setiawan
Dosen Pembimbing 2 : Agung Nugroho

Program Studi : D4 - TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Angkatan : 2011


Untuk mendapatkan versi full dari dokumen penelitian ini, Anda dapat melihat koleksi Buku Tugas Akhir di Perpustakaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada jam kerja. Atau Anda dapat menghubungi penulis secara personal.